Beranda Uncategorized Belajar dari Viralnya NFT Ghozali, Buka Potensi Aset Digital di Indonesia

Belajar dari Viralnya NFT Ghozali, Buka Potensi Aset Digital di Indonesia

Ilustrasi - foto istimewa

SERANG – Seorang pemuda bernama Ghozali menjadi miliarder berkat koleksi foto selfie-nya yang dijual dalam bentuk aset digital non-fungible token (NFT). Koleksi NFT yang berjudul ‘Ghozali Everyday’ ramai diburu para kolektor aset digital.

Saat ini koleksi NFT Ghozali tercatat ada 933 item foto selfie. Mulanya NFT ini hanya diberi harga 0,001 ETH atau sekitar Rp 45 ribu. Tapi kini, harga penjualan tertinggi dari salah satu NFT-nya yang berjudul Ghozali_Ghozalu #311 adalah 11 ETH atau sekitar Rp 47 miliar.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, melihat fenomena viralnya NFT Ghozali memberikan angin segar bagi perkembangan pasar NFT di Indonesia. Di samping itu, momen ini bisa dijadikan edukasi terkait pemanfaatan NFT serta ekosistem blockchain lainnya.

“Fenomena ini memperlihatkan potensi besar pasar NFT di Indonesia. Selain itu, masyarakat juga menjadi tertarik untuk mempelajari manfaat NFT beserta ekosistem blockchain lebih dalam, karena ramai dibahas di media sosial,” kata pria yang akrab disapa Manda itu, Sabtu (15/1/2022).

Lebih lanjut, Manda menjelaskan, berkat NFT Ghozali Everday yang mendapatkan respons positif, masyarakat dan komunitas NFT global mulai melirik potensi pasar NFT di Indonesia. NFT pun bisa mendapatkan pendapatan baru bagi pembuat karya dan memajukan ekonominya.

“Ghozali juga membuktikan bahwa siapa aja bisa membuat karya dalam bentuk aset digital NFT. Tidak hanya sebagai apresiasi karya, NFT juga bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi pembuatnya,” tuturnya.

Walaupun belum ada laporan mengenai jumlah transaksi NFT di Indonesia, platform pelacak pasar, Dappradar, melaporkan tren transaksi penjualan NFT secara global menyentuh angka

US$25 miliar (sekitar Rp357 triliun) sepanjang 2021, seiring makin populernya aset kripto.

TokoMall, Pelopor Marketplace NFT di Indonesia Tokocrypto sendiri memiliki marketplace NFT bernama TokoMall. Ini menjadi pelopor marketplace NFT di Indonesia. Sejak diluncurkan Agustus 2021 lalu, kini, telah memiliki lebih dari 9,000 kolektor, 80 mitra resmi, dan lebih dari 8.000 NFT.

Head of TokoMall, Thelvia Vennieta, menjelaskan TokoMall memiliki tujuan untuk mendukung para kreator, seniman, brand lokal Indonesia dengan memanfaatkan NFT untuk memperluas market ke seluruh dunia, mendapatkan revenue stream baru, dan memastikan royalti dan hak cipta.

“Berbeda dengan marketplace NFT lainnya, TokoMall punya konsep digital meets reality buat kolektor, di mana tidak hanya koleksi NFT untuk investasi, tetapi juga bisa diubah ke barang fisik dari beberapa eksklusif partner yang digemari,” kata Thelvia.

TokoMall yang dibangun di dalam jaringan Binance Smart Chain (BSC) juga memberikan kemudahan masyarakat mengakses NFT dengan lebih terjangkau dan mudah. Untuk membuat dan mengoleksi NFT pun cukup mudah di TokoMall. Lebih lengkap mengenai cara pembuatan atau minting NFT di TokoMall bisa lihat di sini.

Ada tiga pilar yang harus dipahami saat membuat project NFT. Pertama: Rarity, karya NFT harus memiliki unsur kelangkaan atau keunikan agar tidak umum. Kedua: Utility, karya NFT harus memiliki additional value yang ditawarkan kepada para pemegang NFT. Terakhir, Community, karya NFT akan sukses jika dibangun atas interest yang sama dari banyak individu agar memilki value.

Market Aset Kripto Diprediksi Membaik, Setelah Lalui Masa Sulit Awal 2022

Pekan pertama tahun 2022, investor aset kripto dikejutkan oleh beberapa kejadian besar yang berdampak pada pasar. Mulai dari kabar Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempercepat kenaikan suku bunga acuan lebih cepat hingga gejolak di Kazakhstan.

Kejadian itu langsung membuat Bitcoin turun lebih dari 7% dan sederet altcoin juga alami kemerosotan. Namun, memasuki pekan kedua Januari 2022, market aset kripto menunjukan potensi membaik.

Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, menjelaskan kekhawatiran pelemahan pasar aset kripto sepertinya akan segera berakhir. Ada beberapa penyebabnya, salah satu yang utama adalah kemungkinan The Fed akan menunda kenaikan suka bunga.

“Komentar dari pejabat The Fed, Jerome Powell kemungkinan menarik kembali simpati investor dan meyakinkan mereka bahwa The Fed tidak akan memprioritaskan pengurangan inflasi. Investor aset kripto pun merespon pernyataan itu dengan pergerakan positif dan memicu sejumlah cryptocurrency papan atas menandakan grafik hijau,” kata Afid, Kamis (13/1/2022).

Afid melihat Bitcoin tidak akan turun lebih jauh lagi, dan menyebut harga terendah masih berada di bawah posisi US$ 40.680. BTC diyakini bisa alami konsolidasi, sehingga berpotensi rebound dan bullish sekitar 27 persen.

“Bitcoin masih paling banyak peminatnya. Termasuk di Tokocrypto yang volume trading paling banyak di BTC. Ini memiliki potensi terlepas dari zona terendahnya dan melakukan rebound harga dalam kurun waktu yang singkat,” jelas Afid.

Sementara koin lainnya yang memiliki potensi bullish adalah BNB. Afid menjelaskan sepanjang tahun 2021 lalu, BNB berhasil menjadi aset kripto dengan kinerja paling apik. Dalam ekosistem Binance, pengguna dapat menggunakan BNB untuk menerima diskon biaya perdagangan dan mendapat benefit lainnya.

“BNB berpotensi bullish karena akan ada integrasi dengan YokaiSwap ya. Di mana YokaiSwap itu sebelumnya berada di Nervos Network. Dia akan ILO (initial liquidity offering) di tanggal 13 Januari ini, dan bisa menambah harga untuk BNB,” katanya.

Untuk melihat secara lengkap daftar aset kripto apa saja yang bullish dan bearish bisa simak Tokocrypto Market Signal di sini.

Tokocrypto Gandeng Telkom University Buka Pusat Inovasi Blockchain di Bandung

Tokocrypto sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, terus berupaya memberikan kontribusi positif melalui pemanfaatan teknologi blockchain. Untuk melanjutkan ketahapan selanjutnya, Tokocrypto berkolaborasi dengan Telkom University menghadirkan pusat inovasi blockchain bernama ‘Pojok Kripto’ untuk memberikan literasi kepada sivitas akademika dan masyarakat secara keseluruhan.

Kehadiran Pojok Kripto di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University, Bandung ini sejalan dengan rangkaian program TokoScholars, sebuah inisiatif Tokocrypto untuk mengenalkan aset kripto bersama ekosistemnya kepada masyarakat luas.

“Tokocrypto bersama dengan Telkom University meluncurkan Pojok Kripto, sebuah dedicated space dengan tujuan sebagai pusat inovasi, di mana masyarakat dan sivitas akademika dapat belajar dan mengambil kelas khusus untuk memahami teknologi blockchain dan aset kripto,” kata Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.

Menurut Manda, blockchain tidak hanya dikaitkan dengan currency saja, tapi dapat digunakan dalam banyak hal dengan menggunakan smart contracts dan decentralized autonomous organization (DAO) baik itu di sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan akan menciptakan potensi yang besar. Blockchain punya keunggulan dari sisi keamanan, transparan dan kecepatan transaksi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University Dr. Ratri Wahyuningtyas, ST., MM mengatakan kerja sama ini dapat memberikan wawasan bagi para mahasiswa dan pengajar mengenai penggunaan blockchain.

“Tantangannya saat ini adalah terkait pada pemanfaatan dan pengaplikasiannya bagaimana Blockchain dapat mengubah perekonomian suatu negara secara efektif dan efisien,” kata Dr Ratri.

Teknologi blockchain bisa berkontribusi pada perdagangan ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan tumbuh pesat 8 kali lipat pada tahun 2030, dari saat ini sekitar Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030. Angka itu sebesar 18 persen dari total PDB Nasional. Sementara, riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030.

Dalam kerja sama ini, Manda menambahkan Tokocrypto akan mendukung penuh segala bentuk penelitian yang berkaitan dengan blockchain dan aset kripto. Hal ini diharapkan dapat memperdalam dan memperluas penetrasi teknologi blockchain ke seluruh penjuru Indonesia.

“Tantangan bagi kami saat ini adalah bagaimana mencari talenta teknologi di bidang blockchain dapat berkontribusi untuk Indonesia. Kerja sama ini dapat memberdayakan talenta lokal untuk mengembangkan kapasitasnya di Tanah Air,” pungkasnya.

(Red)