Beranda Kesehatan Belajar dari Pengalaman, Pria ini Giatkan Penerapan 3M

Belajar dari Pengalaman, Pria ini Giatkan Penerapan 3M

Ilustrasi - foto istimewa tribunnews.com

SERANG – Tiga bulan lalu, Rayhan, pria asal Kota Serang harus menelan kenyataan pahit tatkala sang ibu dinyatakan positif virus Corona. Pada 18 Juli 2020, ibu Rayhan mengalami gejala untuk pertama kalinya, yakni demam tinggi, sesak napas, hingga hilang nafsu makan.

“Karena ada gejala tersebut, akhirnya diantar untuk melakukan pemeriksaan. Saat tes keluar, ibu saya dinyatakan positif,” kata Rayhan melalui sambungan telepon, Senin (19/10/2020).

Sedih dan takut, itu yang dirasakan Rayhan kala itu. Ia, adik, dan ayahnya terpaksa harus berpisah dari sang ibu yang harus melakukan isolasi di rumah sakit.

Selang tiga minggu menjalani perawatan, ibu Rayhan dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Rayhan sangat bersyukur sang ibu dapat melewati dan berjuang melawan penyakit berbahaya itu. Namun Rayhan tak menampik adanya dampak lain yang dihadapi selepas itu.

“Gak enaknya setelah sembuh buat deket sama warga lagi itu susah. Susah buat ngeyakinin kalau udah bener-bener sembuh. Bahkan kami yang negatif saja susah ngeyakininnya,” pungkasnya.

Meski begitu, Rayhan dan keluarganya tak berkecil hati. Mereka paham betul akan kekhawatiran orang sekitarnya akan risiko penularan penyakit Covid-19.

Anak pertama dari dua bersaudara ini bercerita bahwa keluarganya menjadikan pengalaman pahit itu sebagai pembelajaran.

“Jangan egois lah untuk masalah Covid, karena kita gak ada yang tahu. Saya saja gak tau ibu saya dapet Covid dari mana. Bisa jadi dari saya gitu kan. Kita yang muda-muda ini bisa jadi gak ngerasain. Nah yang tua-tua yang udah punya penyakit bawaan pasti ngerasain betul,” kata Rayhan.

Kini pandangan Rayhan semakin terbuka bahwa kesehatan adalah prioritas yang tak boleh disepelekan.

Protokol 3M menjadi benteng pelindung yang semakin digiatkan oleh Rayhan dan keluarga agar kejadian yang sama tak terulang lagi.

“Sebelumnya ya masker pake, tapi sekadarnya, gak sesuai standar (kesehatan) lah. Kalau habis keluar rumah gak langsung bersih-bersih. Sekarang pake masker tiga lapis, rajin cuci tangan, kurangi aktivitas di rumah, dan lebih menjaga keluarga tentunya,” ujar Rayhan.

Perilaku hidup bersih dan sehat diyakini Rayhan harus menjadi kewajiban yang tak boleh ditoleransi. Protokol 3M harus menjadi pegangan yang diterapkan setiap harinya.

“Melalui ujian kemarin, secara gak langsung lagi diingetin sama Allah. Jadi sekarang harus lebih hati-hati dan mawas diri,” ujar Rayhan. (Afifah/mg/red/SG)