Beranda Gaya Hidup Begini Tanda Nyata Seseorang yang Tulus Menolongmu

Begini Tanda Nyata Seseorang yang Tulus Menolongmu

429
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Pernahkah kamu merasa ditolong oleh seseorang secara tidak tulus? Atau, mungkin kamu sendiri merasa tidak menolong orang lain dengan tulus?

Nah, jawabannya tentu kamu sendiri yang mengetahuinya. Maka dari itu, pada artikel ini kita akan membahas tentang apa saja sih tanda-tanda kalau seseorang itu memang benar-benar berniat menolongmu dengan tulus dan sepenuh hati. Penasaran? Yuk kita simak!

1. Senyuman tulus terpancar dari wajahnya

Cara paling gampang untuk melihat seseorang itu tulus atau tidak menolongmu adalah dengan melihat ekspresi wajahnya. Tentu kamu bisa merasakannya, terutama senyuman seseorang sangat menunjukkan ketulusan hatinya. Apakah kamu pernah mendengar istilah fake smile/senyum palsu?

Nah, kamu sendiri mungkin pernah melakukannya kok karena senyum palsu ini adalah senyum dimana seseorang agak terpaksa untuk melakukannya dan tidak benar-benar tulus ingin tersenyum. Senyum tulus tidak selamanya buruk kok karena senyum tulus biasa dilakukan karena ada rasa gak enakan atau tidak ingin menjaga perasaan orang lain.

Namun, perlu kamu ingat dalam konteks menolong orang lain bila saat melakukannya sambil tersenyum palsu biasanya ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya sehingga ia tidak bisa tersenyum tulus saat membantu. Tapi, walau bagaimanapun kita tidak boleh terlalu cepat menyimpulkan dan berburuk sangka ya mana tahu saat membantu si penolong lagi sedang tidak enak badan?

Jadi, untuk mengetahui ketulusan seseorang memanglah tidak gampang dan yang kamu bisa lakukan adalah menjadi pengamat yang baik.

2. Tidak pernah mengungkit-ungkit kebaikan yang ia lakukan terutama saat berselisih

Ingat ya, menolong dan membantu orang lain itu sebaiknya selalu dilakukan dengan ikhlas dan hati yang tulus. Sebab, bila tidak kamu lakukan dengan tulus maka suatu saat pasti kamu akan mengungkit-ungkitnya kembali. Apalagi, pada kondisi tertentu misalnya kamu sedang berselisih paham dengan orang yang pernah kamu bantu.

Biasanya, bila kamu menolong orang lain tidak dengan sepenuh hati kemungkinan kamu akan menggunakan kebaikanmu sebagai ‘senjata’ untuk melawan orang yang kamu bantu saat berselisih dengannya.

Sekalipun orang yang pernah kamu bantu tidak membalas kebaikanmu atau malah berkhianat sekalipun sebaiknya kamu ikhlaskan saja. Percayalah bahwa Tuhan melihat kebaikan yang kamu lakukan dan jangan sia-siakan kebaikanmu dengan cara menggunakannya untuk membalas orang lain. Setuju?

3. Tidak pernah mengharapkan balasan baik diungkapkan secara langsung ataupun tidak

Dalam hidup ini kemungkinan besar kamu sudah pernah bertemu dengan orang yang membantumu dengan syarat/ada maunya. Kalau itu terjadi, sudah pasti orang yang menolongmu itu tidak benar-benar tulus membantumu. Perhatikan juga, tidak semua keinginan orang yang ada maunya ketika menolongmu diungkapkan secara lisan.

Adakalanya, orang tidak mau mengungkapkannya secara langsung atau dengan kode-kode atau isyarat tertentu agar kamu paham dengan maksudnya. Jadi, kalau sudah begitu sih jelas banget ya kalau orang tersebut tidak sepenuh hati menolongmu.

Dan, bila kamu rasa orang tersebut tidak ada maunya saat menolongmu, kemungkinan sih orang tersebut tulus ya dengan catatan kamu telah memperhatikan poin-poin di atas nih!

4. Berharap kamu meneruskan kebaikannya kepada orang lain

Orang yang berhati tulus tidak akan mengharapkan balasan apapun darimu saat menolong kamu. Satu-satunya ‘balasan’ yang ia minta adalah ketika kamu mau meneruskan kebaikannya kepada orang lain dengan cara membantu orang lain yang membutuhkan pertolonganmu juga. Dengan begitu, kebaikan hatinya akan menjadi sangat bermanfaat dan menjadi rantai kebaikan yang tiada batas.

5. Perhatikan sifat aslinya

Terakhir nih, amati dan perhatikan juga bagaimana sifat seseorang selama kamu mengenalnya. Apakah ia memang terkenal dengan kebaikan hatinya atau malah sebaliknya. Tapi, bukan berarti orang yang menurutmu punya sifat negatif tidak bisa melakukan kebaikan ya. Karena orang yang menurutmu sangat baik juga hanyalah manusia biasa yang sewaktu-waktu bisa melakukan hal buruk.

Jadi, kamu harus bijak dan pandai melihat sifat seseorang apalagi kalau kamu dekat dengannya. Karena, bila orang yang kamu kenal punya sikap yang sangat buruk namun tiba-tiba saja menolongmu tentu akan membuatmu sedikit terkejut dan merasa aneh bukan?

Jadi, memperhatikan sifat asli seseorang selama yang kamu tahu akan cukup membantumu merasakan ketulusan seseorang walaupun tidak sepenuhnya benar atau pasti. Jadi, memang kamu harus jeli dan bijak ya! (Red)

Sumber : IDN Times