Beranda Gaya Hidup 5 Fakta Seputar Melamun yang Perlu Diketahui

5 Fakta Seputar Melamun yang Perlu Diketahui

Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Kebanyakan orang melihat seseorang yang melamun akan dilihat sebagai pribadi yang pemalas dan kurang produktif. Namun faktanya, melamun nggak selalu seperti itu kok.

Para ahli menemukan jika melamun terbukti memotivasi seseorang untuk bekerja demi mencapai tujuannya. Contohnya jika seorang pelajar melamun memikirkan kampus impiannya, lamunan itu boleh jadi dapat memotivasinya untuk belajar sehingga mendapatkan hal yang ia inginkan. Selain itu, masih ada fakta menarik lainnya seputar melamun yang perlu kamu ketahui, Bela! Apa saja?

1. Seseorang melamun karena tujuan tertentu

Mungkin kamu berpikir jika melamun adalah sebuah tindakan yang dilakukan tanpa sengaja. Padahal sebenarnya, nggak, lho. Peneliti menemukan kalau terkadang, orang-orang melamun untuk tujuan tertentu. Lebih jauh lagi, situasi yang mendorong seseorang untuk melamun boleh jadi berbeda dengan orang yang melamun tanpa sengaja. Berdasarkan temuan yang dipublikasikan pada bulan Maret 2016 di jurnal Psychological Science, para partisipan yang menjalani uji coba penelitian menunjukkan jika mereka cenderung membiarkan pikirannya ‘berkelana’ dan nggak memberi perhatian pada hal yang sedang dilakukan. Namun ketika diminta untuk menyelesaikan tugas yang lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak konsentrasi, mereka justru melamun tanpa sengaja.

Peneliti meyakini jika seseorang melamun dengan sengaja saat sedang melakukan sesuatu karena tahu tugas itu nggak akan memengaruhi performanya. Namun ketika berhadapan dengan pekerjaan yang lebih sulit, ia perlu memfokuskan diri sehingga nggak bisa melamun dengan sengaja.

2. Berkedip dan berpikir

Melamun boleh jadi berhubungan dengan seberapa seringnya kedipan matamu. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science tahun 2010 lalu, peneliti menemukan jika seseorang cenderung lebih sering berkedip ketika sedang melamun, ketimbang saat ia sedang berfokus pada suatu hal. Hal ini disimpulkan dari penelitian yang dilakukan dengan memelajari pergerakan mata dan lamunan para partisipannya.

3. Melamun dapat membantu kemampuan menyelesaikan masalah

Jika sedang kesulitan menyelesaikan suatu masalah, membiarkan dirimu untuk melamun atau ‘daydreaming’ dapat membantumu menemukan solusinya. Penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) tahun 2009 silam menemukan kalau area otak yang membantu menyelesaikan masalah rumit, jadi lebih aktif selama melamun.

“Melamun sering dikaitkan dengan hal negatif seperti malas atau kurang fokus. Namun, penelitian ini menunjukkan kalau otak jadi sangat aktif ketika melakukan itu—lebih aktif daripada saat sedang fokus mengerjakan pekerjaan rutin,” ungkap pemimpin penelitian Kalina Christoff, psikolog di University of British Columbia. Peneliti juga mengatakan kalau melamun memang akan mengganggu perhatian seseorang dari tugas yang perlu dikerjakan, untuk menyelesaikan hal yang lebih penting.

4. ‘Daydreaming amnesia’

Untuk sebagian orang, membiarkan pikirannya hanyut begitu saja membuatnya sulit untuk mengingat hal yang sedang dikerjakan sebelum melamun. Para ahli meyakini kalau situasi tersebut, yang disebut dengan istilah ‘daydreaming amnesia’, diperburuk jika pikiran bergerak lebih jauh dari keadaan saat itu. Misalnya, pikiranmu berkelana ke kenangan liburan ke luar negeri yang menyenangkan daripada melamunkan jalan-jalan di dalam kota akhir pekan lalu. Atau, pikiranmu memutar ulang kejadian lima tahun lalu, bukan yang terjadi seminggu kemarin.

Jadi dengan kata lain, kamu akan mengalami ‘amnesia’ sejenak ketika memikirkan kenangan-kenangan yang terjadi di masa yang sangat silam atau di tempat yang sangat jauh, ketimbang melamunkan hal-hal yang baru saja kamu alami.

5. Kamu dapat terseret dalam lamunan

Berdasarkan penelitian dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences tahun 2015, memicu area otak tertentu dapat meningkatkan intensitas melamun. Dalam penelitian itu, para ahli menemukan seseorang mengalami lebih banyak lamunan dari biasanya ketika mereka menstimulasi area otak frontal lobes dengan arus listrik ringan. Frontal lobes sendiri adalah area otak yang mengatur kendali diri, perencanaan, dan pemikiran logis manusia.

“Hasil itu melebihi dari dicapai sebelumnya. Merekan menunjukkan kalau area frontal lobes memainkan peranan penting pada kebiasaan melamun,” tutur co-author Moshe Bar, ahli saraf di Multidisciplinary Brain Research Center di Bar Ilan University, Israel.

Mungkin kamu melamun tanpa sengaja, mungkin kamu melamun karena sedang malas memerhatikan atau mengerjakan suatu hal. Namun, melamun nggak selalu berhubungan dengan hal negatif, Bela. Membiarkan pikiranmu ‘mengembara’ ke mana pun, dapat membantumu menyelesaikan masalah yang rumit atau mendorongmu untuk mencapai tujuanmu. (Red)