Beranda Pariwisata Begini Konsep Pemkot Serang Dalam Menata PKL di KPW Banten Lama

Begini Konsep Pemkot Serang Dalam Menata PKL di KPW Banten Lama

Masjid Agung Banten Lama. (Gilang)

SERANG – Pemkot Serang baru akan mengizinkan para pedagang pada blok Ciputri, Banten Lama menempati kios di Kawasan Penunjang Wisata (KPW) Banten Lama, apabila seluruhnya sudah selesai dibersihkan dan layak untuk ditempati. Demikian disampaikan oleh Asda II Kota Serang, Yudi Suryadi.

Yudi mengatakan bahwa pada pertemuan sebelumnya, disepakati bahwa Pemkot Serang bersama dengan para pedagang akan melakukan kerja bakti membersihkan KPW Banten Lama, agar bisa ditempati. Waktu yang disepakati yakni Jumat (1/7/2022) dan kembali dimulai pada Senin (4/7/2022).

“Ternyata pada waktu hari Jumat kita melakukan jumsih atau gotong royong perintah pak Wakil. Pada waktu hasil rapat, hari Senin dilanjutkan (kerja bakti), ternyata mereka hari Sabtu dan hari Minggu juga menjalankan kerja bakti,” ujarnya di KPW Banten Lama.

Ia mengatakan, kondisi KPW Banten Lama saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya. Rumput-rumput dan pohon yang sebelumnya tumbuh liar, mulai dirapikan. Begitu pula dengan penerangan jalan umum (PJU) yang saat ini mulai dinyalakan.

“Nah jadi prinsipnya ini harus sampai tuntas, sampai selesai. Pembabatan rumput, pohon-pohon yang ada di dalam harus clear, PJU sudah kita coba jalankan. Jadi hasil kesepakatan pembenahan di dalam (KPW) dilakukan oleh DPUTR, Perkim dan DLH,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama KPW Banten Lama masih belum dibenahi dengan baik kebersihannya, maka Pemkot Serang tidak akan mengizinkan penggunaan kios untuk para pedagang. Maka dari itu, DinkopUKMPerindag Kota Serang akan memonitoring langsung pelaksanaan pembenahan itu.

“Jadi kami ingin selesai dulu berkaitan dengan masalah kebersihan di dalam, sehingga layak dipakai. Dan nanti sudah layak, berarti mulailah ke pemindahan di dalamnya, termasuk juga rencana pembukaan akses yang selama ini dikeluhkan oleh para pedagang,” ujarnya.

Menurutnya, dalam melakukan pembenahan dan bersih-bersih KPW Banten Lama, Pemkot Serang tidak menganggarkan secara khusus. Biaya yang digelontorkan dalam pelaksanaan pembenahan dan bersih-bersih itu dibebankan kepada masing-masing OPD sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Kalau target inginnya secepatnya selesai. Karena terus terang saja, untuk pembenahan ini kita tidak ada anggaran secara khusus. Ini hanya dibebankan kepada kegiatan kepada OPD masing-masing yang bisa dilakukan,” ucapnya.

Menurut Yudi, para pedagang sebenarnya sudah siap untuk menempati kios di KPW. Hanya saja, mereka akan menunggu sampai pembenahan selesai dilakukan. Untuk sementara, pedagang yang berada di blok Ciputri diberikan keleluasaan untuk tetap berdagang di sana sampai KPW selesai dibenahi.

“Kami nanti juga akan koordinasi dengan Provinsi Banten berkaitan yang pembinaan dari Ciputri. Mereka kan sementara di kanal (lokasi berdagangnya), itu kan sementara. Dengan catatan kenapa sementara, kalau ini sudah siap, kita dorong di sini,” ujarnya.

Yudi menuturkan, nantinya akan ada sekitar 300 pedagang yang berpindah ke dalam kios-kios di KPW Banten Lama. Sementara untuk kapasitasnya, KPW Banten Lama dapat menampung hingga sebanyak 500 pedagang.
“Ini kan dari dulu sudah ada 500, yang akan mengisi itu 300. Kalau dihitung dari yang awal memang over, sampai 700 pedagang. Cuma memang banyak dari mereka yang sudah nyaman di Sukadiri,” jelasnya.

Untuk biaya penggunaan kios, Yudi mengaku belum kepikiran sampai ke sana. Namun memang, para pedagang nantinya akan dikenakan sejumlah retribusi sebagai pemasukan pendapatan Kota Serang.

“Sementara ini kami tidak pernah berbicara biaya. Yang penting mereka nanti mengisi dulu. Cuma kan memang kalau sudah berjalan, ada biaya listrik, biaya kebersihan. Retribusi yang memang nanti harus dibayarkan,” ucapnya.

(Dhe/Red)