Beranda Pemerintahan BBWSC3 Perkuat Pengendalian Banjir dan Ketahanan Pangan di Banten

BBWSC3 Perkuat Pengendalian Banjir dan Ketahanan Pangan di Banten

Proyek pengendalian Sungai Cibanten oleh BBWSC3. (Iyus/bantennews)

SERANG – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) terus memperkuat pengendalian banjir serta meningkatkan ketahanan pangan dan air di Provinsi Banten.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen BBWSC3 untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini BBWSC3 mengerjakan Pengendalian Sungai Cibanten dengan fokus memperkuat tepi sungai dari tekanan debit air tinggi sekaligus memperlancar aliran.

BBWSC3 juga menata kawasan sempadan menjadi ruang terbuka hijau agar risiko banjir menurun dan bencana serupa tidak berulang.

Di sektor pengendalian banjir, pembangunan tanggul Sungai Ciujung melalui program Flood Management in Selected River Basin (FMSRB) memberi dampak langsung dengan mengecilkan wilayah terdampak banjir dan meningkatkan rasa aman masyarakat.

Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesmana menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut menunjukkan pelayanan negara untuk memenuhi hak dasar masyarakat terhadap air.

“Setiap infrastruktur yang kami bangun memiliki tujuan jelas: meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami memastikan pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi memberi manfaat jangka panjang,” ujar Dedi melalui rilis resmi, Rabu (3/12/2025).

Dedi menyampaikan bahwa BBWSC3 akan terus memperkuat pengelolaan sumber daya air agar manfaat pembangunan semakin luas, merata, dan berkelanjutan.

Ia menilai, program berbasis pemberdayaan masyarakat seperti Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) terbukti memberi manfaat nyata bagi petani.

Melalui perbaikan jaringan irigasi sederhana yang dikerjakan langsung kelompok tani, aliran air menjadi lebih optimal sehingga produktivitas lahan meningkat, pola tanam lebih teratur, dan aktivitas pertanian lebih efisien.

Pada periode 2024–2025, BBWSC3 melaksanakan program tersebut di 381 lokasi dengan melibatkan 5.715 tenaga kerja lokal. Program ini meningkatkan luas lahan sawah terairi hingga 20.445 hektare dan memberi dampak langsung kepada petani.

Baca Juga :  Soal Regulasi Berbelit, Walikota Cilegon : Pelan-pelan, Merubah Mindset Tidak Mudah

Sebagai Unit Pelaksana Teknis Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, BBWSC3 juga mencatat sejumlah capaian strategis pembangunan infrastruktur sumber daya air sepanjang 2025, mulai dari ketahanan pangan, penyediaan air baku, hingga pengendalian banjir di Provinsi Banten.

Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa momentum Hari Bakti PU ke-80 menjadi ruang refleksi bahwa capaian tersebut bukan daftar pekerjaan konstruksi semata, melainkan perjalanan panjang pengabdian sektor PUPR.

“Tugas kami memastikan air mengalir hingga sawah terjauh. Irigasi primer, sekunder, hingga tersier harus rapi dan tidak bocor agar benar-benar bermanfaat bagi petani,” tegas Dody.

Sejalan dengan itu, Dirjen Sumber Daya Air, Dwi Purwantoro, menilai bahwa infrastruktur sumber daya air menjadi fondasi kemandirian pangan, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan bahwa peningkatan ketersediaan air baku, penguatan irigasi pertanian, dan penurunan risiko banjir membuktikan manfaat pembangunan tersebut.

Sepanjang 2025, BBWSC3 mengerjakan sejumlah proyek strategis, di antaranya pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di 49 lokasi, pembangunan Intake Air Baku, revitalisasi Situ Cicinta, serta dua embung milik Grup 1 Kopassus yang kembali berfungsi sebagai kolam retensi dan pengendalian banjir.

BBWSC3 juga membangun jaringan irigasi baru di Daerah Irigasi (D.I) Cimoyan, Pandeglang, sepanjang 285 meter. Selain itu, mereka merehabilitasi jaringan irigasi di empat daerah irigasi: D.I Ciujung (15,75 km), D.I Cidurian (12,40 km), dan D.I Cibaliung (15 km), yang melayani ribuan hektare lahan pertanian.

Penguatan irigasi semakin masif melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi demi mendukung swasembada pangan.

Salah satu capaian besar lainnya yakni rampungnya pembangunan Bendungan Karian. Bendungan dengan kapasitas 314,7 juta m³ tersebut akan memasok air baku untuk Banten, DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Barat melalui Karian Dam–Serpong Water Conveyance System (KSCS) Project.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Siaga Banjir hingga Maret Mendatang

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah