CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan menggelar Bazar Ramadan 2026 dengan skala yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Program ini akan menjangkau seluruh delapan kecamatan di Kota Cilegon serta disertai pembagian sembako gratis bagi masyarakat.
Kepala Disperindag Kota Cilegon, Andriyanti, mengatakan perluasan lokasi bazar merupakan bentuk peningkatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan.
“Kalau sebelumnya hanya di satu atau dua kecamatan, pada 2026 ini kami fokuskan di delapan kecamatan. Targetnya, setiap kecamatan mendapatkan 300 paket sembako gratis,” ujar Andriyanti.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Bazar Ramadan akan melibatkan kerja sama dengan industri dan sektor ritel yang ada di Kota Cilegon, terutama melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Selain itu, Disperindag juga menggandeng industri produsen kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, tepung terigu, dan garam.
“Selain industri produsen, kami juga akan mengajak industri-industri lainnya agar ikut berpartisipasi mendukung Bazar Ramadan ini,” katanya.
Menurut Andriyanti, kegiatan bazar tidak hanya berupa pembagian sembako gratis, tetapi juga menyediakan paket sembako murah. Program tersebut akan melibatkan Bulog, ABN, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Banten.
“Polanya nanti ada bazar, penjualan sembako murah, serta pembagian sembako gratis kepada masyarakat,” jelasnya.
Rencananya, Bazar Ramadan 2026 akan mulai dilaksanakan pada pertengahan bulan Ramadan atau sekitar awal Maret 2026. Pelaksanaannya dilakukan secara bergilir di setiap kecamatan setiap pekan. Sementara untuk pembukaan secara seremonial, Disperindag Cilegon akan menetapkan satu titik lokasi khusus.
Melalui program ini, Disperindag Kota Cilegon berharap keterlibatan industri semakin besar sehingga jumlah bantuan yang disalurkan dapat meningkat dan manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Setidaknya ini menjadi bentuk perhatian pemerintah dan industri untuk berbagi serta meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan,” pungkas Andriyanti.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
