Beranda Advertorial Bayar Iuran JKN-KIS Secara Rutin, Jumilah Ikhlas Membantu Sesama

Bayar Iuran JKN-KIS Secara Rutin, Jumilah Ikhlas Membantu Sesama

55
0
Ibu Jumilah, Peserta PBPU yang aktif membayarkan iurannya meski tidak pernah menggunakan

SERANG – Jumilah, Warga Perum Banten Indah Permai (BIP) blok C6 no 15, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang merupakan salah satu dari ribuan pahlawan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang patuh membayar iuran BPJS Kesehatan. Terdaftar sejak 2017, janda satu anak ini rela menyisihkan uangnya untuk membayar rutin perbulannya mengikuti program BPJS Kesehatan.

Jumilah yang juga penjahit pakaian ini sadar akan pentingnya kesehatan sehingga ia tertarik untuk menjadi anggota BPJS Kesehatan. Ia mengaku senang jadi anggota JKN-KIS yang aktif, meskipun ia dan keluarganya belum pernah menggunakan kepesertaannya untuk berobat.

Menurutnya menjadi anggota BPJS Kesehatan merupakan keniscayaan sebagai manusia yang terlahir sebagai mahluk sosial. Program BPJS Kesehatan yaitu JKN-KIS merupakan program yang sangat bagus.

Sebab dalam program tersebut mengajarkan masyarakat untuk saling tolong-menolong dan gotong royong dalam membantu orang-orang yang mengalami sakit tapi tak mempunyai biaya untuk berobat. Yang sehat membantu yang sakit, yang kaya membantu yang miskin.

“Saya sadar dan cukup merasakan sedihnya ketika sedang ditimpa sakit parah tapi tak punya biaya untuk berobat. Semua harta hampir habis jika menggunakan biaya sendiri. Semua barang-barang penting di rumah, saya jualin untuk kesembuhan anggota keluarga saya yang sakit waktu sebelum terdaftar jadi anggota JKN-KIS, “ujarnya ditemui di kediamannya.

Jumilah mengaku pengalaman pahitnya tersebut cukup menjadi pelajaran buat dirinya, bahwa manusia harus saling tolong menolong dalam kesusahan dan kesulitan. Maka dari itu, ia mengaku tak menyesal dan merasakan kerugian apapun menjadi peserta BPJS Kesehatan.

“Dengan jadi peserta aktif JKN-KIS, saya senang bisa menolong orang-orang yang sakit, terlebih orang sakit itu tak punya biaya. Di sini serasa jadi pahlawan bagi orang-orang yang berjuang melawan sakit. Dan itu pahala yang besar, ketika apa yang kita berikan dapat bermanfaat bagi orang-orang yang sakit dan membutuhkan biaya untuk berobat, “ucapnya.

Dikatakan Jumilah, ia akan selalu mendukung program JKN-KIS. Menurutnya jadi peserta JKN-KIS membuat hidup ia lebih mulia, sebab ia yakin iuran yang rutin diberikan melalui BPJS kesehatan dapat membantu orang-orang yang lemah dan membutuhkan.

“Selain dapat membantu banyak orang yang sakit dan lemah. Saya dan keluarga juga dapat tertolong ketika ditimpa sakit. Karena BPJS Kesehatan dapat meng-covernya,” ujarnya.

Sementara itu Siti Aisah, warga Koujon, Kota Serang sangat terharu ketika ia bertemu dengan Jumilah. Sebab Siti mengaku bangga dengan orang-orang punya kepedulian tinggi terhadap warga yang sakit dan tak mampu bayar untuk berobat. Siti Aisah merupakan penderita penyakit yang kehilangan pita suara. Ia tak punya biaya untuk berobat ke rumah sakit.

“Saya sangat berterima kasih pada orang-orang yang sudah rela menyisihkan uangnya untuk membayar iuran JKN-KIS. Sebab uang tersebut sangat membantu orang-orang yang lemah. Saya berharap semoga semua anggota BPJS Kesehatan selalu diberikan kesehatan dan kesejahteraan. Dan semoga yang sakit dapat tertolong dari kesulitan biaya berobat, karena sekarang sudah ada JKN-KIS, “ujarnya. (Advetorial)