Beranda Politik Bawaslu Lebak: Pelipatan Surat Suara Pemilu 2019 Belum Capai Target

Bawaslu Lebak: Pelipatan Surat Suara Pemilu 2019 Belum Capai Target

152
0
Proses sortir dan pelipatan surat suara di Gudang Logistik KPU Lebak

LEBAK – Koordinator Divisi Pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lebak, Ade Jurkoni memantau proses sortir dan pelipatan surat suara di Gudang Logistik KPU Lebak di Pasir Ona, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung.

Menurut Ade, proses pelipatan surat suara belum memenuhi target diharapkan yakni dalam sehari mencapai 200 ribu lembar surat suara.

“Proses sortir dan lipat surat suara Pemilu baru selesai 750 ribu dari total lebih dari 5 juta surat suara Pemilu 2019,” kata Ade di Gudang Logistik KPU Lebak, Minggu (24/3/2019).

Menurut Ade, KPU menargetkan satu hari dapat melipat surat suara sebanyak 200 ribu lembar. Namun dalam kenyataannya tidak tercapai.

“Sehingga kita dari Bawaslu merekomendasikan KPU menambah tenaga kerja pelipat surat suara. dari awal 20-40 orang menjadi 100 orang,” katanya.

Penambahan tenaga pelipat penting karena waktu pemilihan sudah dekat. KPU memiliki waktu 23 hari lagi untuk menyelesaikan proses sortir dan pelipatan 5 juta surat suara.

“Semoga saja bisa tercapai sesuai waktu ditargetkan. Sehingga pendistribusian logistik dapat berjalan lancar sesuai harapan,” katanya.

Kepala Sub Bagian Keuangan Umum Logistik dan Sumber Daya Manusia KPU Lebak, Hanif Mulya Alfani membenarkan, surat suara baru selesai dilipat sebanyak 750.000.

“Itu juga baru surat suara DPR RI. Untuk surat suara lainnya baru surat suara Presiden yang hari ini baru mulai dilakukan penyortiran dan pelipatan,” katanya.

Di sisi lain Hanif mengungkapkan, surat suara yang susah diterima KPU baru surat suara DPR RI, DPD, DPRD provinsi dan surat suara PPWP. Sementara surat suara DPRD kabupaten belum datang.

“Kita masih menunggu pengiriman. Mudah-mudahan secepatnya karena selain surat suara kita masih menunggu formulir yang saat ini baru kita terima formulir c6 dan C1 plano sedangkan formulir lain belum datang,” katanya.

Terkait formulir, ditegaskan Hanif, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak provinsi, serta pusat. Namun belum bisa direalisasikan. Pihaknya diminta menunggu karena masih dalam pemesanan.

“Seandainya sudah selesai dicetak sekalipun di Jakarta siap berangkat untuk kita ambil. Termasuk logistik lainnya yang mengalami kerusakan ataupun rijek hingga sekarang belum juga diganti karena memang belum tersedia baik di gudang logistik provinsi maupun pusat,” katanya. (Ali/Red)