Beranda Pilkada Serentak 2020 Bawaslu Banten Catat Ada Beberapa Kekurangan dalam Pilkada 2020

Bawaslu Banten Catat Ada Beberapa Kekurangan dalam Pilkada 2020

Ilustrasi - foto istimewa google.com

 

PANDEGLANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten mencatat beberapa kekurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 ini. Beberapa catatan tersebut nantinya akan direkomendasikan sebagai evaluasi Pemilu mendatang.

Koordinator Divisi Organisasi pada Bawaslu Banten, Abdurrosyid Siddiq mengatakan, dalam penyelenggaraan Pilkada kali ini banyak sekali kekurangan dan kelemahan yang harus diperbaiki agar Pemilu mendatang lebih baik lagi.

“Ada istilah pengalaman adalah guru yang terbaik, ini berlaku juga bagi penyelenggaraan Pemilu supaya pengalaman itu menjadi pembelajaran agar di kemudian hari menjadi lebih baik,” jelas pria yang akrab disapa Ocid ini, Rabu (16/12/2020).

“Pelanggaran yang terjadi itu menjadi pembelajaran agar pelaksanaan selanjutnya itu lebih baik dan sukses. Kami memotret beberapa kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaan Pilkada kali ini, rinciannya sangat banyak,” sambungnya.

Beberapa catatan itu diantaranya, tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada tahun ini menjadi perhatian penting pengawas karena di laksanakan dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Misalnya partisipasi masyarakat, kita tahu Pemilu yang dilaksanakan pada situasi normal saja itu muncul masalah, apalagi Pemilu yang dilakukan dalam situasi darurat seperti ini, yang saya maksud pandemi,” katanya.

Selain itu, catatan yang tidak kalah penting lainnya terkait bulan dilaksanakannya Pemilu. Sebab kata dia, Bulan September hingga Desember merupakan musim penghujan untuk wilayah Indonesia, makanya ke depan dia meminta agar Pemilu tidak dilakukan di bulan-bulan tersebut.

“Apalagi Desember ini musim hujan itu yang mengharuskan kerja lebih dari kami itu menjadi catatan jadi antara lain ke depan itu jangan menetapkan waktu pada saat musim penghujan. Akhirnya menjadi akumulatif, ya pandemi ya hujan. Pandeglang bagian selatan H-1 masih banjir dan itu menjadi pemikiran kami tapi untungnya tidak sampai ada pembatalan,” tutupnya. (Med/Red)