
SERANG – Di tengah gempuran era digital dan minimnya ruang pertemuan sosial yang bermakna bagi remaja, Provinsi Banten mencoba menghidupkan kembali nilai-nilai yang dulu tertanam kuat dalam kegiatan sekolah: kedisiplinan, cinta tanah air, dan kebersamaan.
Lewat Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) dan Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) tingkat SMA/sederajat se-Banten, semangat itu kembali menyala. Sabtu (2/8/2025), Lapangan Upacara Gubernur Banten di KP3B Curug bukan hanya menjadi ajang adu formasi baris berbaris—lebih dari itu, menjadi ruang pertemuan nilai-nilai luhur dengan generasi yang akan mewarisinya.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyebut kegiatan ini sebagai lebih dari sekadar lomba. “Kita ingin anak-anak bukan hanya tahu baris-berbaris atau tata upacara, tapi juga belajar cinta tanah air, disiplin, dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting di tengah tantangan zaman, mulai dari degradasi moral hingga dominasi gadget dalam keseharian anak muda.
“Kita ingin mereka kembali aktif, kembali bersosialisasi, tidak hanya hidup di dunia maya. Inilah cara kita menanamkan semangat kebangsaan secara nyata,” kata Andra.
Ia juga berjanji akan memperluas cakupan kegiatan serupa ke tingkat SD dan SMP, sebagai langkah awal membangun karakter anak sejak dini.
Apa yang selama ini dianggap sebagai rutinitas sekolah ternyata menyimpan kekuatan pembentukan karakter. LKBB dan LTUB bukan hanya soal langkah serempak atau upacara yang khidmat, melainkan tentang kebiasaan kecil yang mendidik.
Agus Subagyo, Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI yang menggagas kegiatan ini, menyebut kegiatan ini sebagai perlawanan halus terhadap pelemahan nilai-nilai kebangsaan di kalangan muda.
“Kita tahu banyak anak muda yang mulai kehilangan arah karena kurangnya teladan atau ruang untuk menghayati makna menjadi bagian dari bangsa. LKBB dan LTUB ini adalah cara kita memulainya lagi,” ujar Agus.
Tahun ini, kegiatan ini digelar di 7 provinsi sebagai pilot project. Puncaknya akan berlangsung di halaman MPR RI, akhir Agustus mendatang, yang menjadi momen unjuk kebanggaan bagi para juara.
Bagi Rusli Mandailing, Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Banten, yang juga menjadi penyelenggara teknis, lomba ini bukan semata soal piala.
“Kita sedang mencetak anak-anak yang berkarakter, yang berani tampil, yang paham bagaimana menjadi pemimpin dan bagian dari tim. Itu nilai yang tidak bisa diajarkan lewat layar ponsel,” katanya.
Pemenang tingkat Provinsi Banten akan berangkat ke Jakarta untuk tampil di hadapan para tokoh bangsa. Tapi yang lebih penting, mereka akan membawa serta semangat bahwa menjadi muda bukan berarti melupakan akar kebangsaan.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin