Author: Iin fuzia

Terpilih Kelola Jaringan 4G USO di Sumatera, Layanan 4G XL Axiata Meluas Hingga Natuna

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terpilih menjadi salah satu operator mitra kerja sama pemerintah dalam program penyediaan layanan seluler 4G di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).  Menurut pengumuman Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) tersebut, program ini merupakan bagian dari realisasi jaringan 4G Universal Service Obligation (USO) yang dikoordinasi oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Bagi XL Axiata, partisipasi dalam program ini merupakan bagian dari komitmen XL Axiata memasuki usia 25 tahun dalam upaya “Membangun Indonesia Digital”. Direktur Teknologi & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan total ada 132 titik desa kategori 3T yang berada di tujuh provinsi yang akan kami kelola melalui program USO ini. Semua titik tersebut berada di area yang benar-benar terpencil, bahkan hampir semuanya berada di perbatasan wilayah NKRI dengan wilayah negara tetangga atau perairan internasional. “Karena itu kami merasa terhormat mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk mengelola jaringan dan layanan 4G di titik-titik terpencil tersebut, karena ini tidak hanya bicara tentang bisnis, tetapi juga menyangkut bagaimana kami terpanggil untuk turut memperkuat kedaulatan wilayah Republik Indonesia,” ujarnya, Selasa (5/10/2021). Menurut Gede, dalam program ini, XL Axiata bertugas untuk mengintegrasikan infrastruktur jaringan 4G USO yang disediakan oleh BAKTI dengan jaringan core dan billing milik XL Axiata, termasuk memberikan layanan pelanggan secara end to end. Penetapan setiap titik lokasi ditetapkan oleh pemerintah. BAKTI sebagai penanggung jawab penyedia infrastruktur radio dan backhaul sampai ke titik point of integration dengan operator seluler. Dari daftar titik-titik lokasi jaringan 4G USO yang akan dikelola oleh XL Axiata tersebut, beberapa di antaranya berada di Samudera Hindia seperti Mentawai (Sumatera Barat), Nias (Sumatera Utara), serta Pulau Banyak dan Pulau Aceh (Aceh). Lalu ada juga Natuna dan Anambas (Kepulauan Riau) yang jauh di Laut Cina Selatan. Selanjutnya di perairan Selat Malaka ada antara lain Pulau Jemur, Rupat Utama, dan Kepulauan Meranti yang masuk Provinsi Riau. Titik lainnya berada di desa-desa terpencil yang tersebar di Pelalawan (Riau), Singkil (Aceh), Bintan (Kepulauan Riau), Seluma (Bengkulu), dan Pesisir Barat (Lampung). “Semua jaringan yang dibangun dalam program ini merupakan jaringan 4G dan akan menggunakan koneksi vsat dan terestrial. Semua aspek teknis pembangunan infrastruktur jaringan radio dan transport sampai ke titik interkoneksi dengan operator, akan ditangani oleh BAKTI. Untuk operasionalnya, tentu kami perlu menunggu pembangunan infrastruktur ini selesai, sehingga dapat kami integrasikan dengan jaringan core, billing serta system layanan pelanggan kami. Informasi yang kami terima, pembangunan di sejumlah titik lokasi sudah akan dilaksanakan sebelum akhir tahun, selebihnya di tahun depan,” lanjut Gede. Komitmen membangun jaringan 4G Terpilihnya XL Axiata dalam tender pengelolaan jaringan 4G USO di Sumatera ini semakin memperkuat komitmen perseroan untuk turut membangun jaringan 4G ke daerah terpencil. Di luar program USO ini, XL Axiata juga sudah menegaskan komitmen kepada pemerintah untuk membangun jaringan 4G ke 861 desa terpencil. Selain itu, pada tender program USO sebelumnya, XL Axiata juga terpilih untuk mengelola ratusan titik desa terpencil yang tersebar di berbagai provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua dan Papua Barat. Manajemen XL Axiata berharap, keikutsertaan pihaknya dalam menyediakan jaringan 4G, baik melalui program USO maupun perluasan jaringan secara mandiri, akan mampu ikut menghapus kesenjangan akses internet di area-area terpencil di berbagai daerah. Dengan tersedianya layanan data pita lebar ini, semoga akan memacu roda perekonomian masyarakat setempat. Selain itu, keberadaan layanan seluler 4G XL Axiata akan bisa menjembatani masyarakat sekitar dalam mengakses informasi yang setara dengan daerah lain. (***)

Kementerian PPPA RI, XL Axiata dan IWAPI Sepakat Pentingnya Pemberdayakan Perempuan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA), PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) sepakat mendorong penguatan kepemimpinan perempuan Indonesia di ranah publik dan swasta. Ketiga pihak menyerukan hal tersebut di dalam acara webinar bertema “Pentingnya Kepemimpinan Perempuan dalam Sektor Publik dan Privat”. Menurut mereka, kaum perempuan Indonesia memiliki peranan yang penting dalam memajukan dan menumbuhkan perekonomian negara. Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian agenda menyambut pelaksanaan “G20 Presidensi Indonesia 2022”, di mana Indonesia juga akan memegang posisi presidensi untuk Forum G20 Empower. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga hadir secara online membuka webinar yang menampilkan narasumber Plt. Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA, Indra Gunawan, Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi, serta Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini. Bintang Puspayoga mengatakan berbagai tantangan masih dihadapi para perempuan di Indonesia seperti  diskriminasi, stigmatisasi, marginalisasi, subordinasi dan bahkan kekerasan. Oleh karenanya akses, partisipasi, kontrol dan manfaat perlu terus diperluas agar perempuan di dunia usaha bisa terus berkontribusi dalam pembangunan dan bisa menjadi bagian solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi. “Berbagai praktik baik tentang kepemimpinan perempuan dan berbagai program-program terobosan yang dilakukan oleh dunia usaha dalam pemberdayaan perempuan perlu terus dipromosikan agar peran dan kontribusi perempuan dapat terus dikenali dalam proses kepemimpinan di berbagai level,” ujarnya. Menteri PPPA menambahkan, Presiden Joko Widodo telah memberikan lima arahan prioritas terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam kurun waktu 2020-2024. Salah satunya adalah pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai hulu dari berbagai persoalan pemberdayaan perempuan. Hal ini bisa memperkuat relasi kuasa dengan laki-laki, sehingga perempuan tidak terjebak dalam lingkar kekerasan dan kemiskinan. Oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan akan memberikan multiplier effect karena selain memberdayakan perempuan itu sendiri, juga akan berkontribusi besar terhadap kesejahteraan keluarga, bahkan bangsa. Sementara itu Indra Gunawan menyampaikan bahwa Kementerian PPPA bersama dengan XL Axiata dan IWAPI menjadi focal point dalam mempromosikan pentingnya kepemimpinan perempuan dalam dunia usaha melalui G20 EMPOWER. Melalui aliansi ini Indonesia ingin mempromosikan praktik baik dari perusahaan maupun pemerintah dalam mendorong kepemimpinan perempuan. Indonesia juga telah memiliki advocate dari sektor privat yang terlibat dalam mempromosikan peran kepemimpinan yang berperspektif gender dalam perusahaan. Menurutnya, inisiatif kesetaraan gender ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari berbagai perusahaan serta pemerintahan secara global dan nasional. Semakin hari semakin banyak perusahaan yang sadar dengan prioritas kesetaraan gender untuk mendorong inklusivitas, sekaligus meningkatkan produktivitas, profitabilitas, serta menjamin kesinambungan sumberdaya manusia, khususnya dalam jabatan managerial. Salah satu manfaat riil dari gender equality yang telah banyak dialami organisasi adalah tersedianya sumberdaya manusia untuk mendukung perkembangan dan mengoptimalkan kinerja dari organisasi atau perusahaan. Terkait hal ini, pada G20 Presidensi Indonesia 2022, G20 EMPOWER Indonesia akan membawa tiga tema utama. Pertama, meningkatkan akuntabilitas perusahaan dalam pencapain Key Performance Indicators untuk peningkatan peran perempuan. Kedua, memiliki program untuk mendorong peran UKM milik perempuan sebagai penggerak ekonomi. Ketiga, membangun dan meningkatkan ketahanan digital dan skill perempuan dalam model kerja yang akan datang. Selain itu, ada beberapa isu yang akan dibahas sebagai bagian dari tema G20 EMPOWER, antara lain mengenai kepemimpinan perempuan di sektor publik dan privat, perempuan dan kesempatan pengembangan karir; serta kesetaraan, peran, kesempatan dan posisi perempuan dalam sektor publik dan privat. Kemudian juga ada terkait tentang peran perempuan dalam industri yang didominasi laki-laki (khususnya isu STEM). Pengalaman baik dari XL Axiata Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini memaparkan pengalaman perusahaannya dalam menerapkan kebijakan terkait kesetaraan gender dan dukungan kepada karyawan untuk mencapai level pimpinan perusahaan. Menurutnya, bagi XL Axiata yang merupakan perusahaan berbasis digital, keragaman talent memang diperlukan. Apalagi, berdasarkan penelitian, adanya perempuan di posisi pimpinan perusahaan akan meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan. Karena itu, kesetaraan gender di XL Axiata menjadi kebijakan dan agenda perusahaan. “Sejumlah program kemudian kami buat untuk mendorong karyawan perempuan untuk membangun karir hingga posisi pimpinan, bahkan mulai perekrutan tidak ada diskriminasi gender. Bahkan, ada program bimbingan khusus bagi talent perempuan yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan karirnya. Hasil dari kebijakan yang pro kesetaraan gender di XL Axiata tersebut telah membuahkan hasil positif. Saat ini ada dua perempuan yang menduduki posisi sebagai direktur. Selain itu, 30% posisi leader dipegang oleh perempuan. Lebih dari itu, karyawan perempuan menjadi lebih loyal, di mana perempuan yang berpindah ke perusahaan lain lebih sedikit di banding karyawan pria,” tambah Dian. Dian juga menegaskan perlunya mengubah persepsi keliru yang selama ini sudah tertanam di benak sebagian masyarakat yang menyatakan bahwa bidang teknologi dan STEM bukanlah dunianya perempuan. Padahal menurutnya bidang STEM sama sekali tidak ada hubungannya dengan gender, atau dengan kata lain sama sekali tidak ada alasan perempuan tidak bisa menggeluti bahkan menjadi leader di bidang tersebut. Menurutnya, partisipasi perusahaan swasta dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan di Indonesia sangat diperlukan untuk memastikan kesetaraan bagi pekerja perempuan dalam mendapatkan kesempatan menduduki posisi pimpinan. Selain itu, perlu pula agar seluruh sektor, bekerja sama dalam menciptakan wadah maupun program yang dapat membantu para perempuan Indonesia mengembangkan usaha dan bakat mereka. Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi menyampaikan, tantangan dalam upaya pemberdayaan perempuan adalah budaya patriarki yang masih kental yang menjadi beban ganda bagi perempuan dalam wujud stigma, stereotype, dan glass ceiling effect yang menghambat kemajuan karir perempuan. Padahal menurutnya, perusahaan yang menerapkan keseteraan gender pada karyawannya akan mendapatkan berbagai keuntungan yang bisa meningkatkan kinerjanya. Dia antara lain menyebut, kemampuan mengakomodir kebutuhan pelanggan akan meningkat. Karena itu, penerapan keseteraaan gender ini bukan hanya menyangkut jam kerja yang fleksible bagi karyawan perempuan, melainkan juga bagaimana melibatkan mereka dalam hal meraih kesuksesan serta dalam kebijakan strategis lainnya. G20 EMPOWERs Best Practices Playbook 2021 Playbook 2021 adalah salah satu upaya keberlanjutan dari G20 EMPOWER dalam bentuk buku yang berisi kumpulan best practices oleh 400 advocates/pemimpin untuk mengumpulkan berbagai insight dari sektor publik maupun swasta. Playbook ini disusun sejak 2020 atas prakarsa G20 EMPOWER Saudi Presidency dan didukung oleh Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD). Sejak pertama kali dilucurkan pada 21 September 2021, Playbook ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, khususnya para pemimpin perempuan dari sektor publik dan swasta. Tujuan dari Playbook ini adalah mengumpulkan berbagai pemahaman mengenai seperti apa kiat dalam mempercepat peningkatan peran perempuan di berbagai sektor. Playbook ini sendiri dirancang antara lain untuk mempelajari berbagai praktik/kebijakan, ide, hingga insight yang dapat diadopsi dari berbagai sektor di banyak negara. Selain itu juga akan memungkinkan bagi pemerintah dari negara anggota G20 untuk belajar tentang praktik terbaik yang dapat diterapkan terkait kolaborasi lintas sektor yang diterapkan di berbagai negara. Kemudian, menjadi kesempatan bagi para G20 EMPOWER Advocates untuk berbagi pengalaman kolaborasi terbaik mereka bersama pemerintah dalam mengembangkan pemberdayaan perempuan. Terakhir, sebagai salah satu wadah yang dapat menghubungkan perusahaan dan pemerintah dalam hal memperkuat jaringan G20 EMPOWER di seluruh negara anggota G20. G20 EMPOWER Playbook 2021 dapat di akses melalui tautan ini : https://www.g20.org/wp-content/uploads/2021/09/Empower-Playbook-2021-complete_September-20_compressed.pdf (***)

Advance Intelligence Group Umumkan Pendanaan Seri D Senilai USD 400 Juta

Advance Intelligence Group, sebuah perusahaan teknologi berbasis AI yang berkantor pusat di Singapura mengumumkan penutupan pendanaan putaran Seri D senilai USD 400 juta lebih dari konsorsium investor yang dipimpin oleh SoftBank Vision Fund 2* dan Warburg Pincus. Investor lainnya adalah Northstar, Vision Plus Capital, Gaorong Capital dan investor global EDBI yang berbasis di Singapura. Dengan valuasi lebih dari USD2 miliar, Advance Intelligence Group kini menjadi salah satu startup teknologi independen terbesar yang berbasis di Singapura. Didirikan pada tahun 2016, grup telah membangun ekosistem produk dan layanan yang didukung oleh AI, yang mendukung kredit, termasuk penyedia beli sekarang bayar nanti Atome, analitik data besar SaaS, dan solusi perusahaan ADVANCE.AI, platform pinjaman digital populer di Indonesia Kredit Pintar dan omnichannel platform layanan mitra pedagang e-niaga Ginee. Advance Intelligence Group telah mempekerjakan sekitar 1.500 staf dan saat ini telah beroperasi di 12 market Asia Selatan dan Asia Tenggara, Tiongkok Raya, dan Amerika Latin. Kini, bisnis perusahaan dan konsumennya melayani lebih dari 800 klien perusahaan, 100.000 mitra pedagang, dan 20 juta konsumen. Advance Intelligence Group berencana untuk menggunakan modal baru untuk mendorong pertumbuhan BNPL (Buy-Now Pay-Later) dan kehadiran pinjaman digital di seluruh Asia, memperdalam kemampuan analitik AI dan data besar dan cakupan klien perusahaan, dan menumbuhkan kumpulan bakat globalnya. Selain itu, grup berupaya memanfaatkan jaringan mendalam, pengalaman, dan keahlian investornya untuk memaksimalkan peluang kemitraan dan komersial. Jefferson Chen, Co-Founder, Group Chairman, dan CEO dari Advance Intelligence Group, mengatakan bahwa pencapaian penting ini tidak terlepas dari klien, pelanggan, mitra, investor, dan kolega yang percaya pada kemampuan transformatif AI untuk mendukung masa depan ekonomi digital. “Inti dari visi kami adalah membuat ekosistem pasar yang didukung AI dan kredit guna mendorong perdagangan digital serta layanan keuangan digital di seluruh Asia. Pembiayaan baru juga akan mempercepat transformasi digital perusahaan serta mitra pedagang, besar dan kecil, sekaligus memungkinkan akses lebih adil melalui kredit dan inklusi keuangan untuk konsumen dan bisnis yang belum terlayani,” ujarnya, Kamis (30/9/2021). Greg Moon, Managing Partner di SoftBank Investment Advisers, mengatakan didukung oleh AI dan big data, Advance Intelligence Group menyediakan rangkaian produk dan layanan keuangan beragam kepada konsumen dan perusahaan di seluruh Asia Tenggara. “Pendekatan AI-first Grup telah memungkinkan mereka untuk memberikan solusi inovatif dan mengembangkan produk baru. Kami senang dapat bermitra dengan Jefferson serta seluruh tim guna mendukung misi mereka dalam mengembangkan layanan keuangan yang dapat diakses serta terjangkau,” katanya. Saurabh Agarwal, Managing Director Warburg Pincus, mengatakan pihak sangat antusias dalam menjalin kemitraan ini dengan Advance Intelligence Group dan tim yang luar biasa yang memiliki rekam jejak kuat dalam pinjaman digital, teknologi, dan manajemen risiko berbasis AI. Market Asia mewakili salah satu pasar digital terbesar dengan perkembangan pesat secara global dengan populasi kelas menengah yang sangat terhubung guna mencari solusi yang andal serta fleksibel untuk mengatasi kebutuhan kredit mereka yang belum terpenuhi. “Kami yakin grup berada di posisi yang tepat untuk menangkap peluang pertumbuhan yang luar biasa di kawasan ini dengan penawaran produk terbaik di kelasnya dan strategi go-to-market yang berbeda. Kami berharap dapat berkolaborasi secara lanjut dengan tim manajemen untuk menumbuhkan grup menjadi pasar kredit dengan kekuatan AI terkemuka dalam layanan keuangan digital,” katanya. Patrick Walujo, Co-Founder dan Managing Partner Northstar, mengatakan pihaknya telah mengenal dan bekerja sama secara intens dengan Jefferson dan timnya sejak Advance Intelligence Group didirikan pada tahun 2016 dan telah menyaksikan secara langsung eksekusi tim yang mengesankan saat perusahaan tumbuh dari Penyedia solusi analitik yang berfokus pada SaaS untuk platform pinjaman digital teratas di Indonesia, dan sekarang membangun lini bisnis BNPL (Buy-Now Pay-Later) dan omnichannel enabler ecommerce yang terus berkembang pesat. “Kami senang dapat terus bermitra dengan manajemen untuk mendorong grup menjadi perusahaan layanan keuangan digital dengan kekuatan AI terkemuka di Asia,” ucapnya. (***)

Kredit Pintar Merayakan Tahun Ke 4 Aktif Melayani Indonesia

Kredit Pintar, sebuah platform fintech terdepan yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), merayakan tahun keempat aktif melayani kebutuhan finansial masyarakat di Indonesia melalui rangkaian acara Kepiversary. Kredit Pintar adalah salah satu aplikasi digital lending terbaik dengan jumlah download sebanyak lebih dari 20 juta dan telah memberikan pencairan pinjaman lebih dari 15 Triliun Rupiah hingga hari ini. Sejak terdaftar di tahun 2018, Kredit Pintar telah berkomitmen dalam perluasan inklusi finansial bagi masyarakat Indonesia melalui akses dan penyediaan pinjaman jangka pendek melalui aplikasi selulernya. Di tahun 2021 Kredit Pintar Indonesia telah meraih penghargaan Top Brand Award dari penyelenggaraan survei nasional yang digelar oleh The Frontier Group. Kredit Pintar Indonesia juga telah meluncurkan berbagai fitur baru dalam aplikasinya di tahun ini guna mengembangkan literasi keuangan melalui Forum Pintar Discover, Blog Kredit Pintar, dan melalui berbagai konten di media sosial Kredit Pintar (Instagram, Facebook, Youtube, dan TikTok). Selain itu, Kredit Pintar juga menginisiasi Kerjasama dengan beberapa media massa, perguruan tinggi, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), dan komunitas keuangan di Indonesia untuk membagikan pengetahuan tentang literasi keuangan, bagaimana mendeteksi dan mencegah terjadinya penipuan online, dan juga manajemen keuangan pribadi yang bertanggung jawab. Wisely Wijaya, Direktur Kredit Pintar Indonesia, mengatakan melalui akses dan penyediaan pinjaman dari aplikasi Kredit Pintar yang mudah dan aman, kami memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan menyediakan pembiayaan jangka pendek bagi masyarakat Indonesia dan meningkatkan inklusi finansial bagi masyarakat yang tidak bisa mengakses produk dan layanan perbankan. “Dalam tahun keempat kami beroperasi dan juga berkomitmen meningkatkan pengetahuan literasi keuangan dan pengelolaan keuangan pribadi yang baik melalui berbagai konten yang terdapat pada aplikasi kami juga atas kerjasama dengan media partner, perguruan tinggi, AFPI, serta komunitas keuangan lainnya,” ujarnya, Selasa (28/9/2021). Rayakan Kontribusi Melalui Rangkaian Acara Kepiversary Kredit Pintar Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi dalam rangkaian acara Kepiversary. Ada banyak kegiatan dengan berbagi hadiah siap untuk dimenangkan, seperti Pintar Discover Snap ‘n Share, Rebut Kejutan Kepi, dan tantangan Kepiversary. Selain itu, ada juga acara yang diadakan sebagai kontribusi terhadap inklusi finansial, yaitu Webinar Kredit Pintar yang akan membagikan pengetahuan tentang pengaturan keuangan bagi pemula. Jangan lewatkan keseruan perayaan Kredit Pintar tahun ini untuk memenangkan hadiah yang tersedia. Tentang Kredit Pintar Kredit Pintar adalah platform teknologi keuangan pendanaan terdepan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kredit Pintar memiliki lebih dari 20 juta download dan rating bintang 4.5 di Google Play. Kredit Pintar memanfaatkan teknologi Big Data dan Alternative Data guna memproses mitigasi guna menghasilkan aset pinjaman yang berkualitas. (***)

Hutan Itu Indonesia Ajak Anak Muda #JagaHutan Lewat Konser Segala Dalam Nada

Hari ini Hutan Itu Indonesia mengadakan Konser “Segala Dalam Nada” yang didahului dengan Talk Show untuk mengajak anak muda di seluruh Indonesia melakukan #JagaHutan dalam rangka memperingati Hari Hutan Indonesia. Acara ini akan disiarkan ke berbagai daerah di Indonesia pada pukul 13.00 – 14.00 WIB melalui TVRI Nasional dan dapat diakses dari kanal Youtube TVRI Nasional. “Acara Konser ‘Segala Dalam Nada’ menjadi bagian dari Festival Hari Hutan Indonesia selama bulan Agustus hingga akhir Oktober 2021. Festival ini adalah hasil kolaborasi bersama 26 organisasi masyarakat sipil dan komunitas muda yang memiliki visi menjadikan hutan, keanekaragaman hayati, serta perlindungan alam sebagai bagian dari identitas anak muda Indonesia,” jelas Rinawati Eko, Ketua dan Co-founder Hutan Itu Indonesia. Tambahnya lagi, “Ada banyak hal telah dikontribusikan anak muda dalam mengajak publik luas untuk menjaga hutan, diantaranya lewat lagu. Sudah lebih dari 100 karya cover lagu terkait hutan terkumpul di kami sejauh ini. Kontribusi juga diberikan dalam bentuk urun dana publik untuk Program Adopsi Pohon di Hutan Laman Satong, Kalimantan Barat, melalui platform Kitabisa.com/UntukHutan hingga tanggal 31 Oktober 2021 nanti. Kita sebagai individu harus punya kesadaran bahwa anak muda bisa membuat perubahan sistemis. Ayo gotong royong untuk #JagaHutan.” Ir. Hendarman, MSc., Ph.D, Plt Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemdikbudristek RI, turut mendukung dan menyatakan, “Kita masing-masing harus punya komitmen dalam menjaga kekayaan hutan tetap lestari dan hidup sepanjang masa. Kita perlu melakukan sinergi, kolaborasi, dan ini semua dalam jiwa gotong royong. Sinergitas sangat penting agar kita dapat konsisten dengan komitmen terhadap hutan. Selain itu, sinergitas juga menjadi prinsip dalam merdeka belajar, yang menjadi ikon dari Kemdikbudristek,” Ir. Hendarman, MSc., Ph.D dan Verena Puspawardani, Co-founder Hutan Itu Indonesia, akan tampil sebagai narasumber dalam Talkshow “Cinta Hutan” dengan Jessica Yo sebagai moderator. Setelah Talkshow, Feby Putri akan tampil tunggal dalam Konser “Segala Dalam Nada” dan menyuarakan rasa cintanya pada hutan, dengan Prisca Niken sebagai pembawa acara. Saat ditanya tentang kaitan hutan dengan karya-karyanya, Feby Putri mengatakan, “Hutan yang hijau bisa memberikan semangat, energi positif, pikiran yang bersih, dan inspirasi. Suara alam dan udaranya bisa menciptakan kedamaian. Apalagi aku juga penulis lagu. Inspirasi lah sangat penting.” Ada banyak hadiah mulai dari merchandise, souvenir, kartu e-money, dan uang elektronik senilai jutaan rupiah dengan mengikuti giveaway-nya di media sosial Instagram dan Twitter @hutanituid hadiah didapatkan setelah kegiatan berakhir. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan kunjungi akun media sosial Hutan Itu Indonesia dan website www.hutanitu.id (***)

XL Axiata Dorong Swasta Tingkatkan Pemberdayaan Pekerja Perempuan

Dunia kerja telah berubah dengan cepat yang didorong oleh penerapan otomatisasi dan digitalisasi serta akibat dari pandemi Covid-19 yang telah mengubah arah berbagai bidang industri dan profesi. Perkembangan ini memunculkan kemungkinan dampak negatif bagi kalangan pekerja perempuan, di mana proporsi mereka secara kesetaraan gender di bidang digital masih sangat kurang. Peran sektor swasta dalam memperjuangkan kesetaraan gender semakin penting dan mendesak di era digitalisasi industri saat ini. Untuk itu, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus berupaya mendorong pelaku dunia usaha swasta untuk meningkatkan pemberdayaan pekerja perempuan guna meminimalisir dampak digitalisasi dan otomatisasi terhadap eksistensi mereka. Data dari World Economic Forum menunjukkan, proporsi pekerja perempuan yang bekerja pada bidang teknologi baru masih sangat minim. Direktur & Chief Strategic Transformation and Information Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya, yang juga menjabat selaku Chair dari G20 EMPOWER mengatakan dunia kerja telah berubah dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang didorong oleh penerapan otomatisasi dan digitalisasi yang terus meningkat, serta akibat dari pandemi Covid-19 yang telah mengubah arah berbagai bidang industri dan profesi. “Perkembangan ini memunculkan dampak yang besar pada banyak kelompok masyarakat di seluruh dunia, termasuk kemungkinan memberikan efek negatif bagi kalangan pekerja perempuan di mana proporsi kesetaraan gender mereka di bidang digital masih sangat kurang,” ujarnya, Jumat (24/9/2021). Laporan The World Economic Forum’s Future of Jobs 2020 mengungkapkan bahwa 84% pengusaha mempercepat agenda digitalisasi mereka dan 50% pengusaha berniat untuk mempercepat otomatisasi di bidang pekerjaan. Perubahan ini kemungkinan akan mempercepat penghilangan serangkaian peran pekerjaan yang semakin tidak dibutuhkan di dalam dunia kerja baru, dan juga akan mempercepat penciptaan peran baru yang dapat mendorong terciptanya taraf kemakmuran di dunia kerja baru. Karena itu, kalangan pekerja perempuan perlu melakukan upaya ekstra agar tidak tertinggal, mengingat kesenjangan gender saat ini masih terdapat di beberapa bidang pekerjaan ilmiah dan teknis, serta keterampilan dalam kepemimpinan. Saat ini, kurang dari 20% pekerja teknologi adalah perempuan di banyak negara maju, dan hanya 1,4% pekerja perempuan yang memiliki pekerjaan mengembangkan, memelihara, atau mengoperasikan sistem TIK, dibandingkan dengan 5,5% pekerja laki-laki. Dukungan yang terarah adalah faktor kunci dalam mencapai kesetaraan gender bagi kaum perempuan, menghilangkan hambatan ketidaksetaraan dan memungkinkan mereka melakukan transisi yang diperlukan di bidang pekerjaan yang lebih produktif dan bergaji lebih tinggi. Penelitian menyarankan bahwa sektor swasta harus berinvestasi lebih banyak dalam melatih kembali karyawan perempuan, atau bermitra dengan lembaga akademis lainnya untuk memperluas keterampilan dan kompetensi bagi perempuan yang mewakili sekitar 160 juta pekerjaan yang akan digantikan oleh sistem otomatisasi. “Sebagai Perwakilan G20 EMPOWER untuk Indonesia, saya berharap para pemimpin sektor swasta untuk bekerja sama dengan pemerintah kita untuk segera mempromosikan dan menerapkan kebijakan dan tindakan yang berpihak pada kesetaraan gender yang akan memungkinkan kaum perempuan untuk dapat ikut berpartisipasi di masa depan berbagai bidang pekerjaan, dengan mempersempit kesenjangan gender dan dengan mempercepat keterwakilan perempuan di tingkat pimpinan, terutama dalam kelompok pekerjaan yang kurang terwakili di mana pertumbuhan besar diperkirakan akan terjadi”, jelas Yessie lebih jauh. G20 EMPOWER merupakan aliansi yang diluncurkan pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang pada tahun 2019. G20 EMPOWER sendiri bertujuan untuk membangun dan mendukung jejaring sektor swasta di negara-negara anggota G20 dalam mengidentifikasi tantangan dan mendukung kesetaraan gender serta kemajuan kepemimpinan perempuan di sektor swasta. Keanggotaan G20 Empower Indonesia saat ini diwakili oleh focal point yang terdiri dari perwakilan Kemen PPPA RI, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), dan PT XL Axiata Tbk. (***)

Bazma Pertamina dan Dompet Dhuafa Kolaboraksi Bangun Rumah Singgah Pasien

Melihat permintaan rumah singgah pasien semakin hari semakin meningkat, Dompet Dhuafa  bekerjasama dengan Baituzzakah PT. Pertamima (Persero) Refinery Unit IV Cilacap (BAZMA Pertamina) menambah fasilitas Rumah Singgah Pasien. Proses pembangunan dimulai Rabu (22/9/2021) ditandai dengan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan yang menjadi satu komplek dengan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jateng, di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hadir dalam acara sekaligus simbolis melakukan peletakan batu pertama diantaranya, Wakil Bupati Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, Ketua Cabang Bazma Pertamina RU IV Cilacap, H. Ahmad Din Sormin, ST, dan Satria Nova, Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Tengah. Dengan hadirnya layanan rumah singgah pasien ini, harapannya menjadi solusi bagi pasien-pasien dhuafa dalam menjalani pengobatan di rumah sakit-rumah sakit yang jauh dari kediaman mereka. “Di Rumah Singgah Pasien, selain mendapatkan rumah untuk tinggal, pasien pun dapat mengakses layanan lainnya seperti kebutuhan konsumsi, transportasi, pendampingan rohani dan spiritual keagamaan, psikososial, serta layanan palliative care. Pasien tidak perlu bolak balik, sehingga para pasien dapat fokus menjalani pengobatan tanpa khawatir harus mencari tempat kos, konsumsi maupun transportasi,” ucap Satria Nova selaku Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Tengah. “Rumah Singgah Pasien atau Shelter Pasien adalah tempat menginap bagi pasien dan pendamping pasien yang sedang melakukan pengobatan dalam jangka panjang maupun jangka pendek di rumah sakit-rumah sakit yang ada di Kota Purwokerto. Kabupaten Banyumas,” tambah Satria Nova. Kondisi sosial ekonomi para pasien yang datang dari berbagai wilayah di Barlingmascakeb maupun Kabupaten maupun Kota lainnya kebanyakan pasien tidak mampu. Mereka dirujuk ke rumah sakit-rumah sakit yang berada di Kabupaten Banyumas untuk terapi maupun perawatan lebih lanjut seperti RSUD Margono Soekardjo, RSUD Banyumas dan beberapa RS swasta lainnya. (***)

Survei Pandangan Masyarakat Tentang Vaksinasi Covid-19: Kepuasan Terhadap Proses Vaksinasi Tinggi

Hasil survei Change.org Indonesia, Katadata Insight Center (KIC) dan KawalCOVID19.id menampilkan data bahwa hampir semua yang sudah mengalami proses vaksinasi pertama ingin menyelesaikan dua dosis, dan sebagian besar puas dengan prosesnya dengan beberapa catatan perbaikan dalam pelaksanaannya. Efraim Leonard, campaigner dari Change.org Indonesia menyampaikan, “Melalui hasil survei yang ini, kami bisa memetakan masalah-masalah apa yang dihadapi masyarakat, terutama terkait dengan pengalaman vaksinasi mereka. Ini penting agar masyarakat bisa bergerak dan bersuara untuk memperbaiki program vaksinasi ke depannya,” ujarnya, Rabu (22/9/2021). Survei ini disebarkan 6-21 Agustus 2021 secara online ke seluruh Indonesia dengan melibatkan 8.299 responden menggunakan metode convenience sampling. Lokasi dan jumlah dosis vaksinasi Dalam paparannya, Head of Katadata Insight Center (KIC) Adek Media Roza menyebutkan bahwa 32,8% dari 6.468 responden divaksinasi di sentra yang diadakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, disusul dengan Puskesmas (21,8%) dan sentra vaksinasi non-pemerintah (17,2%). Sebesar 9,2% responden menyatakan divaksinasi di tempat kerja. Sebesar 35,4% (atau 2.288) responden yang sudah divaksinasi baru mendapatkan satu dosis ketika survei berlangsung, dan 93.9% dari mereka berniat melengkapi dosis kedua. Namun ada 6,1% yang tidak yakin dan tidak ingin melengkapi dosis kedua dengan alasan ragu akan efektivitas vaksin (56,8%), efek sampingnya terlalu berat (23,7%) dan takut keramaian ketika proses vaksinasi (12,2%). Ada juga di kelompok ini beberapa orang yang sedang menjalani isolasi maupun yang baru sembuh dari COVID-19 sehingga harus menunda dosis keduanya. Temuan lain survei ini adalah 2,5% atau 162 responden yang sudah divaksinasi mengatakan bahwa mereka sudah menerima dosis ketiga, 90% lebih dari mereka adalah tenaga kesehatan. Tapi ada 16 responden yang mengatakan ditawari dosis ketiga oleh pejabat setempat, ada informasinya jadi mereka datang untuk suntikan ketiga, punya kenalan yang mengurus tempat vaksinasi, sampai membayar untuk mendapatkan dosis ketiga. “Detil ini mengkonfirmasi bahwa praktik pemberian dosis ketiga ke warga non nakes terjadi di lapangan,” kata Adek. Namun ia menambahkan, bila dibandingkan dengan total responden yang telah divaksinasi yaitu 6.468 orang, porsinya hanya 0,2%. Masukan terhadap proses vaksinasi Secara umum, 87,2% responden puas dengan proses vaksinasi. Di antara mereka yang mengatakan puas, mereka yang divaksinasi di tempat kerja, rumah sakit, atau sentra vaksinasi non-pemerintah dan klinik swasta memiliki tingkat kepuasan lebih tinggi dari rata-rata. Di antara responden yang tidak puas, alasan yang disebut adalah terlalu ramai dan antrian panjang (58,5%), penjagaan jarak tidak ketat ketika mengantri (45,5%) dan proses pelayanan vaksinasi tidak teratur (36,9%), dan petugas yang kurang informatif (32,4%). Sementara hal yang selama ini sering kita dengar seperti kesulitan mendapatkan sertifikat bukan menjadi alasan utama ketidakpuasan, dengan 12,3% atau 102 responden menyampaikan keluhan tersebut. Pentingnya pencegahan keramaian dan pengetatan protokol di lokasi Co-founder KawalCOVID19.id Elina Ciptadi menyampaikan bahwa bagian kedua dari survei ini memberi gambaran bahwa responden cukup puas terhadap proses vaksinasi COVID-19 yang sedang berjalan, dan mengafirmasi peran sentra vaksinasi serta fasilitas kesehatan sebagai ujung tombak percepatan vaksinasi. Sementara untuk masukan perbaikan dari warga, Elina menambahkan, “Usulannya merupakan hal-hal praktis yang mudah dilaksanakan asalkan persiapan matang. Misalnya mencegah keramaian yang bisa diatasi dengan sistem pendaftaran sesuai kuota, pengetatan protokol kesehatan di lokasi, sampai bimbingan teknis petugas. Kuncinya adalah jangan sampai warga yang sudah antusias divaksinasi putus asa karena mengalami berbagai kendala.” Tentang Survei Pandangan Masyarakat tentang Vaksinasi COVID-19 Survei ini merupakan kolaborasi Change.org Indonesia, Katadata Insight Center dan KawalCOVID19.id untuk mendapatkan masukan publik mengenai pelaksanaan vaksinasi di Indonesia serta perbaikan yang bisa dilakukan kedepannya. Survei ini disebarkan 6-21 Agustus 2021 secara online ke seluruh Indonesia dengan melibatkan 8.299 responden menggunakan metode convenience sampling. Kuesioner mencari pandangan sekaligus masukan publik terhadap tiga topik berikut Kemauan divaksinasi dan sumber informasinya (dipaparkan 15 September 2021) Masukan terhadap proses vaksinasi (dipaparkan 22 September 2021) Seputar vaksinasi berbayar (dipaparkan 29 September 2021, pukul 13.30WIB) Karena penyebarannya yang menggunakan convenience sampling, ada proporsi responden yang berbeda dengan proporsi riil penduduk Indonesia per wilayah, di antaranya proporsi responden wilayah urban Jawa, kelompok usia dewasa muda, serta SES A-B lebih terwakili di survei ini dibanding dengan realita masyarakat Indonesia yang berada di SES B-C-D dan tinggal di wilayah non urban. (***)