SERANG – Ancaman bencana alam seperti gempa bumi dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan. Menyadari hal tersebut, tim mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMA Negeri 4 Kota Serang, Senin (8/12/2025). Kegiatan ini bertujuan membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar agar tidak panik serta memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi situasi darurat, khususnya gempa bumi, di lingkungan sekolah. Edukasi hingga Simulasi Langsung Berbeda dari metode pembelajaran yang hanya bersifat teoritis, kegiatan PKM ini dikemas secara interaktif dan aplikatif melalui tiga tahapan utama, yakni edukasi, pelatihan prosedur keselamatan, dan simulasi evakuasi. Pada tahap edukasi, siswa diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis bencana, penyebab, serta dampaknya dengan bahasa yang mudah dipahami. Selanjutnya, pada sesi pelatihan, siswa diajarkan teknik penyelamatan dasar drop, cover, and hold on (merunduk, berlindung, dan berpegangan) untuk meminimalkan risiko cedera akibat reruntuhan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi evakuasi. Di bawah arahan instruktur, seluruh warga sekolah mempraktikkan prosedur evakuasi menuju titik kumpul aman melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Respons Positif dan Dampak Nyata Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan dampak yang sangat positif. Berdasarkan observasi tim pelaksana, waktu evakuasi siswa menjadi lebih cepat dibandingkan sebelum pelatihan dilakukan. Selain itu, tingkat kesiapsiagaan dan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi potensi bencana juga mengalami peningkatan signifikan. “Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga pengalaman langsung bagi siswa. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan menjadi generasi yang lebih siap dan peduli terhadap keselamatan di lingkungan sekolah,” ujar perwakilan tim PKM UNPAM. Dukungan Sekolah Program ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan para guru yang turut terlibat aktif dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana di seluruh Indonesia. Melalui edukasi dan pelatihan sejak dini, diharapkan siswa SMA Negeri 4 Kota Serang tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Dosen Pembimbing: Febryan Ajeng Ramdani, S.A.P., M.Si. Penulis/Tim Pelaksana: Siti Nurlela, Riska Devi Septiani, Yohana Diaz Arnesti, Tabina Fadhila Tresna, dan Pito Permana Program Studi Administrasi Negara Universitas Pamulang PSDKU Serang
Di era modern ini, isu lingkungan menjadi salah satu topik yang paling sering dibicarakan di tengah masyarakat. Mulai dari polusi udara, sampah plastik, hingga perubahan iklim, semuanya menjadi perhatian utama baik di tingkat lokal maupun global. Opini publik pun semakin terbentuk bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh lapisan masyarakat. Banyak orang berpendapat bahwa perilaku sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menanam pohon, adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. Media sosial juga berperan penting dalam membentuk opini publik. Kampanye-kampanye lingkungan yang viral, seperti gerakan #TrashTag atau #BeatPlasticPollution, berhasil menginspirasi jutaan orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Namun, masih ada sebagian masyarakat yang menganggap isu lingkungan bukan prioritas utama. Mereka beranggapan bahwa masalah ekonomi dan kesejahteraan lebih penting untuk diperhatikan. Opini ini tentu sah-sah saja, namun perlu diingat bahwa kerusakan lingkungan dalam jangka panjang justru dapat mengancam perekonomian dan kualitas hidup manusia. Pemerintah dan berbagai organisasi lingkungan terus berupaya mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Program-program seperti bank sampah, penghijauan kota, dan edukasi di sekolah-sekolah menjadi bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil. Akhirnya, opini publik yang terbentuk saat ini semakin mengarah pada kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah investasi untuk masa depan. Jika semua pihak bersatu dan berkontribusi, bukan tidak mungkin bumi yang lebih bersih dan sehat bisa kita wujudkan bersama. Penulis : Yohana Diaz Arnesti, Angga Rosidin S.IP.,M.AP, Zakaria Habib Al Razi’e S.IP.,Sos