Author: Ferliyadi Utama

Keselarasan Frekuensi Tidak Memfasilitasi Kita untuk Bisa Saling Mengerti

Ketika segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa tidak bisa di uraikan menjadi sesuatu yang lebih sederhana, maka sejatinya kita telah mengetahui bahwa segala sesuatu memang bisa selalu ada namun tidak pernah melebihi batas fungsinya (sebagai sesuatu yang mampu mengabaikan detail lainnya). Perhatian memang memainkan peran penting di hampir setiap bidang kehidupan, salah satunya menambah pemahaman kita tentang cara kerja pikiran manusia atas refleksi orientasi yang berkontribusi pada keberadaan kita sehari-hari. Namun orientasi mengetahaui bahwa hubungan massa pada batasan ruang atau lokasi yang ditempati serta hubungannya dengan ruang atau lokasi lain tidak pernah melebihi batas fungsinya. Dilihat dari sifat hubungan antara ruang dan massa yang bersifat dua arah, maka Keselarasan Frekuensi yang semula mudah karena dianggap kecil berdasarkan acuan semu yang melibatkan takdir di dalamnya, akan sangat mungkin dapat menjadi sesuatu yang besar ketika diperbebatkan dengan menggunakan kata seharusnya dan kemudian menjema menjadi sesuatu yang sulit dilakukan secara logika. Sebab tidak ada batasan yang jelas antara mudah dan sulit dalam suatu garis jenjang yang melibatkan keselarasan frekuensi, hal ini dikarenakan batasan makna kata mudah dan sulit tidak dapat di tentukan dengan jelas dan tegas. Keselarasan adalah kerja sama antara berbagai faktor (keadaan atau peristiwa yang ikut menyebabkan terjadinya sesuatu) dengan sedemikian rupa hingga faktor-faktor tersebut dapat menghasilkan suatu kesatuan yang luhur, sedangkan frekuensi adalah ukuran jumlah terjadinya sebuah peristiwa paham yang sama akan suatu hal dalam satuan waktu. Keselarasan frekuensi menghendaki harapan sesuai dengan kenyataan, namun tidak menyatakan selisih paham yang menyertainya sebagai acuan untuk mengukur kesetujuan dan ketidaksetujuan seseorang terhadap sesuatu secara mutlak. Di karenakan adanya keyakinan yang dapat di buktikan perihal nilai kenyataan dengan nilai harapan yang tidak selalu sama, berdasarkan keyakinan tersebut; kemungkinan salah dalam pengambilan kesimpulan dapat diketahui dengan parameter waktu menggunakan penalaran induktif. Dengan kata lain keselarasan frekuensi hanyalah alibi untuk menghendaki harapan menjadi sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya sangat tidak relevan bahkan untuk sekedar di fikirkan, sebab kisaran fungsi dan nilainya belum dapat di tetapkan sebagai kebutuhan untuk dapat tetap bertahan menjaga kewarasan fikiran. Meskipun kesadaran fikiran di pengaruhi oleh ‘keselarasan frekuensi’(dalam tanda kutip), maksudnya adalah semua orang pasti tahu betapa nikmatnya memiliki kesadaran karena dengan kesadaran kita bisa menciptakan, menyebabkan, dan memilih keyakinan. Keselarasan menghubungkan tindakan yang dihasilkan sendiri dengan sumber eksternal, persis seperti mengurai cahaya menjadi pelangi. Sebab frekuensi yang dipancarkan dari sumber melewati celah yang terbatas menyebar untuk merambat ketika berpindah dari satu medium ke medium lain. Refleksi pelangi dalam konteks keselarasan frekuensi adalah sisi kepribadian seseorang yang menjelaskan bahwa gabungan tujuan,kebutuhan, dan ketertarikan menjadi penting untuk mengetahui hubungan motivasi dengan perilaku manusia dalam peranan tertentu. Agak susah memberi penjelasan yang mudah tentang keselarasan frekuensi, sebab ada banyak sekali yang bisa dibahas dari sudut pandang persepsi hingga menjadi terlalu kompleks dan membingungkan untuk di perdebatkan. Maka dari itu, artikel ini bersifat mana suka dan tidak memaksa serta tidak pula meminta untuk di benarkan dengan logika karena tidak pernah sedikit pun berniat untuk mengusik ketenangan ilmu pengetahuan tentang keselarasan frekuensi. Keselarasan frekuensi yang menyiratkan bahwa ketika perubahan identitas dari tidak ada menjadi ada karena di bentuk untuk mengetahui hubungan motivasi dengan perilaku manusia dapat dikatakan selaras secara mana suka, cukup amat sangat meresahkan menurut saya sebab pada titik tertentu menggangu visi dan misi yang lebih besar dan panjang, seperti: keinginan untuk hidup bersama yang berlandaskan pada rasa saling percaya.

Kritik Pertunjukan Drama Musikal : Rahasia Kisah Gatotkaca-Jabang Tetuko oleh Karyawan CJR NESTLE Jogja, ARD Cinematogtaphy

Kritik berakar dari bahasa Yunani, artinya “krites” (kata benda) yang berasal dari kata kerja “krinein” yang mempunyai pengertian menghakimi. Kata “Krineim” bersumber dari kata “Kriterion” yaitu kreteria, sehingga kata itu diartikan sebagai kreteria atau dasar penghakiman. Kritik dibutuhkan dalam kehidupan, terutama dalam kebudayaan umat manusia khususnya pada seni pertunjukan (termasuk drama musikal) yang telah dikreasi dan disajikan, sudah secara mendasar pasti membutuhkan ‘respon’ dan ‘merespon’ pendapat orang lain. Pada kritik pertunjukan seni ini bertujuan untuk membantu menyampaikan sesuatu yang mungkin tidak terlihat oleh penikmat karya tersebut secara umum, menambah pemahaman bukan sekedar menyoroti kekurangan, sebab di setiap pertunjukan pasti ada kurang dan lebihnya. Seni pertunjukan merupakan sebuah karya seni yang kompleks karena pada dasar nya seni pertunjukan ini tidak hanya melibatkan satu jenis komponen saja, melainkan melibatkan berbagai jenis karya seni lainnya. Bisa dilihat pada pertunjukan drama musikal tersebut, seni yang ditampilkan bukan hanya sebuah seni peran saja melainkan ada gabungan dari beberapa seni: seni peran, seni rias, seni musik, dan kostum yang dikenakan oleh para pemeran drama tersebut. Dalam drama musikal, sebuah pertunjukan dikemas dengan unsur musik di setiap adegan yang membuat penyampaian pesan menjadi terkesan harmonis. Drama musikal memang berbeda dengan drama pada umumnya yang lebih memfokuskan penyampaian cerita dengan dialog antar tokoh, sehingga pesan lebih mudah di artikan atau tersampaikan dalam drama pada umumnya. Namun dalam drama musikal yang saya ulas kali ini, saya di buat berharap tentang penjelasan hubungan antara judul dan kisah cerita yang di sajikan. Bagaimana tidak, judul yang di tampilkan adalah Rahasia Kisah Gatotkaca-Jabang Teluko, sementara kisah yang di sajikan dalam akun youtube GF Production (https://youtu.be/tQ-QiEDWFpk) yang berdurasi 8 menit 56 detik menceritakan tentang seorang wanita Narpadayita, membuat rasa penasaran serasa ingin meronta untuk segera mengetahui apa hubungannya Rahasia gatotkaca dan Narpadayita? Siapa itu Narpadayita yang memberikan ketentrama di marcapada? Sebab Gatotkaca dalam gambaran orang awam seperti saya adalah seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata, putra Bimasena (Bima) atau Wrekodara dari keluarga Pandawa dan Dewi Arimbi dari Pringgadani. Menurut wikipedia, Gatotkaca sewaktu masih bayi memang bernama Jabang Teluko yang sampai usia satu tahun, tali pusarnya belum bisa dipotong walau menggunakan senjata apa pun. Hal itu cukup sesuai dengan deskripsi yang ada pada video drama musikal tersebut, berikut seperti ini deskripsinya: “ JABANG TETUKO lahir tidak seperti bayi biasa, tali puer Adi Ari-ari tidak mau berpisah kecuali dengan pusaka ampuh dari Suralaya, Konta Jayandanu meski hanya warangkanyamenyelamatkan sekaligus menjadi sarana kematiannya yang memberi makna ‘MENANG’ dalam Bharata Yudha. Keberhasilan lain Jabang Tetuko memiliki kesaktian tanpa tanding setelah di tatar di kawah Chandradimuka, menyelanyapkan Patih Sekipu dan Prabu Nagapracona yang menyerang Khayangan Jonggring Salaka. Setelah dewasa JABANG TETUKO disebut GATOTKACA. GATOT=Gatuk-bertatap-menatap, KACA (benggala)=cermin,bercermin, dalam pemahaman ini manusia diharap selalu bercermin untuk lebih mengerti diri-sendiri. Perang Bharata Yudha dipahami Wong Jowo sebagai perang melawan dirinya sendiri. Video ini adalah dokumentasi ARD Cinematography, dalam acara drama musikal Nestle yang diperankan oleh karyawan CJR Nestle Jogja.” Dilihat dari kesinambungan antara judul dan deskripsi yang di berikan oleh sang pemilik akun youtube tersebut dalam unggahannya tentang drama musikal ini, membuat penonton atau  penikmat konten drama musikal tersebut menjadi berambigu: antara drama musikal tersebut adalah hasil adaptasi dari cerita Gatotkaca atau drama musikal tersebut mungkin adalah rangkuman dari cara menceritakan cerita Gatotkaca secara singkat (menurut pendapat saya pribadi). Namun jika di perhatikan apabila di katakan sebagai rangkuman cara menceritakan secara singkat sepertinya terasa sangat kurang tepat, mengingat Gatotkaca di kisahkan adalah seorang lelaki sedangkan Narpadayita adalah seorang perempuan. Maka lebih masuk akal apabila drama musikal tersebut di katakan sebagai adaptasi dari cerita Gatotkaca, akan tetapi dalam deskripsi yang menyertai konten video drama musikal tersebut tidak di jelaskan bahwa karya tersebut adalah karya hasil adaptasi. Hal itu menimbulkan ketidakjelasan, begitu pun dengan kata ‘Rahasia’ yang menjadi awal kata pembuka dari judul video drama musikal tersebut terasa bermakna metafora, menimbulkan bias makna antara ‘Rahasia’ yang dapat di maknai  tentang hubungan Gatotkaca dan Narpadayita, atau ‘Rahasia’ yang berarti adalah pesan yang ingin di sampaikan dari cerita Gatotkaca yang berkorelasi dengan deskripsi pada video drama musikal tersebut yaitu sebagi pengingat kepada manusia untuk lebih mengenal dirinya sendiri agar tidak kalah dalam peperangan melawan hawa nafsunya sendiri. Atau mungkin kedua hal tersebut adalah memang tujuan dari video drama musikal tersebut sebagai gimmick yang mengunggah rasa penasaran penonton, entahlah hanya pihak yang bersangkutan dan Tuhan yang tahu makna dari ‘Rahasia’ yang sebenarnya. Namun dalam segi pementasan, pada tata rias dan kostum dapat dikatakan sangat bagus dan sesuai dengan karakter pemain, kelengkapan properti juga menandakan keseriusan dan kemapanan dalam mengadakan pertunjukan ini, sehingga dapat membawa penikmat pertunjukan sampai pada latar yang dimaksud. Alunan musik dan lagu yang digunakan sangat sesuai, dan permainan dari tata cahaya menambahkan kesan dramatik dalam pertunjukan tersebut. Amanat yang ingin di sampaikan pun sesuai dengan apa yang di tampilkan yaitu untuk mengingatkan manusia agar lebih mengenal dirinya sendiri, supaya tidak kalah berperang melawan hawa nafsunya sendiri. Selain itu aktrisnya memiliki karakter yang kuat dan menjiwai tokoh yang diperankan, mampu membawa penonton ikut dalam suasana pertunjukan drama musikal tersebut. Secara keseluruhan pertunjukan tersebut membuat saya takjub dan mendorong saya untuk memberikan apresiasi berupa kritik pertunjukan agar di masa yang akan datang menjadi semakin berkembang. Sebab kritik bermanfaat bagi perkembangan khasanah seni, serta dapat pula menjadi pemacu kreatifitas.