SERANG — Selama 5 tahun berturut-turut, Provinsi Banten kembali menyabet predikat Provinsi Layak Anak (Provila) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Sejak 2019 hingga 2025, gelar ini seakan tak pernah lepas dari genggaman Pemprov Banten.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menko PMK Pratikno dan Menteri PPPA Arifah Fauzi kepada Gubernur Banten Andra Soni dalam Malam Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak 2025 di Ballroom HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta.
Gubernur Andra Soni menyebut capaian ini sebagai buah kerja keras lintas sektor, mulai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AKKB) hingga seluruh OPD terkait.
“Alhamdulillah, ini adalah kerja sama dan sinergi semua pihak. Kami targetkan ke depan seluruh kabupaten/kota di Banten meraih kategori Utama demi mendukung visi Indonesia Layak Anak 2030,” tegas Andra.
Kepala DP3AKKB Siti Ma’ani Nina mengingatkan bahwa perjalanan menuju Provila dimulai sejak pembinaan pada 2017, berbuah penghargaan perdana di 2019. Tahun ini, beberapa daerah naik kelas, Kota Tangerang Selatan dari Nindya ke Utama, dan Kota Serang dari Pratama ke Madya.
Adapun perincian predikat KLA 2025 di Banten:
Pratama: Kabupaten Pandeglang
Madya: Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang
Nindya: Kota Tangerang
Utama: Kota Tangerang Selatan
24 Indikator, 5 Klaster, dan Segudang PR
Capaian ini diraih lewat pemenuhan 24 indikator yang terbagi dalam 5 klaster, mulai dari pemenuhan hak sipil, lingkungan keluarga, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan khusus.
“Partisipasi pemerintah daerah, stakeholder, masyarakat, dunia usaha, dan media adalah kuncinya,” ujar Nina.
Target Nasional: Semua Daerah Kategori Tertinggi di 2030
Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan, proses penilaian berlangsung panjang, mulai evaluasi mandiri, evaluasi provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari 464 kabupaten/kota yang mendaftar, hanya 355 yang lolos.
“Kami menargetkan seluruh daerah mencapai kategori tertinggi pada 2030,” kata Arifah.
Banten, Mampu Bertahan atau Sekadar Musim Penghargaan?
Lima kali berturut-turut bukanlah hal biasa. Namun, di balik kebanggaan, tantangan menjaga kualitas hidup anak tetap besar. Apakah Banten akan terus memimpin, atau gelar ini sekadar jadi tradisi tahunan tanpa makna mendalam? Waktu, kerja nyata, dan komitmen akan menjawabnya.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
