SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menunjukkan keseriusannya mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda SDN Pamarican 1, Kecamatan Kasemen.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), anggaran sebesar Rp2,5 miliar telah dialokasikan untuk pembangunan sekolah tersebut pada tahun anggaran 2026.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan anggaran pembangunan sudah disiapkan dan kini dititipkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang untuk segera direalisasikan.
“Anggaran pembangunan SDN Pamarican 1 sudah kami siapkan sebesar Rp2,5 miliar dan saat ini berada di DPUPR,” ujar Nuri, Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan, dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) pembangunan sekolah telah disusun sejak tahun lalu.
Saat ini, dokumen tersebut masih dalam tahap peninjauan oleh Inspektorat dan DPUPR Kota Serang.
Dengan kesiapan dokumen perencanaan tersebut, Nuri berharap proses pengadaan dapat dilakukan lebih awal melalui mekanisme lelang dini, sehingga pembangunan fisik sekolah bisa segera dimulai.
“Saya sudah berkoordinasi agar proses lelang bisa dipercepat. Mudah-mudahan bisa segera berjalan,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Dindikbud Kota Serang juga tengah mengkaji rencana penggabungan SDN Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2. Kajian ini dilakukan karena jumlah peserta didik di kedua sekolah dinilai belum ideal.
“SDN Pamarican 1 memiliki sekitar 160 siswa, sementara SDN Pamarican 2 sekitar 240 siswa. Jika digabungkan, totalnya belum mencapai 400 siswa, sehingga akan lebih efektif dalam pengelolaan,” ungkap Nuri.
Untuk tahapan pembangunan, pihaknya saat ini baru mengajukan proses ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Pembangunan direncanakan menggunakan metode peninggian bangunan sekolah guna meminimalkan risiko banjir di masa mendatang.
“Tinggal nanti ULP berkoordinasi dengan DPUPR. Harapannya pembangunan bisa dipercepat karena konsultan perencanaannya berasal dari internal kami,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, menegaskan bahwa kondisi geografis sekolah menjadi faktor utama yang harus segera ditangani melalui pembangunan fisik yang terencana dan berkelanjutan.
“Dari sisi lokasi, SD Pamarican berada lebih rendah dari jalan. Setiap hujan turun, air mudah tergenang karena tidak ditunjang saluran pembuangan yang memadai. Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Walikota Serang telah memberikan arahan langsung agar pembangunan SD Pamarican dimasukkan dalam perencanaan dan penganggaran tahun 2026.
“Bapak Walikota sudah memerintahkan agar pembangunan SD Pamarican disiapkan anggarannya,” ujarnya.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
