Beranda Bisnis Bangun Pelabuhan Warnasari, PT PCM Segera Teken MoU dengan KS

Bangun Pelabuhan Warnasari, PT PCM Segera Teken MoU dengan KS

846
0
Direktur SDM dan Keuangan PT PCM, Arief Rivai Madawi. (Foto : Gilang)

CILEGON – PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) sepertinya mulai serius menjajaki kerja sama dengan PT Krakatau Steel (KS) dalam menggarap proyek pembangunan Pelabuhan Warnasari.

Pasalnya, kedua belah pihak bakal melakukan pertemuan kembali untuk membicarakan Memorandum of Understanding (MoU) mega proyek dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 itu.

“Minggu ini kita sudah rencanakan mengadakan pertemuan kembali dengan manajemen PT KS untuk membicarakan menuju MoU,” ujar Plt Dirut PT PCM Arief Riva’i Madawi ditemui di Kantor Walikota Cilegon, Selasa (8/1/2019).

Dia mengaku terbuka dan menyambut atas ketertarikan PT KS dalam menggarap Pelabuhan Warnasari.

“Secara prinsip kita welcome, sangat welcome. Karena ini kan bagian dari pengembangan pemerintah dan BUMD serta BUMN, jadi Cilegon ini diharapkan punya terminal terintegrasi dengan baik dalam konteks bagaimana semua pihak, baik pelaku usaha dan pemerintah saling diuntungkan,” katanya.

Namun demikian, perihal ketertarikan PT KS dalam proyek Pelabuhan Warnasari, perusahaan plat merah itu belum menawarkan secara gamblang.

“Sementara ini belum secara spesifik pembicaraan apa yang ditawarkan PT KS, tapi yang jelas PT KS ini ada sisi peningkatan produk bajanya dalam kurun waktu tertentu hingga peningkatan 10 juta ton. Jadi ada satu pengembangan usaha, jadi kita sangat terbuka,” terangnya.

Soal bagaimana kerjasamanya yang akan diterapkan, lanjut Arief, pihaknya juga perlu membicarakan kembali dengan kedua belah pihak. Sehingga terjadi kesepatakan.

“Kita masih bicarakan apakah kita nanti prioritas dalam pemegang saham atau bagaimana?. Ini kan ada mekanisme ya, sebelum perjanjian ini ada mekanisme juga, seperti ada mekanisme tender dan segala macem. Ada semacam itu lah. Karena memang dalam sisi aturan ketika mengajak mitra itu juga harus terbuka secara publik. Ini kan ruang BUMD yang notabene pemegang sahamnya walikota dan Pemerintah Kota Cilegon,”

“Kita juga belum bicara mekanisme apakah dibangun seluruhnya oleh PT KS atau tidak. Begitu juga sistem kerjasamanya serta profit sharing. Soal kerjasamanya apakah kerja sama BOT (Build Operate Transfer) atau bagaimana kita belum spesifik kesana,” paparnya.

Sebelumnya, Direktur Logistik dan Pengembangan Usaha PT KS Ogi Rulino mengungkapkan kesamaan segmentasi bisnis yang sudah dijalani PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), anak perusahaan KS lainnya dengan pelabuhan yang akan dibangun pemerintah daerah, menjadi pertimbangan pihaknya melirik peluang kerja sama tersebut.

“Namanya KS itu kan kita bicara pengembangan ke depan. Ada yang kita bisa kerja sendiri atau kita kerjasamakan, kita lihat peluang-peluang itu. Karena kalau KBS itu kan core-nya di pelabuhan. Dari Pemkot Cilegon punya lahan, nah mungkin kita bisa kerja sama di situ,” ujarnya, Jumat (4/1/2019) lalu.

Terkait dengan pola kerja sama yang akan dibangun, lanjut Ogi, hal itu bisa memungkinkan dengan kesepakatan dalam opsi kerja sama. “Kita bisa kerja sama operasi, bisa BOT (Build Operate Transfer), ya bisa macam-macamlah. Karena kita belum diskusi, tapi baru peminatan saja. Jadi termasuk nilai investasi pun belum kita pastikan,” terangnya. (Man/Red)