Beranda Peristiwa Bakal Jadi RTH Banten Lama, Pedagang Pasar Karangantu Direlokasi

Bakal Jadi RTH Banten Lama, Pedagang Pasar Karangantu Direlokasi

99
0
Suasana di Pasar Karangantu

SERANG – Pasar Karangantu di Kecamatan Kasemen, Kota Serang akan dibongkar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan  Permukiman (DPRKP) Banten tahun 2019.

Pelaksanaan pembongkaran pasar tersebut hingga kini masih menunggu proses lebih lanjut dari pihak pemerintah.

Saat ini, Pasar Karangantu masih beroperasi setiap harinya dan melakukan transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli. Rencananya, para pedagang di Pasar Karangantu akan direlokasi atau dipindahkan ke Pasar Margaluyu, Kecamatan Kasemen.

“Jumlah pedagang yang akan mengisi pasar Margaluyu tersebut diperkirakan mencapai ratusan. Kapasitas Pasar Margaluyu secara keseluruhan memang luas, bisa mencapai 100 kios. Tidak menutup kemungkinan akan dibangun kembali untuk penambahan kios pada tahun ini, lokasi pasar itu memiliki tanah yang masih luas serta status kepemilikannya milik pemerintah sehingga bangunan pasarnya bisa diperluas,” ujar Jhoni Manahan, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindagkop Kota Serang, Selasa (22/10/2019).

Sementara itu, Susi, pedagang di Pasar Karangantu mengaku sudah puluhan tahun berjualan sayur mayur di Pasar Karangantu.

“Banyak keluhan yang saya rasakan selama berjualan di sini. Keluhan dari kondisi pasar terutama, kalau saya lihat dengan pasar – pasar yang ada di Kota Serang, pasar ini jelas jauh ketinggalan, dari segi tempat Pasar Karangantu ini sangat sempit dan kumuh, jauh kalau kita bandingkan dengan pasar-pasar yang lain,” ujarnya.

Pasar Karangantu rencananya akan dialihfungsikan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dimana saat ini di Banten Lama belum ada RTH, seharusnya setiap wilayah memiliki lahan untuk RTH sebagai sumber oksigen bagi lingkungan.

“Semoga saja rencana pemerintah untuk memindahkan pasar Karangantu ini bisa cepat terlaksana, supaya saya dan teman-teman yang lain juga merasakan tempat yang layak untuk berjualan seperti di pasar  pasar Tradisional lainnya dan tempat yang sekarang ini juga bisa cepat dibangun untuk ruang terbuka hijau. Karena di sini juga kan lokasi wisata religi agar terlihat indah dan tidak kumuh,” ujar Susi.

(Yaya/magang/Red)