Beranda Opini Bahasa Inggris dan Kaum Millenial

Bahasa Inggris dan Kaum Millenial

650
0
Ilustrasi - foto istimewa

Oleh : Zeti Kesuma Dewi, Mahasiswi UIN Jakarta

Kita pasti sering mendengar istilah kaum millenial, namun apakah kita tahu awal mulanya terbentuk istilah tersebut? Well, istilah tersebut ada dan berasal dari kata millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis yang berasal dari Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam bukunya yang berjudul Millennials Rising: The Next Great Generation (2000).

Salah satu ciri utama generasi millenial ditandai dengan peningkatan kemampuan mereka dalam penggunaan teknologi. Hal ini lah yang membedakan generasi millenial dengan generasi sebelumnya. Seiring dengan peningkatan kemampuan mereka dalam menguasai teknologi, tidak heran jika kemampuan berbahasa mereka juga meningkat. Maka dari itu, generasi millenial atau kaum millenial sering dikaitkan dengan bahasa Inggris.



Di zaman modern ini, tidak sulit bagi kaum millenial untuk memperoleh ilmu. Baik ilmu pelajaran hingga ilmu yang bisa berguna untuk kehidupan sehari-hari, dapat dengan mudah diakses melalui internet. Seperti halnya bahasa Inggris, kaum millenial biasanya mempelajari bahasa Inggris tidak melulu dari pendidikan formal yang mereka dapatkan di sekolah atau perguruan tinggi. Cukup bermodalkan kuota di smartphone yang mereka punya, mereka mampu mempelajari bahasa Inggris dari internet. Ada yang belajar dari lirik lagu, film-film, atau bahkan dari game.

Mereka, kaum millenial, sangat suka menggunakan bahasa Inggris. Mulai dari kehidupan sehari-hari hingga di media sosial, seperti Twitter dan Instagram, bahasa Inggris sering kali mereka gunakan untuk mengekspresikan diri. Seperti saat mereka mau mengunggah sesuatu ke Twitter atau Instagram, mereka pasti menuliskan caption menggunakan bahasa Inggris. Misalnya saja ketika mereka mengunggah foto memakai baju yang bagus, mereka akan menulis “Outfit of the day” di caption atau ketika mereka mengunggah foto kata-kata mutiara yang menggunakan bahasa Inggris, mereka akan menulis “Quote of the day” sebagai caption-nya.

Setelah melihat fenomena tersebut, ada saja akhirnya orang yang berpikir bahwa kaum millenial tidak menghargai budaya dan bahasa bangsanya sendiri. Kata-kata seperti “Sok banget pake bahasa Inggris, kita kan tinggal di Indonesia”, “Bangga sama bahasa Indonesia dong, gimana sih”, sering terlontar dari mulut orang-orang. Tidak salah memang jika ada yang berpikir dan mengingatkan bahwa kita harus lebih bisa menghargai dan mencintai budaya dan bahasa bangsa sendiri.

Namun, jika kita ingin menilai suatu hal, kita harus melihatnya dari berbagai arah atau sudut pandang. Pada dasarnya, tidak ada salahnya menguasai bahasa asing dan menggunakannya selama kita tahu kapan harus menggunakannya. Bahasa Inggris hanya digunakan sebagai pelengkap keahlian dan nilai tambah kemampuan diri.

Terlepas dari pro dan kontra antara bahasa Inggris dan kaum millenial, penguasaan bahasa Inggris justru mempunyai manfaat tersendiri bagi yang mempelajarinya. Entah mereka sadari atau tidak, kemampuan ini akan menguntungkan mereka, mengingat bahasa Inggris adalah bahasa internasional seperti yang dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), English is the first choice of foreign language in most other countries of the world, and it is that status that has given it the position of a global lingua franca.

Artinnya, bahasa Inggris adalah pilihan pertama bahasa asing di sebagian besar negara di dunia, dan status itulah yang menjadikannya posisi lingua franca global. Dengan begitu, kemampuan berbahasa Inggris juga bisa menjadi modal yang penting di era persaingan global.

Bahkan, jika mereka menguasai bahasa Inggris, kemungkinan mereka bisa memperkenalkan budaya dan bahasa Indonesia kepada dunia semakin besar. Nah! Dari sini kita bisa melihat manfaat yang diberikan jika kita mempelajari bahasa lain selain bahasa ibu atau bahasa asli kita.

Pada akhirnya, jelas lah bahwa bahasa Inggris sebagai bahasa asing mempunyai peran tersendiri bagi kaum millenial di era globalisasi ini dan sebagai alat untuk mengenalkan budaya bangsa kita kepada dunia. Seperti yang dijelaskan oleh Martini, Kepala Jurusan Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang.

“Yang memperoleh pekerjaan yang bagus bukan mereka yang terbaik di bidangnya, nilai hanyalah syarat untuk lulus administrasi, namun yang akan berhasil dalam pekerjaan adalah mereka yang punya komunikasi yang bagus, tidak hanya dalam bahasa Indonesia tapi juga dalam bahasa Inggris.”, dilansir dari klikpositif.com.

Sebagai kaum millenial yang notabene merupakan generasi muda bangsa, tentunya dituntut untuk mampu berbahasa Inggris agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa harus melupakan budaya dan bahasa bangsa. Bagaimana? Sudah tertarik untuk belajar bahasa Inggris seperti kaum millenial?

(**)