
PANDEGLANG – Sebanyak 28 atlet muda dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Badak Muda Pandeglang resmi diberangkatkan untuk mengikuti turnamen Garuda Anak Indonesia Seri Nasional 2026 yang berlangsung di Provinsi Lampung pada 19–21 Juni 2026. Tim tersebut akan bertanding pada kategori usia 10 tahun (U-10) dan usia 11 tahun (U-11).
Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, di Aula Pendopo Kabupaten Pandeglang, Jumat (19/6/2026).
Keikutsertaan Badak Muda menjadi catatan tersendiri bagi sepak bola usia dini di Pandeglang. Dari seluruh klub di Provinsi Banten, hanya dua tim yang berhasil tampil pada ajang nasional tersebut, yakni Badak Muda dan Persigon.
Dalam sambutannya, Bupati Dewi menilai kesempatan tampil di level nasional merupakan momentum penting bagi pembinaan atlet muda daerah. Menurutnya, kompetisi tidak hanya menjadi ajang mengejar prestasi, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pemain untuk mengasah mental, disiplin, dan kemampuan bertanding.
“Kesempatan bertanding di tingkat nasional merupakan pengalaman berharga bagi anak-anak. Mereka akan bertemu dengan tim-tim dari berbagai daerah yang memiliki karakter permainan berbeda. Ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet,” ujar Dewi.
Ia juga mengapresiasi kerja keras para pelatih, pengurus klub, serta dukungan orang tua yang selama ini mendampingi para pemain hingga mampu menembus kompetisi tingkat nasional.
Dewi berharap para atlet dapat menjaga nama baik Pandeglang dan Banten selama mengikuti pertandingan, sekaligus menunjukkan sikap sportivitas di dalam maupun luar lapangan.
Sementara itu, Kepala SSB Badak Muda, Oji, menjelaskan pihaknya membawa dua skuad dengan total 28 pemain. Masing-masing kategori usia diperkuat 14 atlet yang telah menjalani persiapan sebelum keberangkatan.
“Untuk kategori U-10 ada 14 pemain dan U-11 juga 14 pemain. Jadi total 28 atlet yang berangkat ke Lampung mewakili Pandeglang sekaligus Provinsi Banten,” kata Oji.
Menurutnya, turnamen Garuda Anak Indonesia Seri Nasional menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman kompetitif di level yang lebih tinggi.
Ia mengungkapkan, pihaknya tidak membebani para pemain dengan target berlebihan. Fokus utama tim adalah memberikan pengalaman bertanding serta mengukur kemampuan atlet ketika menghadapi klub-klub terbaik dari berbagai provinsi.
“Target utama kami bukan semata-mata hasil akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman bermain di level nasional, belajar menghadapi tekanan pertandingan, dan meningkatkan kualitas permainan mereka,” jelasnya.
Oji menambahkan, pengalaman yang diperoleh pada turnamen tersebut diharapkan menjadi modal berharga bagi para pemain untuk melanjutkan pembinaan menuju jenjang yang lebih tinggi di masa mendatang.
Dengan keikutsertaan Badak Muda pada ajang nasional ini, Pandeglang kembali menunjukkan potensi pembinaan sepak bola usia dini yang terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Tim Redaksi