Beranda Uncategorized Awas! Tidur Lebih dari 8 Jam Risiko Terserang Stroke

Awas! Tidur Lebih dari 8 Jam Risiko Terserang Stroke

231
0
Ilustrasi - foto istimewa matajurnal.com

Saat kurang tidur banyak dikaitkan dengan risiko masalah kesehatan, namun bagaimana dengan kebanyakan tidur?.

Kebanyakan tidur dari yang disarankan, yakni 7-8 jam sehari, terkait dengan peningkatan risiko stroke hingga 85 persen seperti dikatakan riset terbaru dari Cina.

Peneliti melihat data dari 31.750 orang Cina dewasa yang sehat, dengan rata-rata usia 61,7 tahun soal pola tidur malam dan siang mereka selama 6 tahun. Ditemukan ada 1.438 kasus stroke dan 119 kasus kemungkinan stroke, dan mereka yang tidur selama 9 jam atau lebih dalam semalam lebih mungkin terserang stroke sebanyak 23 persen ketimbang mereka yang tidur kurang dari 8 jam semalam.

Dikutip dari detik.com, tidur siang juga dihitung dalam studi ini. Mereka yang melaporkan tidur siang rutin lebih dari 90 menit memiliki 25 persen kemungkinan terkena stroke. Dan mereka yang masuk dalam kedua kategori tersebut memiliki 85 persen kemungkinannya mengalami stroke.

Tentu saja hal ini bukan berarti otomatis menyebut bahwa tidur terlalu lama bisa menyebabkan stroke. Kita semua lelah, tapi tidak selelah itu sampai kamu sudah tidur 9 jam di malam hari dan masih membutuhkan tidur siang selama dua jam setelahnya.

Mereka yang berada dalam dua kategori tersebut kemungkinan besar juga jarang berolahraga atau melakukan kebiasaan sehat lainnya. Kualitas tidur juga berpengaruh, apalagi jika mereka mendengkur parah, 82 persen kemungkinan nanti akan terserang stroke.

“Riset lebih lanjut diperlukan untuk memahami kaitan antara tidur siang yang panjang dan tidur malam yang lebih lama dengan peningkatan risiko stroke, namun studi-studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa mereka yang tidur siang dan malam cukup lama memiliki perubahan tak baik dalam kadar kolesterol mereka dan lingkar pinggang yang meningkat, keduanya adalah faktor risiko stroke,” kata penulis studi Xiaomin Zhang dari Huazhong University of Science and Technology.

Sebagai tambahan, kebanyakan tidur bisa menyebabkan gaya hidup sedenter secara keseluruhan, yang juga terkait dengan peningkatan risiko stroke. Tapi tak perlu panik apabila kamu kerap tertidur lama, jika kamu merasa terganggu dengan pola tidurmu, segera periksakan ke dokter.

(Red)