Beranda Pemerintahan ATCS Canggih vs Kemacetan, Maryono Minta Dishub Kota Tangerang Lakukan Evaluasi

ATCS Canggih vs Kemacetan, Maryono Minta Dishub Kota Tangerang Lakukan Evaluasi

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, saat meninjau ruang kontrol ATCS.

TANGERANG — Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, memerintahkan seluruh jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) untuk turun langsung ke titik rawan guna mengurai kepadatan lalu lintas pada Apel Siaga di kantor Dishub, Kecamatan Neglasari, Selasa (28/7/2026).

Instruksi ini diambil Pemerintah Kota (Pemkot) dalam merespons tingginya mobilitas warga, meski di sisi lain, kebijakan tersebut memunculkan sorotan publik terkait optimalisasi sistem cerdas Area Traffic Control System (ATCS) yang telah dimiliki kota tersebut.

Pemkot Tangerang saat ini memiliki fasilitas ATCS bernilai miliaran rupiah yang terhubung langsung dengan 33 kamera pengawas (CCTV) di sejumlah persimpangan strategis. Sistem berbasis teknologi ini dirancang untuk memantau kondisi lalu lintas waktu nyata (real-time).

Harapannya, pengaturan arus kendaraan, seperti durasi lampu lalu lintas, dapat dikendalikan dari pusat kontrol dengan lebih cepat, efektif, dan responsif tanpa intervensi fisik yang berlebihan. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa teknologi canggih tersebut tampaknya belum sepenuhnya mampu menggantikan peran atau merekayasa lalu secara lintas mandiri.

Persoalan lalu lintas di Kota Tangerang merupakan tantangan yang belum bisa diselesaikan secara instan. Maryono menggarisbawahi urgensi kehadiran petugas Dishub di jalan sebagai solusi paling taktis dan mendesak saat ini.

“Kita mungkin tidak bisa menghilangkan kemacetan sepenuhnya. Namun, yang bisa dan harus kita lakukan adalah hadir di lapangan untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Kehadiran petugas menjadi hal yang paling penting,” kata Maryono.

Realitas tersebut menjadi ironi ketika infrastruktur teknologi perkotaan pada akhirnya harus kembali bertumpu pada pengerahan tenaga manual secara masif.

Selain masalah manajemen kemacetan, Maryono juga menyoroti perlunya evaluasi dan pembenahan komprehensif pada berbagai layanan publik yang berada di bawah tanggung jawab Dishub Kota Tangerang.

Baca Juga :  Kasus Kekerasan Seksual dan Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Tangerang Turun

Layanan transportasi ini meliputi pengelolaan penerangan jalan umum (PJU), infrastruktur pendukung, serta operasional transportasi massal seperti Bus Trans Tangerang Ayo (Tayo), angkutan perkotaan SiBenteng, hingga armada bus sekolah gratis.

“Kita urai satu per satu persoalan yang ada, kita diskusikan bersama penataannya. Harus ada perbaikan agar pelayanan transportasi di Kota Tangerang semakin baik dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Evaluasi dan pembenahan sektor transportasi massal ini sebenarnya adalah kunci utama dalam menekan volume kendaraan pribadi yang menjadi penyebab kemacetan di Kota Tangerang. Apabila Bus Tayo dan SiBenteng beroperasi optimal, terintegrasi, serta memberikan kenyamanan, minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum tentu akan meningkat pesat.

Maryono mengingatkan para petugas bahwa mereka adalah representasi wajah pemerintah daerah di mata masyarakat luas. Sikap profesional, kedisiplinan, serta respons cepat di jalanan menjadi tolok ukur utama keberhasilan pelayanan publik.

“Tetap semangat menjalankan tugas. Mari kita bantu masyarakat Kota Tangerang dengan memastikan lalu lintas tetap lancar dan seluruh program kerja Dishub berjalan optimal. Titik-titik kemacetan yang menjadi tanggung jawab kita harus segera ditangani dengan baik,” ujarnya.

Usai memimpin apel, Maryono langsung meninjau ruang kontrol ATCS. Peninjauan ini diharapkan mampu mendorong sinergi yang lebih baik; di mana ATCS berfungsi sebagai “mata” yang mendeteksi titik gumpalan secara real-time , sehingga petugas manual yang diterjunkan ke lapangan bisa bekerja lebih efisien dan tepat sasaran.

Mg-Dwi Muksin Yulianto