PANDEGLANG — Asap tipis mengepul dari dapur umum di Posko SAR Marina Lippo Carita, Pandeglang, Selasa (15/9/2026). Panci-panci terus mendidih, bahan makanan silih berganti masuk ke dapur.
Di tempat itu, aktivitas memasak berjalan tanpa jeda di tengah operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak Speedboat Arupadhatu 1 yang belum menemukan titik terang.
Sejak pagi, lebih dari 30 personel Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten bekerja bergantian menyiapkan makanan. Ratusan porsi mereka siapkan untuk personel gabungan, relawan, hingga warga yang datang memberi dukungan kepada keluarga korban.
Dapur itu mungkin hanya menyajikan makanan. Namun bagi orang-orang yang masih bertahan di sekitar dermaga, asap yang terus mengepul membawa pesan sederhana: pencarian belum selesai dan harapan belum boleh padam.
Basarnas memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari. Dinsos Provinsi Banten pun memperpanjang operasional dapur umum untuk mengikuti kebutuhan tim di lapangan.
“Kami mengikuti arahan Basarnas dan arahan Pak Gubernur. Karena pencarian diperpanjang, dapur umum juga kami perpanjang tiga hari ke depan,” kata Kepala Dinsos Provinsi Banten Lukman di Posko SAR Marina Lippo Carita.
Dapur umum menjadi salah satu penopang operasi kemanusiaan. Saat tim SAR bergerak mencari korban di laut, personel dapur memastikan mereka tetap mendapat makanan dan minuman untuk menjaga tenaga.
Aktivitas itu terus berjalan dari pagi hingga malam. Tak ada kepastian kapan pencarian berakhir, tetapi kebutuhan di posko tak bisa menunggu.
Bagi keluarga korban, tiga hari tambahan operasi SAR bukan sekadar perpanjangan waktu. Tiga hari itu menjadi ruang terakhir untuk terus menunggu kabar tentang delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.
Di balik kepulan asap dapur umum, harapan itu masih hidup.
“Mudah-mudahan dengan tambahan waktu ini para korban bisa ditemukan. Itu harapan keluarga dan harapan kita semua. Semoga ada hasil yang positif,” ujar Lukman.
Selama pencarian belum berakhir, dapur umum akan terus mengepul. Sebab di dermaga itu, bukan hanya makanan yang terus disiapkan, tetapi juga harapan agar delapan korban segera kembali ditemukan.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
