
TANGERANG – Di tengah dominasi cabang olahraga populer yang kerap mencuri perhatian publik, seorang pegiat yoga muda asal Kota Tangerang berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan Indonesia di panggung internasional. Namanya Arkan Fauzan Riyanto.
Melalui ketekunan, disiplin, dan latihan yang tidak singkat, Arkan sukses membawa pulang lima medali dari ajang bergengsi World Yogasana Championship 2026 yang digelar di India. Prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengangkat nama Kota Tangerang dan Indonesia di hadapan peserta dari berbagai negara.
Dalam kejuaraan yang mempertemukan atlet-atlet yoga terbaik dunia itu, Arkan menunjukkan kemampuan yang mengesankan. Ia meraih medali perak pada kategori tradisional dan back bend, serta tiga medali perunggu pada kategori twisting body, forward bend, dan supine.
Bagi sebagian orang, yoga mungkin lebih dikenal sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran dan kesehatan. Namun di tingkat kompetisi internasional, yogasana menuntut kemampuan fisik, fleksibilitas, keseimbangan, fokus, hingga pengendalian diri yang tinggi. Setiap gerakan dinilai secara detail dan membutuhkan persiapan bertahun-tahun untuk mencapai tingkat terbaik.
Prestasi Arkan menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki talenta yang mampu bersaing dalam cabang olahraga berbasis seni gerak dan konsentrasi tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, mengaku bangga atas pencapaian yang diraih putra daerah tersebut. Menurutnya, keberhasilan Arkan menunjukkan bahwa anak-anak muda Kota Tangerang mampu tampil dan berprestasi di level dunia.
“Kami semua sangat bangga atas prestasi yang dibawa Arkan. Prestasi ini membuktikan bahwa pegiat yoga dari Kota Tangerang bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” ujar Kaonang.
Perjalanan menuju podium internasional tentu tidak datang secara instan. Di balik lima medali yang dibawa pulang, terdapat jam latihan yang panjang, pengorbanan waktu, serta komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Arkan pun menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan masyarakat selama dirinya mengikuti kompetisi di India. Ia menilai doa dan dukungan tersebut menjadi energi tambahan yang membantunya tampil maksimal di arena pertandingan.
“Saya menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia khususnya di Kota Tangerang yang telah memberikan dukungan dan doa sehingga mampu bersaing jauh sampai ke ajang internasional seperti sekarang,” kata Arkan.
Keberhasilan ini juga menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga yoga di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten. Ketua Perkumpulan Praktisi Yoga Nasional Indonesia (PPYNI) Banten, Chaerani, yang turut mendampingi Arkan, menilai capaian tersebut dapat membuka jalan bagi lahirnya atlet-atlet yoga baru yang siap bersaing di tingkat internasional.
Lebih dari sekadar perolehan medali, pencapaian Arkan menghadirkan pesan bahwa olahraga yang selama ini dianggap sebagai aktivitas rekreasi juga mampu melahirkan prestasi dunia. Hal itu sekaligus memperluas perspektif masyarakat terhadap potensi yoga sebagai cabang olahraga kompetitif.
Pemerintah Kota Tangerang berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat di berbagai bidang, termasuk yoga. Bahkan, Kota Tangerang kini menargetkan dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan yoga internasional di masa mendatang.
Jika rencana itu terwujud, maka prestasi Arkan bukan hanya akan dikenang sebagai kemenangan individu, melainkan juga sebagai langkah awal yang memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai salah satu pusat pengembangan yoga prestasi di Indonesia.
Tim Redaksi