
KAB. TANGERANG – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terus meluas. Gunungan sampah masih tampak membara dengan sejumlah titik api yang terus menyala.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat, luas area yang terbakar kini mencapai sekitar lima hektare, meningkat dari sebelumnya sekitar tiga hektare.
Kepulan asap hitam pekat masih membumbung tinggi sejak kebakaran terjadi pada Selasa (30/6/2026) siang. Berdasarkan pantauan di lokasi hingga pukul 23.31 WIB atau sekitar 12 jam setelah kejadian, api masih belum berhasil dipadamkan.
Untuk menangani kebakaran tersebut, BPBD mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 45 personel. Petugas terus berjibaku memadamkan api, namun upaya tersebut terkendala akses menuju titik kebakaran yang tertutup longsoran timbunan sampah.
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, mengatakan petugas terus berupaya membuka akses menuju lokasi utama kebakaran agar alat berat dan kendaraan pemadam dapat bekerja lebih efektif.
“Kita sekarang sedang berusaha untuk bisa membongkar timbunan sampah agar terbuka akses kendaraan, baik ekskavator maupun buldoser, sehingga bisa lebih dekat lagi ke lokasi api,” kata Maesyal saat meninjau lokasi kebakaran.
Terkait dampak asap terhadap permukiman warga, Maesyal mengaku telah menginstruksikan camat dan kepala desa setempat untuk mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, petugas kesehatan juga telah disiagakan untuk memeriksa kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak.
“Besok kita tambah lagi petugas kesehatan untuk bisa turun langsung ke beberapa RT dan RW yang terdampak di lokasi ini,” ujarnya.
Sementara itu, Perumda Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang turut membantu menyediakan pasokan air guna mendukung proses pemadaman sekaligus mengatasi keterbatasan sumber air di tengah musim kemarau.
“Karena ini musim kering, kita agak kesulitan juga. Makanya kita manfaatkan ketersediaan air bersih dari PDAM,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan membahas kemungkinan menetapkan status bencana atas peristiwa tersebut, mengingat dampaknya cukup besar terhadap kesehatan masyarakat.
“Karena ini menyangkut masalah kesehatan masyarakat, juga risiko api yang terus menjalar. Ini akan kita tetapkan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengungkapkan proses pemadaman masih terkendala tingginya timbunan sampah serta tebalnya asap yang menyelimuti lokasi kebakaran.
Menurutnya, petugas saat ini fokus memadamkan titik-titik api di pusat kebakaran sekaligus mencegah kobaran meluas ke area lain.
“Sejak pukul 12.00 WIB hingga malam ini, petugas terus bekerja tanpa henti. Sebanyak 10 unit mobil pemadam telah dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah api merambat ke area sekitar,” katanya.
Ia menambahkan, penyiraman terus dilakukan di sekitar titik api sebagai langkah antisipasi. Namun, karakteristik timbunan sampah membuat api masih membakar lapisan bawah sehingga asap tebal terus muncul meski kobaran di permukaan mulai berkurang.
“Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api di bagian atas memang mulai mengecil, tetapi di bawah timbunan sampah masih terjadi pembakaran yang terus menghasilkan asap tebal,” pungkasnya.
Diketahui, kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 11.10 WIB. Hingga malam hari, petugas gabungan masih terus berupaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.
Penulis: Saepulloh
Editor: Usman Temposo