Beranda Pemerintahan APM SMA/SMK di Banten Baru 65,28 Persen

APM SMA/SMK di Banten Baru 65,28 Persen

Gubernur Banten Andra Soni memberikan keterangan usai acara. (Audindra/bantennews)

SERANG — Akses pendidikan menengah di Banten masih menyisakan persoalan. Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK sederajat pada 2025 baru mencapai 65,28 persen.

Artinya, masih banyak anak usia sekolah yang belum masuk pendidikan menengah sesuai kelompok usianya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menargetkan pembangunan 18 unit sekolah baru (USB) hingga 2029 untuk menambah daya tampung dan memperluas akses pendidikan.

Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, APM SMA/SMK sederajat naik dari 63,50 persen pada 2024 menjadi 65,28 persen pada 2025. Angka Partisipasi Kasar (APK) juga meningkat dari 79,42 persen menjadi 82,97 persen.

Meski naik, capaian tersebut belum membuat Pemprov Banten puas. Pemerintah masih harus mengejar anak-anak yang belum menikmati pendidikan menengah.

“Oleh karena itu, pekerjaan kita belum selesai. Justru angka-angka itu menjadi alasan mengapa Pemprov Banten harus terus memperkuat kebijakan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat,” kata Andra, Selasa (6/10/2026).

Pemprov Banten, lanjut Andra, telah membangun dan meresmikan tujuh USB. Sekolah-sekolah tersebut menambah daya tampung sekitar 1.356 peserta didik.

Andra meminta pemerintah kabupaten/kota mempercepat penyediaan lahan untuk pembangunan USB. Pemprov Banten menanggung pembangunan infrastrukturnya.

“Lahannya disiapkan oleh masing-masing kabupaten/kota, pembangunan infrastrukturnya Provinsi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin mengatakan, Pemprov Banten akan terus menambah USB hingga mencapai 18 sekolah pada 2029.

“Ada tujuh sekolah yang sudah diresmikan oleh Pak Gubernur kemarin, dan targetnya sampai dengan 2029 insyaallah sampai 18 sekolah unit baru,” kata Jamaluddin.

Selain membangun sekolah, Pemprov Banten memperluas akses melalui program sekolah gratis. Program tersebut menjangkau sekitar 60.000 penerima pada 2025.

Pemprov menargetkan tambahan sekitar 60.000 penerima pada 2026 sehingga total penerima mencapai sekitar 120.000 orang, termasuk sekitar 10.000 siswa madrasah aliyah.

Baca Juga :  Siswa Bermasalah Mau Dikirim ke Barak TNI, Praktisi Hukum: Jangan Ganggu Psikologis Anak

Jamaluddin mengatakan, perluasan akses pendidikan juga harus menekan angka putus sekolah dan pengangguran. Pemprov Banten secara khusus mendorong lulusan SMK agar masuk dunia kerja sesuai kompetensinya.

“Tamatan SMK kita dorong tidak ada lagi pengangguran dari jenjang SMK. Kita kuatkan terus berkaitan dengan anak-anak lulusan SMK sehingga anak-anak lulusan SMK ini bisa bekerja sesuai dengan kompetensinya masing-masing,” ujarnya.

Pemprov Banten juga mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui prestasi siswa di tingkat nasional dan internasional. Namun, Jamaluddin menilai, kemampuan akademik harus berjalan bersama pembentukan karakter.

Pemerintah mendorong siswa memiliki kemandirian, tanggung jawab, sopan santun, dan disiplin sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter.

Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd