Beranda Pemerintahan Angka Pertumbuhan IPM Pandeglang Diklaim Tertinggi di Banten

Angka Pertumbuhan IPM Pandeglang Diklaim Tertinggi di Banten

253
0
Ilustrasi - foto istimewa

PANDEGLANG – Menurut survey Badan Pusat Statistik Provinsi Banten, angka pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pandeglang tertinggi di Provinsi Banten pada tahun 2019 mencapai 0,89.

Kepala Dinas Komunikasi Sandi dan Statistik Girgijantoro megatakan jika tiga komponen yang menjadi tolok ukur dalam penilaian pertumbuhan IPM yaitu pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat.

“Tahun ini pertumbuhan IPM Kabupaten Pandeglang mengalami peningkatan 0,89, yaitu dari 64,34 tahun 2018 menjadi 64,91 pada tahun 2019”, kata Girgi saat Coffe Morning bersama awak media di Rizki Hotel, Selasa (18/2/2020) lalu.





Dikatakan Girgi, angka 0,89 merupakan tertinggi di Banten. Pasalnya kata dia, Kabupaten dan Kota lainnya berada dibawah Kabupaten Pandeglang.

“Kabupaten Lebak 0,80, Kabupaten Tanggerang 0,47, Kabupaten Serang 0,65, Kota Tanggerang 0,65, Kota Cilegon 0,50, Kota Serang 0,59, dan Kota Tangsel 0,38”, imbuhnya melalui siaran tertulis.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pandeglang Utuy Setiadi mengatakan, dirinya optimis jika survey ditahun 2020 mendatang IPM akan jauh lebih tinggi.

“Kalau dari nilai IPM memang yang cukup tinggi adalah masih Kota Tangsel 81,48, tapi pertumbuhan nya untuk tahun ini Pandeglang yang tinggi. “Anggaran Kabupaten Pandeglang tahun 2020 aksesbilitas untuk dana pendidikan cukup tinggi, tantu itu memperbanyak ruang kelas sehingga daya tampung sekolah akan meningkat,” katanya.

Utuy juga mengatakan, tiga variabel yang menjadi penilaian untuk IPM tidak dapat terpisahkan baik pendidikan, kesehatan maupun daya beli.

“Selain aksesbilitas pendidikan, di Pandeglang juga saat ini punya 16 Puskesmas yang perawatan tentu ini akan mendorong peningkatan drajat kesehatan”,imbuhnya.

Utuy meyakini akan ada peningkatan daya beli atau drajat ekonomi masyarakat di Kabupaten Pandeglang. Hal ini kata dia, sejalan dengan adanya revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Dengan menjadi daerah industri tentu investasi akan semakin banyak, berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal sehingga ekonomi masyarakat akan meningkat”, tutupnya.

(Red)