Beranda Peristiwa Anggaran Dipangkas, Pegiat Disabilitas Kota Serang Protes

Anggaran Dipangkas, Pegiat Disabilitas Kota Serang Protes

Suasana Audiensi di Aula Kantor Dinsos Kota Serang, Selasa (26/1/2021).

SERANG – Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Gerakan Kesejahteraan Tuli Indonesia (Gerkatin), Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Hima PKh Untirta dan HMI MPO Kota Serang mendatangi Kantor Dinsos Kota Serang.

Tujuannya untuk memprotes mengenai isu pemangkasan anggaran disabilitas yang diduha hingga 80 persen dari anggaran tahun lalu.

Kedatangan gabungan organisasi tersebut disambut Kabid Resos pada Dinsos Kota Serang, Asep Rian Purnama dan jajarannya. Audiensi dilakukan di Aula Kantor Dinsos Kota Serang, Selasa (26/1/2021).





Audiensi tersebut berlangsung sekitar satu setengah jam. Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh masing-masing perwakilan organisasi, khususnya mengenai persoalan-persoalan yang menyangkut anggaran disabilitas.

Usai audiensi, Ketua PPDI Kota Serang, Teguh mengatakan bahwa kehadiran pihaknya beserta elemen organisasi lain untuk mengklarifikasi mengenai isu yang beredar tentang pemangkasan anggaran disabilitas.

“Isu yang beredar itu ada pemangkasan anggaran sebesar 80 persen. Kami datang untuk mengklarifikasi kebenarannya. Dan ternyata katanya bukan pemangkasan, tapi memang ada pengalihan anggaran,” ujarnya.

Menurut Teguh, jawaban yang pihaknya dapatkan dari Dinsos Kota Serang masih belum memuaskan. Apalagi, Dinsos tidak bisa memastikan apakah anggaran tersebut dapat kembali seperti semula atau tidak.

“Maka dari itu, kami bersepakat bahwa akan ada upaya lanjutan untuk memperjuangkan agar anggaran tersebut dapat kembali lagi. Kami secara organisasi akan melakukan audiensi juga dengan dewan, hingga Walikota Serang,” ucapnya.

Di tempat yang sama, perwakilan HMI MPO Cabang Serang, Yuli Mahesa, menegaskan bahwa pemangkasan anggaran disabilitas, jelas menunjukkan ketidakberpihakan Pemkot Serang terhadap penyandang disabilitas.

“Kalau pemangkasan yang kecil saja itu sudah merugikan untuk teman-teman disabilitas, apalagi ini yang pemangkasannya sampai 80 persen. Ini bentuk ketidak pedulian Pemkot Serang terhadap teman-teman penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil audiensi itu, diketahui pasca-pemangkasan anggaran, saat ini hanya tersisa anggaran untuk program pelatihan membaca dan menulis huruf braile saja. Sedangkan untuk bantuan sosial maupun program pemberdayaan lainnya, sudah tidak ada.

“Padahal kalau berbicara anggaran tahun lalu saja yang besarannya Rp417 juta berdasarkan dokumen yang kami punya, itu masih kecil. Apalagi sekarang sudah ada Perda Disabilitas yang mewajibkan dibentuk komite disabilitas. Ini kok malah dipangkas,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Resos pada Dinsos Kota Serang, Asep Rian Purnama, menuturkan bahwa pihaknya berterima kasih atas kedatangan berbagai organisasi disabilitas tersebut, yang melakukan klarifikasi atas isu pemangkasan anggaran disabilitas.

“Jadi memang teman-teman datang ke sini untuk memperjuangkan hak mereka, terutama mengenai program-program pemberdayaan penyandang disabilitas di Kota Serang,” ucapnya.

Ia membenarkan bahwa memang terjadi pengurangan anggaran disabilitas. Namun ia mengaku hingga saat ini, pihaknya masih terus berupaya agar anggaran tersebut dapat kembali seperti sedia kala, tanpa adanya pemangkasan sebesar 80 persen.

“Kami masih berupaya yah. Mudah-mudahan terkait pemangkasan anggaran 80 persen itu dapat kami upayakan kembali menjadi 100 persen yah,” ucapnya.

(Dhe/Red)