TANGERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai mengencangkan sabuk anggaran. Dengan total belanja bahan bakar minyak (BBM) dan perjalanan dinas (perdin) yang menembus Rp178 miliar, Pemkot kini mengandalkan kebijakan Work From Home (WFH) untuk menekan pengeluaran.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan menegaskan, WFH menjadi salah satu strategi utama untuk mengurangi beban anggaran, terutama pada sektor BBM.
“Kami dorong efisiensi, terutama untuk menekan penggunaan BBM agar anggaran bisa lebih optimal,” ujar Maryono di Puspemkot Tangerang, Senin (13/4/2026).
Namun, ia menekankan tidak semua ASN menjalankan WFH. Pejabat eselon II dan III tetap bekerja dari kantor guna memastikan pelayanan publik berjalan normal.
“Kami tetap prioritaskan pelayanan. Eselon II dan III tetap masuk seperti biasa,” tegasnya.
Pemkot juga akan mengevaluasi kebijakan ini secara berkala. Dalam tiga bulan ke depan, hasil penerapan WFH akan menjadi bahan penilaian efektivitas efisiensi anggaran.
“Kami evaluasi setelah tiga bulan berjalan,” katanya.
Kebijakan WFH tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Tangerang Nomor 7401 tertanggal 1 April 2026.
Pemkot turut membatasi perjalanan dinas, mengoptimalkan rapat daring, serta memangkas penggunaan kendaraan dinas hingga maksimal 50 persen, kecuali kendaraan operasional dan listrik.
Berdasarkan data anggaran 2026, Pemkot Tangerang mengalokasikan Rp83,85 miliar untuk belanja BBM dan pelumas.
Sementara anggaran perjalanan dinas mencapai Rp94,59 miliar, yang terdiri dari perjalanan dalam negeri Rp94,22 miliar dan luar negeri Rp366 juta. Total keduanya mencapai Rp178,45 miliar.
Meski demikian, Maryono belum merinci besaran penghematan yang bisa dicapai dari kebijakan WFH. Ia menyebut pembahasan efisiensi akan masuk dalam perubahan anggaran berikutnya.
“Potensi penghematan akan kami bahas di anggaran perubahan,” ujarnya.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokomp) Pemkot Tangerang, Mualim menambahkan, pihaknya mulai menghitung potensi efisiensi dari berbagai sektor.
Ia menyebut, pengurangan penggunaan kendaraan dinas menjadi salah satu sumber penghematan signifikan.
“Kalau satu kendaraan bisa hemat sekitar Rp250 ribu, tinggal dikalikan jumlah kendaraan. Estimasinya bisa mendekati setengah miliar per tahun,” jelasnya.
Selain BBM, Pemkot juga menekan biaya konsumsi rapat, listrik, dan air sebagai bagian dari langkah efisiensi menyeluruh.
Dengan strategi ini, Pemkot Tangerang berharap mampu meredam pembengkakan anggaran sekaligus menjaga kinerja pelayanan publik tetap optimal di tengah kebijakan WFH.
Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
