Beranda Pendidikan Anak Tukang Becak Diminta Jadi Dosen Luar Biasa di Untirta

Anak Tukang Becak Diminta Jadi Dosen Luar Biasa di Untirta

12864
0
Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prof Soleh Hidayat bersama Herayati Sawitri. (Dok. Untirta)

SERANG – Perjalanan hidup Herayati Sawitri penuh tantangan dan perjuangan keras. Namun berkat kesabaran, keteguhan hati dan kesungguhan yang luar biasa telah mengantarkan anak seorang pengayuh becak di Cilegon ini meraih cita-citanya sebagai dosen.

Warga Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon peraih beasiswa Bidikmisi tersebut sebelumnya lulus Cum Laude di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat. Pihak kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten hari ini memintanya bergabung sebagai Dosen Luar Biasa.

“Kami merasa bangga mendengar ada mahasiswa (beasiswa) Bidikmisi yang berprestasi seperti Herayati. Saya bersama pimpinan yang lain bersepakat untuk menjemput anak ini. Meski dari keluarga terbatas secara ekonomi, ia kaya dengan cita-cita. Ini menjadi inspirasi bagi kami,” kata Rektor Untirta Prof Soleh Hidayat kepada BantenNews.co.id, Selasa (23/7/2019).

Baca juga: Hebat! Anak Tukang Becak Asal Cilegon Ini Lulus S2 Hanya Selama 10 Bulan

Menurut Soleh, Herayati akan mengajar mata kuliah kimia. Hera menurutnya bisa menjadi dosen di Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, maupun di Fakultas Teknik Kimia, Untirta. “Sejauh ini kami minta sebagai Dosen Luar Biasa. Seiring berjalannya waktu, ketika ada formasi (kebutuhan pegawai/dosen) kami minta Herayati untuk ikut tes sebagai dosen tetap,” jelasnya.

Melihat prestasi Herayati, Soleh Hidayat optimis anak tukang becak tersebut bisa menjadi dosen tetap di Untirta. “Dia Bahasa Inggris nya juga bagus. Toefl-nya 500 dan berencana akan melanjutkan S3. Tapi saya minta mengabdi dulu di sini, sambil menyiapkan studi selanjutnya,” kata Soleh.

Baca juga: Lulus Cum Laude di ITB, Herayati Ingin Mengabdi di Banten

Dengan bergabungnya Herayati, ia berharap menambah tenaga pengajar profesional di kampus yang dipimpinnya. Kedepan, pihaknya akan menyiapkan Jurusan Kimia murni dengan banyaknya dosen ilmu kimia murni. “Ini tentu akan menambah tenaga pendidik yang baik di Untirta,” jelas Soleh.

Herayati menyelesaikan pendidikan S2 hanya selama 10 bulan. Hera mengatakan dirinya mendapat kesempatan mengambil studi S2 melalui program Fast Track ITB setelah dirinya lulus predikat Cum Laude dengan IPK 3,77 pada 2018 lalu.

“Saya ambil S2 Kimia. Massa studi kurang lebih 10 bulan. Hera lulus sidang magister 15 Mei lalu,” terangnya.

Pesan Orangtua untuk Herayati: Selalu Rendah Hati dan Jangan Tinggalkan Salat

Hera menuturkan setelah diwisuda, sementara dia akan bekerja terlebih dahulu. Setelah itu dia berencana kembali melanjutkan studi S3. “Pengennya nanti setelah resmi jadi dosen mungkin 2021 akan ambil studi S3,” imbuhnya. (you/man/red)