Beranda Politik Amin Rais Minta Pembagian Porsi Rekonsoliasi 55-45

Amin Rais Minta Pembagian Porsi Rekonsoliasi 55-45

786
0
Amien Rais - foto istimewa IDN Times

SERANG – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN),  Amien Rais bicara mengenai syarat rekonsiliasi. Selain harus menyamakan pandangan program Indonesia ke depan, Amien berbicara soal pembagian porsi 55-45.

“Saya bilang kalau mau rekonsiliasi tentukan dulu platformnya (programnya), mau diapakan Indonesia ini? Prabowo sudah bicara di mana-mana pentingnya kedaulatan pangan, energi, tanah, air, dan lain-lain. Kalau itu disepakati, misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati berarti rezim ini balik kanan, sudah jalan akalnya,” kata Amien Raisdalam sambutan acara ‘Muhasabah dan Munajat untuk Negeri’ di gedung Dakwah, Jl Kramat Raya, Jakpus, Sabtu (20/7/2019).

“Tapi ini kan nggak mungkin. Kalau mungkin alhamdulillah, negeri ini bisa kokoh sekali karena ide Prabowo akan dilaksanakan,” imbuhnya seperti dilansir detik.com.

Amien Rais menceritakan isi pertemuannya dengan Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Amien menyebut pertemuan Jokowi dengan Prabowo menunjukkan ketidakyakinan pihak Jokowi soal kemenangan Pilpres 2019.

“Saya sekarang mengatakan Pak Prabowo ketemu Jokowi. Sekarang saya kasih tahu ya, yang ngajak rekonsiliasi, yang ngoyak kubu Prabowo itu kubu mana? Mereka toh. Katanya menang? Katanya nggak ada kecurangan, menang telak, ngapain ngajak-ngajak. Saya kira itu menunjukkan mereka tidak yakin, menang urik, urik itu curang. Kalau mereka itu menang ya sudah pesta pora di mana-mana, tapi ini ketemu,” paparnya.

Bila opsi rekonsiliasi dengan syarat platform pandangan Indonesia ke depan dan pembagian porsi 55-45 tak terealisasi, menurut Amien Rais, oposisi menjadi pilihan tepat.

“Tapi kalau tidak mau, ya sudah kita di luar, oposisi. Sungguh aib kalau ada partai pendukung 02, tiba-tiba menyeberang hanya karena satu kursi ecek-ecek, kemudian dosanya dua. Kalau hanya embel-embel berarti si menteri embel-embel berkolaborasi dengan rezim yang selama ini kita kritik karena terlalu mementingkan orang berada. Doanya dipikul bareng oleh menteri ecek-ecek,” ujar Amien.

Namun Amien menyatakan keyakinannya soal masa depan Indonesia yang baik. Amien juga menegaskan pentingnya bertindak sesuai dengan konstitusi.

“Insyaallah negeri ini masih punya masa depan yang bagus. Kalau lihat pergi ke dunia Islam, jarang yang kayak kita Islam-nya ini. Jadi kita termasuk orang Islam yang taat walau agak bodoh, tapi taat kepada Allah, memang kita kurang cerdas,” katanya.

“Jadi kita terus saja kita konstitusional, kita demokrasi, kita nggak usah bentrok, karena bentrok kalah juga. Nggak usah pakai itu, Allah menyayangi kita, yang penting kita berdoa terus,” tutur Amien Rais.

(Red)