Beranda Pendidikan Ambil Rapor Anak, Sekda Banten Dorong Ayah Lebih Aktif Dampingi Pendidikan

Ambil Rapor Anak, Sekda Banten Dorong Ayah Lebih Aktif Dampingi Pendidikan

Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan menemani sang putri mengambil rapor. (Istimewa)

SERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandi menunjukkan langsung komitmennya dalam mendampingi pendidikan anak. Deden mengikuti Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) dengan mengantar dan mendampingi putrinya mengambil rapor di SMAN 1 Kota Serang, Jumat (19/6/2026).

Deden menegaskan, kehadiran ayah saat pengambilan rapor bukan sekadar formalitas. Momen itu menjadi ruang penting untuk memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak, sekaligus menunjukkan keterlibatan langsung dalam pendidikan.

Menurut Deden, selama ini peran pengawasan pendidikan anak lebih banyak dijalankan oleh ibu. Karena itu, GEMAR hadir untuk mendorong para ayah mengambil peran lebih besar.

“Selama ini mayoritas ibu yang lebih aktif memperhatikan pendidikan anak. Sekarang ayah juga harus hadir dan ikut terlibat,” ujarnya.

Deden menilai keterlibatan ayah dalam pendidikan selaras dengan visi pembangunan keluarga yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.

Ia menegaskan, orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi anak, tetapi juga wajib hadir dalam proses pendidikan dan tumbuh kembang mereka.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sendiri telah memperkuat program tersebut melalui Surat Edaran Nomor 28 Tahun 2026. Aturan itu memberi ruang bagi para ayah untuk meninggalkan pekerjaan sementara saat hari pembagian rapor tanpa khawatir melanggar absensi.

Deden berharap gerakan ini mampu membangun kedekatan emosional yang lebih kuat di lingkungan keluarga.

“Anak-anak yang masih memiliki ayah harus bisa merasakan kehadiran dan perhatian ayah dalam pendidikan mereka. Dari situ ikatan emosional akan tumbuh semakin kuat,” katanya.

Melalui GEMAR, Pemprov Banten ingin mengubah pola lama bahwa urusan pendidikan anak hanya menjadi tanggung jawab ibu. Pemerintah mendorong ayah ikut hadir, aktif, dan menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan anak.

Baca Juga :  Rekrut Guru Honorer Baru, Mendikbud Ancam Sanksi Pemda

Tim Redaksi