Beranda Peristiwa Ada Potensi Tsunami 20 Meter, BMKG Tegaskan Perlunya Mitigasi Bencana

Ada Potensi Tsunami 20 Meter, BMKG Tegaskan Perlunya Mitigasi Bencana

872
0
Ilustrasi Tsunami - foto istimewa Liputan6.com

SERANG – Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG , Daryono meskipun Kajian Ilmiah dan permodelan dapat menentukan potensi Magnitudo maksimum Gempa Megathrusht pada kenyataannya hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara tepat dan akurat kapan dan dimana gempa akan terjadi.

“Dalam ketidakpastian ini, maka yang perlu dilakukan adalah upaya mitigasi dengan menyiapkan langkah-langkah kongkret untuk meminimalkan risiko kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa,” ujarnya menanggapi terkait potensi gempa magnitudo 9,1 yang dapat memicu tsunami hingga 20 meter yang dimodelkan oleh ahli ITB, Minggu (27/9/2020).

Menurutnya, informasi potensi gempa kuat di Zona Megathrust seperti ini memang rentang memicu keresahan akibat salah pengertian. Masyarakat lebih tertarik membahas kemungkinan dampak buruknya daripada pesan mitigasi yang mestinya harus dilakukan.



“Kecemasan publik akibat informasi potensi gempa megathrust Selatan Jawa muncul akibat salah paham. Para ahli menciptakan model potensi bencana, yang tujuannya untuk acuan mitigasi. Tetapi masyarakat memahaminya seolah-olah akan terjadi bencana besar dalam waktu dekat. Itulah masalah komunikasi sains yang harus terus kita perbaiki,” paparnya.

Perlu dicatat bahwa potensi gempa megathrust di Selatan Jawa bukanlah hal yang baru diketahui. Zona Megathrust ini sudah ada sejak jutaan tahun lalu saat terbentuknya rangkaian busur Kepulauan Indonesia.

“Oleh karena itu, diharapkan informasi seperti ini dipahami dan direspon dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah dengan menyiapkan langkah mitigasi seperti sosialisasi mitigasi, latihan evakuasi, menata dan memasang rambu evakuasi, tempat evakuasi sementara, merancang bangunan tahan gempa, menata ruang pantai berbasis risiko tsunami dan meningkatkan performa sistem peringatan dini tsunami. Kami juga berharap agar masyarakat meningkatkan literasi dengan tidak terpancing dengan judul berita yang meresahkan serta tidak menyebarkan informasi setengah-setengah agar tidak menimbulkan salah persepsi dan hoax ditengah masyarakat,” imbuhnya.

(Red)