Beranda Kesehatan Ada 12.954 Gejala Influenza A di Pandeglang, Dinkes: Kami Tak Punya Alat...

Ada 12.954 Gejala Influenza A di Pandeglang, Dinkes: Kami Tak Punya Alat Deteksi

Kabid P2P Dinkes Pandeglang Dian Handayani saat ditemui di ruang kerjanya. (Mg-Madani Prasetia/bantennews)

PANDEGLANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mengakui belum memiliki alat diagnostik untuk memastikan infeksi influenza tipe A. PCR maupun rapid test khusus influenza belum tersedia di daerah tersebut.

Keterbatasan alat membuat Dinkes Pandeglang belum bisa memastikan jumlah warga yang benar-benar terinfeksi influenza A. Data yang tersedia hingga kini hanya mencatat influenza-like illness (ILI), yakni pasien dengan gejala yang menyerupai influenza.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pandeglang, Dian Handayani mengatakan, pemeriksaan berdasarkan gejala tidak cukup untuk menentukan jenis virus.

“Kita tidak punya PCR untuk mendeteksi influenza jenis apa. Rapid test-nya juga kita tidak punya,” kata Dian, Senin (5/10/2026).

Sepanjang Januari hingga September 2026, Dinkes Pandeglang mencatat 12.954 kasus ILI. Namun, angka tersebut tidak bisa langsung disebut sebagai kasus influenza A karena petugas belum membuktikannya melalui pemeriksaan laboratorium.

“Untuk tipenya, karena kita tidak punya alat diagnostiknya, kita tidak bisa menentukan itu influenza jenis apa,” ujarnya.

Artinya, angka 12.954 kasus tersebut hanya menunjukkan jumlah pasien dengan gejala menyerupai influenza. Data itu belum menunjukkan jumlah pasti warga Pandeglang yang terinfeksi influenza A.

Dinkes Pandeglang memantau kasus ILI melalui laporan puskesmas dan rumah sakit. Fasilitas kesehatan melaporkan pasien dengan gejala menyerupai influenza secara berkala kepada Dinkes.

Meski belum bisa memastikan tipe virus, Dinkes Pandeglang menyebut tren ILI hingga minggu ketiga September 2026 masih stabil. Dinkes belum melihat lonjakan kasus yang signifikan sejak awal tahun.

“Dari mulai Januari sampai dengan minggu ketiga September 2026, trennya cenderung stabil, tidak ada peningkatan,” kata Dian.

Dian meminta masyarakat tidak mendiagnosis influenza A hanya berdasarkan gejala. Berbagai infeksi saluran pernapasan dapat menimbulkan gejala serupa.

Baca Juga :  Siswa Bermasalah Mau Dikirim ke Barak TNI, Praktisi Hukum: Jangan Ganggu Psikologis Anak

“Kalau secara kasat mata sulit, apakah itu influenza tipe A atau influenza apa, karena harus dibuktikan secara laboratorium,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, tingkat keparahan gejala tidak bisa menjadi patokan untuk menentukan jenis influenza.

“Kalau menentukan jenis influenza tipe A, itu harus berdasarkan hasil lab. Tidak bisa hanya berdasarkan gejala saja,” tegas Dian.

Sementara itu, Dinkes Banten mencatat temuan influenza A mencapai sekitar 387 ribu kasus. Namun, angka tersebut tidak bisa langsung menggambarkan kondisi Pandeglang karena daerah tersebut belum memiliki alat untuk memastikan tipe virus influenza.

Kondisi itu membuat Dinkes Pandeglang belum mampu menyajikan angka pasti influenza A. Keterbatasan pemeriksaan juga menjadi kendala dalam memetakan penyebaran virus secara spesifik di tingkat kabupaten.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd