LEBAK – Harga sejumlah komoditi sayuran seperti cabai di Pasar Tradisional Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengalami kenaikan.
Kenaikan harga tersebut dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan pasokan dari petani ke pedagang berkurang.
Pantauan di lapangan, kenaikan harga bukan hanya ada pada jenis cabai, sejumlah komoditi sayuran lainnya seperti buncis serta tomat pun mengalami kenaikan. Hal itu berakibat menurunnya daya beli konsumen.
Meti, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Tradisional Rangkasbitung mengatakan, kenaikan harga cabai sudah berlangsung dalam sepekan terakhir. Mulai dari jenis cabai rawit yang sebelumnya dijual dengan harga Rp40 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram.
Untuk cabai rawit hijau dari Rp40 ribu naik menjadi Rp60 ribu per kilogram. Cabai merah keriting dari semula Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
“Dengan kenaikan harga cabai tersebut, otomatis daya beli konsumen semakin sedikit. Dampaknya juga pasti pendapatan pedagang menurun,” kata Meti saat ditemui di kiosnya, Sabtu (31/1/2026).
Ia mengungkapkan, bukan hanya cabai saja yang mengalami kenaikan. Sayuran seperti tomat yang harga sebelumnya Rp8 ribu kini naik menjadi Rp12 ribu per kilogram. Dan untuk harga buncit, dari semula harganya Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogramnya.
“Bukan hanya cabai saja yang naik, tomat dan buncis pun saat ini mengalami kenaikan,” ujarnya.
Ia berharap, agar pemerintah bisa cepat mengambil langkah untuk menstabilkan harga, terlebih lagi mendekati bulan Ramadhan yang pasti akan ada juga kenaikan harga.
“Kalau harga terus naik hingga bulan Ramadan, kami ini pedagang kecil pastinya akan paling terdampak,” ungkapnya.
Sementara itu, Nurhayati warga Rangkasbitung mengaku, kaget dengan kenaikan harga cabai dan beberapa komoditi sayuran.
“Kaget juga, biasanya setiap ke pasar saya membeli cabai dan tomat untuk bahan masakan, tapi dengan kenaikan harga tersebut sangatlah memberatkan bagi ibu rumah tangga seperti saya ini,” ucap Nurhayati.
Ia menjelaskan, kenaikan harga saat ini memaksanya untuk mengatur anggaran belanja dengan lebih ketat untuk kebutuhan pokok seperti beras, ikan, dan sayuran.
“Terpaksa belanja sayuran kita harus kurangi. Uang belanja sedikit, jadi harus dibagi-bagi agar semua kebutuhan tercukupi,” katanya.
Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
