SERANG – Polisi mengungkapkan kronologis tewasnya dua bocah di galian C tepatnya di Kampung Sitauan, Kelurahan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, pada, Minggu (25/1/2026).
Diketahui, kedua korban ditemukan sudah dalam kondisi sudah tidak bernyawa setelah sebelumnya semoat dilaporkan hilang.
Kapolsek Taktakan AKP Malik Abraham mengatakan, peristiwa bermula sejak siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, ketika kedua korban belum kembali ke rumah hingga sore hari.
Kata dia, menjelang waktu Magrib sekitar pukul 17.00 WIB, keberadaan mereka belum diketahui. Sehingga keluarga melapor kepada warga sekitar untuk membantu pencarian.
“Korban baru ditemukan sekitar pukul 23.30 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia,” kata Malik kepada BantenNews.co.id, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, berdasarkan keterangan sementara, kedua anak tersebut diduga tenggelam saat bermain di sekitar kubangan air bekas proyek galian C di wilayah tersebut.
Lokasi tersebut, kata dia, berupa cekungan yang terisi air hujan sehingga membentuk genangan cukup dalam.
“Korban diketahui hanya bermain. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun petunjuk lain di sekitar lokasi. Dugaan sementara korban berenang,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, peristiwa tenggelamnya dua bocah itu diketahui pertama kali pada Minggu malam sekitar pukul 23.45 WIB.
Setelah menerima laporan dari warga, Kapolsek Taktakan bersama personel kepolisian mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pengecekan serta melayat ke rumah duka.
Kedua korban masing-masing berinisial Fatah (7) dan Adam (8), warga Kampung Sitauan, Kelurahan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
Malik menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi HS, sekitar pukul 17.30 WIB sempat ada peringatan kepada para korban agar tidak bermain di sekitar kubangan air tersebut.
Namun demikian, hingga malam hari, kedua anak itu tidak kembali ke rumah.
Sekitar pukul 18.15 WIB, orangtua korban bersama warga mulai melakukan pencarian di sekitar lokasi.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika saksi SI menemukan kedua korban berada di dalam kubangan air sekitar pukul 23.45 WIB.
“Korban sempat dievakuasi dan diberikan pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong,” sampainya.
Malik mengaku, pihak keluarga korban menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi.
Keluarga juga memilih tidak melanjutkan kejadian tersebut ke proses hukum dan menerima peristiwa itu sebagai musibah.
Dengan demikian, kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di sekitar lokasi berbahaya seperti kubangan air bekas galian, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Penulis : Rasyid
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
