Beranda Peristiwa Polisi Dalami Dugaan Pertalite Bercampur Air di SPBU Kedaton Cikupa Kabupaten Tangerang

Polisi Dalami Dugaan Pertalite Bercampur Air di SPBU Kedaton Cikupa Kabupaten Tangerang

Warga menunjukan sampel BBM jenis pertalite yang diduga bercampur air. (Istimewa)

KAB. TANGERANG – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang tengah mendalami dugaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite bercampur air di SPBU Kedaton, Jalan Raya Cikupa–Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Kasus tersebut mencuat setelah sejumlah konsumen mengeluhkan kendaraannya mengalami gangguan hingga mogok usai mengisi Pertalite di SPBU bernomor 34-15705, pada Kamis (22/1/2026).

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah membenarkan pihaknya telah menerima laporan awal dan langsung menindaklanjuti keluhan tersebut.

“Baik, kita tindaklanjuti,” ujar Indra saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).

Ia mengaku telah memerintahkan jajaran Satreskrim serta Polsek Cikupa untuk melakukan pendalaman terhadap dugaan BBM bermasalah tersebut.

“Sudah saya instruksikan Kasatreskrim dan Kapolsek Cikupa,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri menegaskan pihaknya akan turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

“Nanti akan kami cek ke TKP (tempat kejadian perkara),” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu korban bernama Roni Gunawan mengaku mengisi BBM Pertalite di SPBU Kedaton pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, ia sempat melihat satu kendaraan lain tengah diperiksa di area SPBU, namun tidak menaruh curiga.

Namun, setelah menempuh perjalanan sekitar lima kilometer menuju rumahnya di Perumahan Suvarna Sutra, kendaraan miliknya mendadak mengalami gangguan.

“Di pertigaan klaster, mobil saya tiba-tiba brebet. Begitu sampai pos sekuriti langsung mati,” ujar Roni saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).

Roni sempat mencoba menyalakan kembali mobil Toyota Calya miliknya beberapa kali, namun tidak berhasil. Ia pun mulai mencurigai kualitas BBM yang baru saja diisi, mengingat kondisi kendaraan sebelumnya normal.

Kecurigaan itu semakin kuat setelah ia menyampaikan keluhan ke grup WhatsApp warga. Tak berselang lama, sejumlah warga lain melaporkan mengalami kejadian serupa usai mengisi BBM di SPBU yang sama. Bahkan, tetangganya mengalami kerusakan kendaraan dengan gejala serupa.

Baca Juga :  Jelang Natal dan Tahun Baru, Tim Gabungan Sidak Pedagang di Pasar Rangkasbitung

Roni kemudian mendatangi kendaraan temannya yang mogok bersama petugas sekuriti. Selain itu, ia juga melihat seorang pengendara asal Rajeg yang mengambil sampel BBM dari tangki kendaraannya.

“Saya lihat airnya banyak banget. Setelah kita ambil sampel di kendaraan dia, sekitar 70 persen isinya air,” ungkap Roni.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Kedaton. Upaya konfirmasi yang dilakukan Bantennews.co.id ke salah satu nomor manajemen SPBU tersebut belum mendapat respons.

Penulis: Saepulloh
Editor: Usman Temposo