Beranda Pemerintahan Trans Banten Dapat Suntikan Dana Rp4,1 Miliar

Trans Banten Dapat Suntikan Dana Rp4,1 Miliar

Gubernur Banten Andra Soni saat meresmikan beroperasinya Trans Banten (istimewa)

SERANG– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyuntikan dana sebesar Rp4,1 miliar untuk tranportasi publik Trans Banten. Dana itu dipakai untuk belanja armada baru serta operasional sepanjang 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Banten, Tri Nurtopo mengatakan program yang sempat diuji coba selama tiga bulan sejak Oktober 2025 lalu itu dipastikan berlanjut dengan tambahan dua armada bus.

“Kami penambahan, sekarang jumlahnya ada empat bus,” kata Tri kepada BantenNews.co.id, Rabu (7/1/2026).

Selain penambahan bus, interval kedatangan bus juga kini menjadi setengah jam sekali di hari kerja. Sedangkan pada akhir pekan, interval bus menjadi satu jam sekali karena aktivitas masyrakat yang dinilai tidak terlalu sibuk.

Dalam sehari, Tri menuturkan, Trans Banten bisa mengangkut hingga 300 orang. Bahkan pada Desember 2025 lalu dalam sehari, Trans Banten pernah mengangkut hingga 1000 orang. Antusiasme penggunaan Trans Banten juga terlihat dari permintaan pihak kampus Universitas Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten agar rute bus melewati kampus mereka.

“Kami ada surat dari UIN untuk diminta juga pelayanan dari mahasiswa kan di kampus yang Ciceri,” ujarnya.

Rute perjalanan turut disesuaikan. Dari rencana semula yang melintasi Perumahan Alamanda Trondol, lintasan dialihkan menyusul keterbatasan kapasitas jalan. Penyesuaian juga dilakukan pada titik pemberhentian bus dengan rencana akan memperbaiki sejumlah halte, salah satunya yang berada di dekat Hotel Le Dian.

Jika sebelumnya bus masuk dan berhenti di Terminal Pakupatan, kini titik pemberhentian dialihkan ke Halte Taman Patung Debus, Kemang. Kebijakan tersebut ditempuh untuk memangkas waktu tempuh sehingga layanan dapat berjalan lebih efisien.

Adapun saat ini layanan Trans Banten melayani lintasan Kampus Untirta Sindangsari–Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani–Terminal Pakupatan–Jalan Sudirman–Simpang Ciceri–Jalan Trip Jamaksari–Jalan Avip Usman–Jalan Armada–Jalan Raya Jakarta–Simpang Parung–kembali ke Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani hingga Kampus Untirta Sindangsari, dengan tambahan titik pemberhentian di Halte UIN Ciceri dan Halte Taman Patung Debus.

Baca Juga :  Simak Rincian Jadwal dan Syarat Pendaftaran CPNS 2023

Sampai saat ini, Tri menegaskan bahwa masyarakat masih bisa menikmati Trans Banten secara gratis. Namun, ke depan tidak menutup kemungkinan akan dikenakan tarif seperti Transjakarta.

“Kemungkinan (berbayar) ada tergantung kebijakan pimpinan. Kalau itu kan semua yang namanya bayar itu ada subsidi, kan Pa Gubernur juga pada awal pernah ngomong harganya akan kasih subsidi bahasanya seperti itu,” tuturnya.

Ke depan, jangkauan rutenya juga direncanakan diperluas hingga ke Cilegon dan Tangerang. Tri menyebutkan, salah satu keunggulan Trans Banten terletak pada ketepatan waktu keberangkatan.

“Kan orang sekarang pelayanan maunya gitu ‘saya kalau jalan sudah pasti (waktu keberangkatan)’. Animo masyarakatnya bagus,” ucapnya.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: TB Ahmad Fauzi