Beranda Peristiwa Ini 8 Faktor yang Bikin Cilegon  Sering Dilanda Banjir

Ini 8 Faktor yang Bikin Cilegon  Sering Dilanda Banjir

Banjir di Wilayah Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon

CILEGON – Dalam beberapa tahun terakhir, banjir menjadi fenomena yang kian sering terjadi di Kota Cilegon. Genangan air tidak hanya muncul saat hujan ekstrem, tetapi juga ketika hujan dengan intensitas sedang. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: mengapa Cilegon kini makin rawan banjir?

Berikut sejumlah faktor utama penyebabnya:

1. Alih Fungsi Lahan yang Masif

Pesatnya pertumbuhan kawasan industri, pergudangan, dan perumahan menyebabkan lahan resapan air terus menyusut. Area yang sebelumnya berupa sawah, rawa, dan lahan terbuka kini berubah menjadi bangunan beton.

Akibatnya, air hujan tidak lagi meresap ke tanah, melainkan langsung mengalir ke permukaan dan saluran drainase yang kapasitasnya terbatas.

2. Sistem Drainase yang Tidak Memadai

Banyak saluran drainase di Cilegon dibangun sejak puluhan tahun lalu dan tidak lagi sesuai dengan kondisi tata kota saat ini. Kapasitas saluran yang kecil, ditambah sedimentasi lumpur dan sampah, membuat air mudah meluap ke jalan dan permukiman.

Di beberapa titik, drainase bahkan tersumbat total, sehingga hujan singkat pun bisa memicu banjir.

3. Penyempitan dan Pendangkalan Sungai

Sejumlah sungai dan kali di Cilegon mengalami pendangkalan akibat sedimentasi serta penyempitan karena bangunan liar dan aktivitas manusia di bantaran sungai.

Kondisi ini membuat sungai tidak mampu menampung debit air saat hujan deras, sehingga air meluap ke wilayah sekitarnya.

4. Buruknya Pengelolaan Sampah

Sampah rumah tangga masih menjadi masalah klasik. Banyak sampah yang dibuang sembarangan dan berakhir di saluran air, sungai, serta gorong-gorong.

Saat hujan, sampah tersebut menjadi penghambat aliran air dan mempercepat terjadinya banjir, terutama di kawasan padat penduduk.

5. Curah Hujan yang Semakin Ekstrem

Perubahan iklim turut berkontribusi terhadap meningkatnya intensitas dan durasi hujan. Pola hujan kini tidak menentu dan cenderung ekstrem dalam waktu singkat, sehingga sistem drainase yang ada tidak mampu menampung limpahan air.

Baca Juga :  Cegah Alih Fungsi Lahan Pertanian, Dewan Kota Serang Dukung Kompensasi Pemilik Lahan

6. Topografi dan Letak Wilayah

Sebagian wilayah Cilegon berada di dataran rendah dan dekat pesisir, sehingga aliran air dari daerah yang lebih tinggi mudah mengumpul. Saat hujan lebat bersamaan dengan pasang laut, air semakin sulit mengalir keluar.

7. Minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Ruang terbuka hijau berperan penting sebagai daerah resapan air. Namun, di Cilegon, keberadaan RTH masih terbatas dan belum ideal jika dibandingkan dengan luas wilayah dan tingkat pembangunan kota.

Seringnya banjir di Cilegon bukan semata-mata akibat hujan, melainkan akumulasi dari masalah tata ruang, infrastruktur, dan perilaku manusia. Tanpa pembenahan serius terhadap drainase, pengelolaan sampah, serta penataan ruang kota, banjir berpotensi menjadi ancaman rutin setiap musim hujan.

Upaya kolaboratif antara pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko banjir di Kota Baja tersebut.

 

Tim Redaksi