SERANG – Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan serangkaian langkah mitigasi untuk menghadapi potensi banjir dan longsor yang diprediksi meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Selain mempercepat perbaikan empat ruas jalan provinsi yang mengarah ke kawasan wisata Anyer, Carita, dan Sawarna, Pemprov Banten juga menambah jumlah posko siaga serta menurunkan ratusan personel ke lapangan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyampaikan bahwa kesiapan infrastruktur dan jalur rawan bencana menjadi fokus koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Kita sudah koordinasi dengan BPBD, menyiapkan posko siaga lengkap dengan alat berat dan personel,” ujar Arlan, Selasa (2/12/2025).
Tahun ini, Pemprov Banten menambah posko siaga dari empat menjadi lima lokasi. Penambahan tersebut berdasarkan rekomendasi Gubernur Banten, mengingat meningkatnya risiko banjir dan longsor di sejumlah daerah memasuki musim hujan.
“Posko ada di Tangerang, Serang, Pandeglang, Cikoneng, dan Rangkasbitung. Tahun ini kita tambahkan satu lagi di Malimping karena daerah itu punya risiko banjir dan longsor,” jelasnya.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, Dinas PUPR menyiapkan sekitar 760 personel dan lebih dari 120 unit alat berat, mulai dari backhoe hingga dump truck. Seluruhnya ditempatkan di titik-titik yang membutuhkan penanganan cepat jika terjadi gangguan.
“Sekitar 760 personel akan kita siapkan, plus alat pendukung mulai dari beko, dump truck, dan lain-lain,” kata Arlan.
Sejumlah wilayah di selatan Banten masuk dalam daftar prioritas pengawasan, terutama kawasan perbukitan dan jalur wisata yang rawan longsor. Beberapa titik yang mendapat perhatian meliputi Bayah–Cikotok perbatasan Jawa Barat, Saketi, Malimping, serta akses menuju Gunung Luhur Citorek.
“Baik perbaikan infrastruktur maupun mitigasi bencana dilakukan untuk menjaga kelancaran arus wisatawan dan distribusi logistik,” tambahnya.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: TB Ahmad Fauzi
