Beranda Pemerintahan Masuki Musim Kemarau BPBD Siapkan Strategi Tanggulangi Krisis Air Bersih

Masuki Musim Kemarau BPBD Siapkan Strategi Tanggulangi Krisis Air Bersih

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pandeglang Emil Salim. (Memed/bantennews.co.id)

PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mempersiapkan strategi khusus untuk menanggulangi krisis air bersih di masyarakat jika musim kemarau terjadi di Pandeglang.

Kasi Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Pandeglang, Emil Salim menyampaikan, hingga saat ini BPBD belum menerima laporan secara resmi baik dari kepala desa ataupun camat terkait krisis air bersih.

“Daerah Picung, saya kurang jelas desanya tapi kemarin sudah ada informasi bahwa sudah ada kekeringan tapi tidak terlalu parah. Maksudnya masih ada sumber air yang bisa didapatkan,” jelas Emil, Kamis (27/8/2020).





Kata Emil, hampir setiap tahun jika memasuki musim kemarau biasanya BPBD Pandeglang hanya menanggulangi krisis air untuk konsumsi warga, sedangkan untuk pertanian harus mencakup wilayah yang luas dan bukan instansinya yang menanggulangi.

Menurutnya, beberapa wilayah di Pandeglang menjadi langganan kekurangan air bersih jika terjadi musim kemarau. Wilayah tersebut berada di lereng pegunungan dan daerah lain yang berada di Pandeglang bagian selatan.

“Biasanya terjadi di Picung, seputar Angsana terus bergeser di sebagian Sindangresmi. Biasanya di lima kecamatan yang terparah, juga terjadi di wilayah-wilayah pegunungan karena pepohonan mulai berkurang sehingga kalau kemarau satu bulan saja itu debit air sudah menurun,” ungkapnya.

Menurutnya, sesuai dengan prediksi BMKG seharusnya musim kemarau sudah terjadi di Pandeglang, namun hal itu mengalami sedikit pergeseran bulan dan diperkirakan musim kemarau tahun ini akan lebih lama dari tahun sebelumnya.

“Biasanya (musim kemarau) Juli dan Agustus, nah ini prediksinya sekarang agak terlihat berbeda dari yang diperkirakan BMKG, tahun ini katanya kekeringan agak sedikit panjang nih mulai Agustus sampai awal Desember,” jelasnya.

Untuk mensiasati krisis air bersih BPBD mempersiapkan strategi dengan membagi mobil pengangkut air di beberapa zona yang rawan krisis air bersih. Nantinya, mobil yang ditempatkan di zona tadi akan mengambil air dari sumber terdekat yang berada di wilayah tersebut dengan tujuan menghemat waktu pengiriman.

“Karena kami mempunyai unit mobil tangki yang terbatas jadi kami membagi beberapa zona terus kalau zona itu meluas kami meminjam mobil tangki dari Provinsi Banten, nanti personel akan mencari sumber air terdekat jadi mereka ga pulang ke kantor, kalau pulang ke kantor tambah jauh lagi,” tuturnya.

Terakhir ia menambahkan, kemungkinan krisis air tahun ini diperkirakan akan terjadi penambahan jumlah kecamatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Ini kalau diprediksi akan bertambah malah,” tutupnya. (Med/Red)