Beranda Pemerintahan Deforestasi Jadi Sorotan, Pemprov Banten Bilang Masih Terkontrol

Deforestasi Jadi Sorotan, Pemprov Banten Bilang Masih Terkontrol

Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan. (Audindra/bantennews)

SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengklaim penebangan hutan (deforestasi) di wilayah Banten masih terkontrol.

Meski begitu, pemprov tetap menyiapkan langkah mitigasi terhadap potensi banjir dan longsor dengan memperkuat sosialisasi serta meningkatkan kesiapsiagaan personel BPBD di seluruh kabupaten dan kota.

“Saya belum memanggil Kadis LH secara khusus tapi dari laporan yang dilaporkan secara rutin bahwa memang untuk Banten masih terkontrol ya penebangan hutan dan lain sebagainya. Ya mudah mudahan data itu benar jadi nanti tidak menjadi kejadian luar biasa seperti di daerah lain,” kata Sekretaris Daerah Pemprov Banten, Deden Apriandhi kepada wartawan, Senin (1/12/2025).

Pemprov, lanjut dia, telah berkoordinasi dengan pengelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) untuk memulihkan kondisi pascatambang di lokasi-lokasi penambangan liar yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Lebak. Area galian tersebut dikhawatirkan menjadi salah satu pemicu terjadinya bencana.

“Sejauh ini juga kami sudah melakukan koordinasi terkait dengan penambangan liar dan alhamdulilah dari TNHGS ini sudah melakukan beberapa langkah yang dikoordinkasikan dengan Pemprov dan Pemkab Lebak,” katanya.

Ia tidak merinci langkah apa yang dimaksud. Tapi jika tambang yang memiliki izin, menurutnya dampak ekologisnya bisa dikendalikan.

“Setiap perusahaan yang mengajukan izin itu kan ada beberapa persyaratan baik itu IUP dan kalau sudah semua perusahaan itu mengikuti seluruh persyaratan itu seharusnya sih enggak ada masalah,” tuturnya.

Selain itu, kondisi cuaca yang kini tidak menentu serta letak geografis Banten yang rawan bencana, telah dibahas oleh Pemprov dengan menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Salah satu potensi bencana di Banten kata Deden yaitu banjir rob akibat pasang air laut yang tinggi. Rapat tersebut turut membahas langkah-langkah mitigasi menghadapinya.

Baca Juga :  Disdukcapil Cilegon Terapkan SIAK Terpusat Tahun Depan

“(Mitigasi) memberikan edukasi kepada masyarakat kalau itu terjadi musibah mereka harus seperti apa yang kedua kesiapsiagaan tim dari BPBD kota dan kabupaten,” ujarnya.

Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd