Beranda Peristiwa TPSA Bangkonol Diduga Masih Terima Sampah dari Luar Daerah

TPSA Bangkonol Diduga Masih Terima Sampah dari Luar Daerah

Salah satu truk pengangkut sampah saat masuk ke TPSA Bangkonol, Pandeglang.

PANDEGLANG – Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bangkonol di Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, diduga masih menerima sampah dari luar daerah. Sejumlah truk pengangkut sampah dengan pelat nomor bukan dari Pandeglang terlihat keluar masuk ke area TPSA tersebut.

Berdasarkan pantauan warga, selain truk berpelat A-J dan A-K (kode wilayah Pandeglang), tampak pula kendaraan dengan pelat A-F dan B-B yang diduga berasal dari luar daerah bebas keluar masuk membawa tumpukan sampah.

Padahal, sejak Agustus 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang secara resmi membatalkan kerja sama penampungan sampah dengan Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Seorang warga Bangkonol, Ahmad Yani, mengaku menerima informasi dari warga lain bahwa masih ada truk pengangkut sampah luar daerah yang membuang sampah di TPSA Bangkonol. Namun, ia belum memastikan kebenarannya secara langsung.

“Malam ini kami akan rapat warga dari dua desa dan satu kelurahan. Salah satu poinnya membahas dugaan adanya truk pengangkut sampah dari luar daerah. Sejauh ini PBM tidak mengakui, tapi informasi dari warga memang ada,” ujar Ahmad Yani, Jumat (7/11/2025).

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang, Winarno, membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa semua truk pengangkut sampah yang masuk ke TPSA Bangkonol berasal dari wilayah Pandeglang.

“Sampah khusus dari Kabupaten Pandeglang. Sejak 1998, TPA Bangkonol menampung sampah warga Pandeglang, tidak ada sampah dari luar daerah,” tegas Winarno.

Pernyataan serupa juga disampaikan Plt Direktur PD Pandeglang Berkah Maju (PBM), Muhadi. Menurutnya, sejak penolakan warga terhadap kerja sama dengan daerah lain, seluruh pengiriman sampah dari luar sudah dihentikan.

“TPA Bangkonol masih beroperasi, tapi hanya untuk sampah Pandeglang. Kabupaten Serang sudah lama tidak kirim semenjak ada penolakan warga. Sekarang yang mengelola itu Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Kelelahan, Goweser di Serang Ditemukan Meninggal Dunia

Penulis: Memed
Editor: Usman Temposo