CILEGON – Permasalahan Ade Diyah, Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang saat ini berada di Riyadh, Arab Saudi bakal segera diurus oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.
Walikota Cilegon, Robinsar mengaku saat ini tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Diberitakan sebelumnya, pekerja migran asal Lingkungan Tegal Cabe, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon itu memohon bantuan kepada pemerintah untuk dipulangkan ke Indonesia.
Permintaan itu ia sampaikan melalui video yang viral di media sosial Tiktok dengan nama akun @adetulus. Ia curhat tentang kondisinya yang memilukan sebagai asisten rumah tangga lantaran tak menerima gaji selama 2 tahun dari majikannya.
“Hari ini sekarang mau berangkat ke DP3MI kalau gak salah namanya. Kita mau konfirmasi dulu tingkat Banten, kita minta petunjuk dulu dari beliau-beliau di sana, kalau memang diarahkan langsung ke Jakarta, kita langsung ke Jakarta,” kata Robinsar, Senin (3/11/2025).
Robinsar menyadari, persoalan pekerja migran ini berkaitan dengan hubungan kerja sama antara dua negara atau bilateral.
Menurutnya, persoalan Ade Diyah ini sudah diketahui oleh pihak Arab Saudi. Oleh sebab itu, ia perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan sejumlah pihak terkait agar TKW itu bisa dipulangkan.
“Kalau langsung diarahkan misalnya langsung ke KBRI atau ke Jeddah atau seperti apa, nanti nunggu hasil dari ini. Kendala memang tadi, karena ini poinnya bilateral jadi memang harus sesuai dengan aturan. Makanya aturan yang seperti apa yang bisa kita percepat, kita komunikasikan biar langsung sampai ke unsur pimpinan di atas, biar langsung ditindaklanjuti,” ucapnya.
Agar masalah serupa tidak terjadi kembali, Robinsar mengimbau kepada seluruh masyarakat Cilegon yang berkeinginan bekerja di luar negeri untuk berhati-hati dan memastikan seluruh prosesnya baik dan benar.
“Warga Cilegon yang ingin kerja di luar negeri harus dipastikan agennya, pekerjaan di sananya, harus clear and clean,” tutupnya.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
