CILEGON – Persoalan rencana pinjaman pembiayaan untuk pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) Cilegon masih terus menjadi perbincangan. Kali ini, Ketua DPRD Cilegon, Rizki Khairul Ichwan buka suara terkait hal tersebut.
Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana melakukan pinjaman sekira Rp200 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk pembangunan JLU Cilegon.
Terkait hal itu, Rizki meminta Pemkot Cilegon untuk mengikuti mekanisme atau tahapan-tahapan yang berlaku sesuai aturan jika rencana pinjaman ratusan miliar itu ingin disetujui oleh DPRD Cilegon.
“Karena DPRD dalam hal ini mempunyai fungsi controlling sesuai amanat konstitusi, ya kita harus ada unsur kehati-hatian karena ini persetujuannya antara eksekutif dan legislatif. Maka dari itu kita tanyakan dengan eksekutif apakah tahapan-tahapannya sudah sesuai prosedur? Supaya ke depan tidak terjadi mal administratif,” katanya kepada wartawan, Kamis (2/10/2025).
Senada dengan para anggotanya yang sebelumnya lebih dulu bersuara soal rencana pinjaman tersebut, Rizki menyampaikan pada prinsipnya legislatif selalu mendukung rencana eksekutif selama bermanfaat untuk masyarakat dan sesuai dengan aturan.
“Tidak ada yang menolak, bahkan kita mendukung apapun yang menjadi kebijakan Pemkot Cilegon asal tahapan-tahapannya sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan,” ucapnya.
Oleh karena itu, soal polemik rencana pinjaman untuk pembangunan JLU Cilegon itu, ia mengaku saat ini pihaknya tengah mengkaji bersama Pemkot Cilegon tentang tindaklanjutnya.
“Ini yang lagi dikaji antara DPRD dengan Pemkot Cilegon. Yang penting unsur kehati-hatian. Kalau kita sih secepatnya lebih baik, karena ini kan berkaitan dengan mekanisme untuk tahun anggaran 2026,” katanya
“Kalau Pemkot lebih cepat mengusulkan kepada kita, kita lebih cepat membahasnya, kita jadi lebih cepat juga untuk menyepakatinya antara eksekutif dan legislatif,” tambah Rizki.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
