TANGERANG – Festival Seni Multatuli (FSM) 2025 resmi dibuka pada Jumat, 19 September 2025, oleh Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, di Alun-Alun Rangkasbitung. Acara ini merupakan bagian dari komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Lebak, Kementerian Kebudayaan, dan DPR RI dalam memperkuat identitas budaya lokal serta mempromosikan potensi seni dan pariwisata daerah ke tingkat nasional dan internasional.
Dewan Pembina Yayasan Festival Seni Multatuli, Bonnie Triyana, yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi X, dalam sambutannya menyampaikan bahwa FSM 2025 bertujuan untuk menjadikan Kabupaten Lebak sebagai pusat kebudayaan melalui pengelolaan Museum Multatuli.
Ia mengajak masyarakat untuk merayakan kebudayaan sebagai kekayaan bersama dan mendukung upaya menjadikan kebudayaan sebagai magnet kemajuan.
“Festival ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi budaya dan seni yang dimiliki oleh Kabupaten Lebak ke tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya.
Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, dalam sambutannya mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya gotong royong yang merupakan warisan leluhur. Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Melalui FSM dengan mengusung tema Semarak Budaya Indonesia, kita bisa lebih menghargai perjuangan nenek moyang kita dan budaya yang ada di Indonesia. Ayo kita junjung tinggi nilai-nilai toleransi, nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai yang membuat kita bangga sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Festival ini berlangsung selama tiga hari, dari 19 hingga 21 September 2025, dengan berbagai kegiatan menarik, antara lain pertunjukan budaya dan seni, simposium sejarah, telusur jejak Multatuli, workshop daur ulang kertas, ceramah budaya, pertunjukan teater, pemutaran film dokumenter, pameran UMKM, dan berbagai acara lainnya yang bertujuan untuk merayakan kekayaan budaya daerah.
Acara ini tidak hanya merayakan kebudayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia. FSM 2025 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya Lebak dan mempererat hubungan antar masyarakat dengan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan yang mencerminkan semangat Pancasila.
Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan sendiri semaraknya budaya Lebak dalam Festival Seni Multatuli 2025!
Tim Redaksi
