Beranda Pemerintahan 31 Tahun Kota Tangerang, Warga Masih Dihantui Kemiskinan, Pengangguran, Jalan Rusak Hingga...

31 Tahun Kota Tangerang, Warga Masih Dihantui Kemiskinan, Pengangguran, Jalan Rusak Hingga Banjir

Gedung Kantor Walikota Tangerang - (Foto Usman Temposo/BantenNews.co.id)

TANGERANG – Kota Tangerang pada 28 Februari 2024 tepat berusia 31 tahun. Kota pecahan Kabupaten Tangerang ini dinilai sebagai Kota Metropolitan karena berstatus sebagai wilayah penyanggah Ibukota DKI Jakarta.

Sejak berpisah dengan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dinilai tumbuh menjadi kota dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang pada 2024 juga tembus hingga sekitar Rp5,38 triliun dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,37 triliun lebih.

Namun dibalik tingginya APBD, permasalahan di Kota Tangerang hingga 4 Walikota dan Wakil Walikota yang memimpin daerah tak kunjung tuntas, seperti permasalahan kemiskinan, pengangguran, pembangunan infrastruktur hingga masalah banjir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan di Kota Tangerang hingga saat ini tercatat sebanyak 137.700 atau 5,89 persen. Warga miskin tersebut memiliki penghasilan sekitar Rp746.468 per bulan/perkapita.

Sedangkan pengangguran di Kota Tangerang pada akhir tahun 2023 BPS mencatat sebanyak 6,76 persen. Sehingga Kota Tangerang masuk dalam daftar penyumbang pengangguran di Provinsi Banten.

Sementara dalam hal pembangunan infrastruktur, Pemkot Tangerang juga belum maksimal, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur jalan.

Menurut survei Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) yang mengukur tingkat kepuasan masyarakat, masyarakat Kota Tangerang mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan di Kota Tangerang yang masih dalam kondisi buruk.

Direktur Eksekutif KPN, Adib Miftahul mengatakan bahwa akses jalan masih menjadi isu utama, dimana ketimpangan terjadi antar wilayah yang dikelola oleh pengembang swasta dengan wilayah yang dikelola oleh Pemkot Tangerang.
“Pemda belum mampu memberikan kepuasan warganya hingga 50 persen, artinya banyak hal-hal yang masih perlu diperbaiki dalam sektor ini,” ujar Adib Miftahul belum lama ini.

Selain infrastruktur, masyarakat juga sangat mengeluhkan musibah banjir di  Kota Tangerang. Dimana hampir sebagian besar wilayah di Kota Tangerang rawan terjadinya bencana banjir.

Pemkot Tangerang hingga kini belum berhasil menghilangkan bencanaa banjir. Meski berbagai upaya penanganan dan pengendalian banjir digencarkan, bencana musiman itu tetap saja terjadi saat hujan tiba.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Maryono Hasan mengklaim bahwa titik banjir di Kota Tangerang terus berkurang.

“Kini titik-titik rawan banjir sudah berkurang dan terus diupayakan untuk tidak terjadi banjir lagi. Saat ini, titik-titik rawan banjir ada di Kampung Candulan Kecamatan Cipondoh, Kampung Gempol Kecamatan Pinang, Perumahan Taman Asri Kecamatan Larangan, Jl. Inpres Kecamatan Larangan, Perumahan Puri Kartika Kecamatan Ciledug, Komplek DDN Kecamatan Karang Tengah, Duren Villa Kecamatan Ciledug, dan Flyover Taman Cibodas Jl. Gatot Subroto,” ungkapnya, Selasa (20/2/24) lalu.

Kata dia, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui media sosial. Tak hanya itu, para petugas BPBD juga siaga 24 jam apabila terjadi bencana dan kegawatdaruratan.

“Kami memiliki 287 petugas dan perwira, selain itu juga kami memiliki empat UPT dan juga tiga pos. Sehingga, para petugas juga dapat segera merespons kejadian-kejadian kegawatdaruratan maupun bencana di Kota Tangerang,” lanjutnya.

(Man/Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News