Beranda Kesehatan Satlantas Pandeglang Kampanyekan Gerakan 3M Melalui Layanan Masyarakat

Satlantas Pandeglang Kampanyekan Gerakan 3M Melalui Layanan Masyarakat

Anggota Satlantas Polres Pandeglang memberikan pelayanan. (Memed/bantennews.co.id)

 

PANDEGLANG – Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Pandeglang melakukan kampanye gerakan Mencuci Tangan Menggunakan Masker dan Menjaga Jarak (3M) melalui layanan yang diberikan pada masyarakat.

Layanan yang diberikan pada masyarakat meliputi layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), layanan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan layanan pembuatan serta perpanjangan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Riska Tri Arditia melalui Kanit Regident Polres Pandeglang, IPDA Fahmi Prakasa mengatakan, untuk mekanisme protokol kesehatan di unit Satpas SIM dan unit di Samsat dari awal masa pandemi gerakan 3 M sudah sangat ditekankan.

“Selain melakukan protokol kesehatan berupa 3 M kami juga melakukan cek suhu para pemohon baik di unit SIM maupun di Samsat jadi sebelum pemohon masuk pasti di cek suhunya dan apabila ada pemohon yang suhunya di atas normal akan kami langsung panggil Dokes untuk di tes,” katanya, Selasa (10/11/2020).

Dirinya menyampaikan selain penerapan protokol kesehatan di unit SIM dan Samsat, protokol kesehatan juga sangat ditekankan di gerai-gerai Samsat yang melakukan pelayanan langsung pada masyarakat.

“Pelayanan di gerai juga tetap menerapkan protokol kesehatan, disana anggota dan pegawai Dispenda menggunakan masker serta sarung tangan disaat berinteraksi dengan masyarakat,” jelasnya.

Fahmi melanjutkan, apabila ditemukan pemohon yang tidak menggunakan masker maka pemohon tersebut diperintahkan untuk kembali pulang atau mencari masker terlebih dahulu.

Menurutnya, dengan diterapkan sanksi disipilin berupa tidak diperbolehkan masuk jika tidak menggunakan masker, ia memandang tingkat kesadaran masyarakat menggunakan masker makin tinggi.

“Masyarakat yang tidak menggunakan masker kami tidak memperbolehkan mereka masuk, mereka harus datang menggunakan masker. Kami lebih baik mencegah daripada mengobati. Masyarakat sudah mulai paham karena mereka sering disuruh kembali mengambil masker jadi mereka sebelum kesini berpikir harus menggunakan masker daripada disuruh kembali,” ungkapnya. (Med/Red/SG)