Beranda Pemerintahan 8.727 Siswa di Kota Serang Tolak MBG, Terbanyak dari Tingkat SD

8.727 Siswa di Kota Serang Tolak MBG, Terbanyak dari Tingkat SD

Asda II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang, Yudi Suryadi. (Adef/bantennews)

SERANG – Sebanyak 8.727 siswa di Kota Serang memilih tidak mengikuti Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mayoritas penolakan berasal dari jenjang sekolah dasar (SD).

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mencatat hingga Mei 2026 sebanyak 231.860 peserta didik telah menerima manfaat program MBG dari total sasaran 239.354 orang.

Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan masih ada ribuan siswa yang tidak mengikuti program tersebut berdasarkan pilihan sekolah dan orang tua.

“Data sampai Mei 2026, yang sudah menerima sebanyak 231.860 orang. Sementara yang menolak sebanyak 8.727 orang,” kata Yudi, Kamis (4/6/2026).

Yudi menjelaskan pemerintah masih memperbarui data penerima manfaat karena proses verifikasi di sejumlah pondok pesantren belum selesai.

Menurutnya, beberapa pesantren memiliki jenjang pendidikan formal mulai dari SD hingga SMA sehingga membutuhkan pencocokan data lebih lanjut.

“Di pondok pesantren ada yang murni pesantren, ada juga yang memiliki jenjang SD, SMP, dan SMA. Ini yang masih harus diverifikasi,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, penerima manfaat MBG di Kota Serang terdiri dari 18.358 anak TK, RA, dan PAUD, sebanyak 82.120 siswa SD dan MI, 34.746 siswa SMP dan MTs, 32.922 siswa SMA, SMK dan MA, 6.490 santri pondok pesantren, serta 55.568 penerima dari kelompok B3.

Pemerintah juga mulai memasukkan tenaga pendidik sebagai sasaran program. Saat ini tercatat 1.656 tenaga pendidik menerima manfaat MBG dari satu kecamatan.

Yudi menegaskan, program MBG tidak bersifat wajib. Sekolah dan orang tua memiliki kewenangan menentukan apakah siswa mengikuti program tersebut atau tidak.

“Ini tidak diwajibkan. Tergantung kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua. Mungkin ada sekolah yang sudah memiliki program sendiri atau sudah terbiasa menggunakan katering tertentu,” jelasnya.

Baca Juga :  Banjir Kaligandu dan BAP 1 Didorong Masuk RPJPD Kota Serang

Ia menambahkan pemerintah daerah tidak akan memaksa sekolah untuk bergabung dalam program tersebut.

“Pada prinsipnya pemerintah daerah terbuka. Sasaran utama program ini masyarakat yang membutuhkan. Kalau yang sudah mampu dan mandiri, tentu tidak menjadi persoalan,” katanya.

Data Pemkot Serang menunjukkan penolakan terbesar berasal dari tingkat SD dengan jumlah 7.046 siswa. Tingkat SMP menyumbang 1.584 siswa yang menolak, sedangkan tingkat SMA sebanyak 97 siswa.

“Yang paling banyak menolak memang dari tingkat SD,” ujar Yudi.

Untuk mendukung pelaksanaan MBG, Kota Serang saat ini mengoperasikan 95 dapur umum. Yudi mengatakan apabila salah satu dapur menghentikan operasional sementara, pengelola akan mengalihkan distribusi makanan ke dapur lain agar pelayanan tetap berjalan.

“Kalau ada dapur yang sementara off, biasanya pelaksanaannya dialihkan ke dapur lain agar pelayanan tetap berjalan,” pungkasnya.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd