SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten mencatat enam sekolah swasta resmi mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis. Jumlah tersebut berkurang dari informasi sebelumnya yang menyebutkan ada tujuh sekolah yang mundur.
Kepala Disdikbud Provinsi Banten, Jamaluddin, mengatakan keenam sekolah tersebut telah menyampaikan surat pengunduran diri kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Menurutnya, dua sekolah memutuskan keluar karena tidak memperoleh siswa baru pada Tahun Ajaran 2026/2027. Sementara empat sekolah lainnya mengundurkan diri karena menilai biaya operasional yang harus ditanggung lebih besar dibandingkan dukungan yang diterima melalui Program Sekolah Gratis.
“Bukan tujuh, tapi enam sekolah yang mundur. Ada dua sekolah tidak dapat murid. Yang lainnya karena kebutuhan biaya operasionalnya lebih besar,” kata Jamaluddin, Rabu (5/8/2026).
Jamaluddin tidak merinci nama keenam sekolah tersebut. Namun, ia memastikan seluruhnya berada di Kabupaten Lebak dan Kota Cilegon.
Ia menjelaskan, pengunduran diri hanya berlaku bagi peserta didik baru atau siswa kelas X pada tahun ajaran 2026/2027. Adapun siswa yang kini naik ke kelas XI tetap menjadi peserta Program Sekolah Gratis hingga lulus sesuai nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati.
“Yang mundur hanya untuk kelas 10. Karena memang biaya operasionalnya lebih tinggi. Dua sekolah itu SMK, sedangkan empat lainnya SMA,” ujarnya.
Berkurangnya jumlah sekolah peserta juga berdampak pada alokasi anggaran Program Sekolah Gratis. Disdikbud Banten akan melakukan penyesuaian anggaran dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.
“Mungkin di anggaran perubahan kita hilangkan untuk kelas 1 atau kelas 10. Tapi untuk kelas 11 tetap berjalan,” kata Jamaluddin.
Meski enam sekolah memutuskan keluar dari program, Disdikbud memastikan seluruh siswa yang telah terdaftar sebagai peserta Program Sekolah Gratis tetap akan memperoleh fasilitas hingga menyelesaikan pendidikannya.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd
